Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Semoga kalian bahagia



Bab 206


.


.


.


Waktu bergulir cukup cepat. Hari pernikahan wanda dan denis akhirnya tiba.


Pesta mewah nan megah digelar Denis di sebuah gedung yang sudah disulap layaknya istana.


Acara ijab kabul juga telah dilaksanakan. Saat malam tiba, Resepsi sudah dihadiri banyak tamu dari kolega Denis maupun Tio.


Tak banyak yang berbisik tentang status sosial Wanda yang diyakini seorang janda dan memiliki anak yang sudah berusia 10 tahun.


Namun penjagaan yang diberikan Tio seolah mencegah semua bisikan itu sampai ditelinga mempelai ataupun pihak keluarga.


Dikamar mandi gedung Celine tengah memuntahkan semua isi perutnya. Entah mengapa sejak pagi ia merasakan mual dan pusing yang berlebihan. D sampai kawatir melihat keadaan istrinya itu. Karna mereka belum sampai ditempat resepsi, tapi Celine sudah muntah terus seperti itu.


"Sayang.. Kita pulang saja ya ?? Kau pasti lemas karna muntah terus ??" bujuk D.


Celine menggelengkan kepalanya. lalu membersihkan mulutnya. "Tidak Kak. Aku sudah baik kok. Kita kan belum memberi ucapan pada mereka. Nanti kalau sudah memberi ucapan kita langsung pulang ya ??"


"Kau yakin ??"


Celine kembali menggangguk.


"Ya sudah. Ayo.." D merengkuh pinggang Celine agar Celine selalu dalam perlindungannya. Mereka memasuki resepsi yang sudah dipenuhi banyak orang.


D terfokus pada Tio yang sedang duduk bersam Istrinya.


"Kita sapa tuan Tio dulu"ajak D.


patuh, Celine mengikuti suaminya.


"Selamat malam tuan, Nyonya." sapa D saat sudah dekat.


"Malam.. Astaga.. Celine.. D.. Kalian datang.."Dania perlahan berdiri dari duduknya dan memeluk Celine.


"Apa kabar Celine.."sapa Dania.


"baik kak.. Maaf terlambat.."Balas Celine.


"Tidak sayang.. Kau tidak terlambat."Timpal Dania. Senyum Dania luntur seketika saat melihat wajah Celine yang sedikit pucat.


"Kau sakit ??" tanya Dania.


" Tidak kak.. Hanya saja sejak pagi aku mual dan pusing."Jawab Celine.


Kembali senyum Dania terbit lalu melirik D.


"Wah.. D, kau hebat juga. 1 bulan langsung jadi.."


"Bisa mu itu loh !!" timpal Tio.


"Bisa apa tuan ??" D semakin tak mengerti.


Tio menepuk jidatnya. "1 bulan kau tidak bekerja, otakmu jadi tumpul ya ??"


"Maaf tuan."D menunduk.


"Hey jangan minta maaf.. Selamat D sepertinya Celine sedang hamil. Semua yang Celine alami itu biasanya ciri-ciri ibu hamil muda."Ucap Dania.


D melongo begitupun dengan Celine.


"Biasa saja !! Aku sangat yakin kau pasti mengulang hingga puluhan kali kan !!"Gerutu Tio.


D berdehem lalu menerbitkan senyum tipis saja.


"Untuk lebih jelasnya. Lebih baik kalian kedokter saja nanti." ucap Dania.


"Iya kak.. Terima kasih.." balas Celine.


Dania menggangguk dengan senyum kebahagiaan.


.


Setelah menyapa Bos besarnya, D memilih segera memberi ucapan selamat pada kedua mempelai, Ia sudah tidak sabar membawa Celine kedokter guna memastikan tebakan istri bosnya.


"Selamat. Semoga kalian bahagia."Ucap D seraya berjabatan dengan Denis dan Wanda.


"Terima kasih.."balas Wanda dan Denis bersamaan.


gantian Celine. "Bisakah aku memeluk kalian ??" pinta Celine.


"tentu saja Celine.."balas Wanda dengan semangat. Wanda terlebih dulu memeluk Celine diikuti Denis.


"Semoga kalian selalu bahagia.."ucap Celine.


"Iya.. Begitupun denganmu..Aku harap kita tetap menjadi saudara meski ada masa lalu hitam yang terjadi."kata wanda.


Celine menggangguk dengan senyumnya. "Iya kak.."


"Maaf sebelumnya, kami harus segera pulang. Celine sedikit tidak enak badan, aku mau membawanya kedokter" pamit D.


"Iya.. Terima kasih kedatangannya. Jaga kesehatanmu Celine."Ucap Denis.


Celine hanya menggangguk dan memilih menerima uluran tangan D untuk turun dari singgasana Megah Denis dan wanda kemudian Mereka berdua segera keluar dari pesta itu.


.


.


.