
bab75
.
.
.
Tio membawa Dania kemarkasnya diikuti Attalah, wanda dan Riana.
Tempat juga sudah disiapkan oleh anak buah Tio.
Wanda Dan Riana tak henti-hentinya menganggumi gedung besar yang disebut Tio markas itu, begitupun dengan Attalah, ia yang berteman dengan Tio selama ini tidak tau jika Tio punya perkumpulan layaknya anggota mafia. "ya ampun Tio..bagaimana kau punya markas seperti ini.." gumam Attalah.
dibalik kekonyolan seorang Tio, ternyata tersimpan banyak sekali rahasia didalamnya.
" Pantas saja Tuan Tio memiliki banyak anak buah. lihatlah.." tunjuk Riana yang melihat banyaknya anak buah Tio yang tertunduk saat Tio dan Dania masuk kesebuah Ring.
" kau benar. Widi sialan itu pasti sudah dibunuh tuan Tio." balas Wanda.
" Kenapa membahasnya sih ??!!" protes Riana.
" maaf..maaf..aku kelepasan." balas Wanda seraya cengengesan.
" Nona..nona.. silahkan duduk disebelah sana." seorang anak buah Tio menuntun Riana dan wanda untuk duduk ditempat yang disediakan.
" Kami ??" Wanda menunjuk dirinya.
" Iya nona." balas anak buah Tio.
" Segeralah duduk !!! kalian memperlambat waktuku !!!" tegur Tio dari atas ring dengan suara meninggi.
Wanda dan Riana meringis menatap Tio dan menuju tempat duduk mereka dibelakang Attalah.
.
.
Diatas Ring, Tio membuka jasnya dan menggulung kemeja yang ia kenakan.
Sementara Dania yang memang sejak tadi menggunakan celana longgar dengan Baju santai juga bersiap.
"Ini lamaran macam apa ??!! aku menyesal mengikuti kemauannya !!" gerutu Attalah.
" Betul tuan..Mana ada lamaran pakai acara berduel Berkelahi seperti ini.." tambah Wanda.
" Diam kau !!! Dania itu kan teman kalian !!" balas Attalah dengan mimik wajah tak suka.
Wanda tertunduk kesal. Kedua pria tampan itu memang sangat dingin jika bukan dengan pasangan mereka.
.
.
" Tio. jangan mengalah. kau berhak melawan dan mengeluarkan semua kekuatanmu, karna aku juga tidak akan segan menghajarmu jika kau sampai mengalah." ucap Dania seraya memasang kuda-kuda dengan mengepalkan jemarinya.
" Tentu saja aku tidak akan mengalah. Karna aku serius ingin menikahimu Dania bar-barku.." balas Tio yang menyeringai lalu kemudian juga siap memasang kuda-kuda.
Dania menerbitkan senyum. bahkan panggilan itu tetap sama meski sudah bertahun-tahun.
Dania memulai pertarungan dengan menyerang Tio beberapa kali.
" Aku baru tau jika Dania seperti ini wan." ucap Riana yang tak kalah terkesima juga.
" Aku sering melihatnya menghajar preman dilingkunganku. dia memang bar-bar." balas Wanda.
dagg..
dagg..
dagg..
Bukk..
bukk..
bukk..
Tendangan memutar dan melayang terus diberikan Dania. sementara Tio masih bertahan menangkis tanpa melawan.
Nafas keduanya memburu seiring dengan Dania yang geram karna Tio hanya menghindar dan menangkis seragannya.
Dania menangkap tangan Tio dan memutarnya seketika. "jangan salahkan aku jika kau harus terluka Tio." bisik Dania yang dengan cepat memukul Tio tepat diwajahnya beberapa kali, bahkan diperut Tio juga beberapa kali.
Tio nampak mundur beberapa kali. sisi mulutnya sudah terlihat lebam, bahkan hidungnya sudah mengeluarkan sedikit darah.
" Lawan aku Tio !!!" teriak Dania yang menatap Tio dengan tajam
Tio hanya menyunggingkan senyum dan langsung menyerang Dania.
bukk..
bukk..
bukk..
dag..
dagg..
dag..
Dan kembali, Tio terjatuh akibat jegalan Dari Dania.
" Tio.. kenapa kau mengalah !!!" gumam Attalah. yang sangat terlihat jika Tio masih bertahan tak melawan.
" Bangun Tio !!! apa-apaan kau ini !!! kenapa diam tidak melawanku ?!!" protes Dania yang sudah bermandikan peluh.
Tio memejamkan mata, Pukulan dania tak bisa dianggap enteng, Tio bisa merasakannya.
ia pun segera bangkit dengan perlahan.
para anak buah Tio pun juga keheranan, dengan bosnya itu.
.
.
.