
Bab 195
.
.
.
Diperjalanan Celine hanya diam tak berani bertanya apapun. Ia hanya sesekali melirik D yang beberapa kali bermain ponsel entah karna hal penting atau apa Celine sendiri tak tau.
"Em..Tuan mau kemana ??" Celine memberanikan diri bertanya.
"Kerja."jawab D dengan singkat.
"Kerja ?? Malam.begini ?? Kerja apa ??" Tanya Celine lagi.
D mengarahkan tatapan tajamnya. Hingga membuat Celine tertunduk.
"Ban mobilku.. Kenapa pria itu menembak ban mobilku.." Ucap Celine yang masih tertunduk.
"Tenanglah. Besok mobilmu sudah beres."Balas D. Yang menerima panggilan dari Anggotanya.
Ia menempelkan benda pipih ditelinganya. "Bagaimana ??" Tanya D.
"Dijalan Hy tuan. Dia masuk kedalam gedung."Lapor aanggota D.
"Tunggu sampai aku datang."Ucap D yang segera mematikan panggilannya.
Celine melihat D dengan intens. D tak sadar jika blazernya terbuka hingga memperlihatkan dadanya yang kekar.
"Kau diantar orang ku ya ?? Aku harus menemui seseorang." ucap D seraya menghadap pada Celine. Celine buru-buru menatap kearah lain agar D tidak curiga.
"Tidak mau. Aku kan tidak kenal. Aku ikut tuan saja."Balas Celine.
"Jangan bercanda, Ini sangat berbahaya.."Timpal D.
"Tetap saja.. Aku merasa aman jika bersamamu.."Celine mengarahkan matanya hingga bertemu dengan D.
"Tidak boleh." D tetap kekeh.
"Apa aku harus bilang kalau aku menyukaimu tuan D, baru aku boleh ikut denganmu ?!!!!" Ucap Celine dengan jelas.
D seketika menghentikan mobilnya mendadak, jangan ditanya jantung Celine seolah hendak lompat dari tempatnya.
"Apa maksudmu ??" D menatap Celine dengan serius.
Susah payah Celine meneguk ludahnya. Ia bahkan mengerjapkan kedua matanya beberapa kali.
"Em..em.. Aku..aku..- mmpptt" belum sempat Celine berkata apa-apa, D sudah menyambar bibir Celine dan menciumnya bahkan ia memperdalam ciuman itu.awalnya Celine begitu terkejut dan tak membalas ciuman itu. Namun seketika senyum dan bahagianya tiba-tiba muncul lalu dia memilih memejamkan mata dan membalas Ciuman D.
Keduanya tak saling berkata, Hanya suara decit pertukaran slavina yang terdengar, namun dari perlakuan sudah dipastikan hati mereka sudah terpaut menjadi satu hanya dalam hitungan hari saja.
Keduanya terengah-engah saat ciuman diakhiri, Celine yang malu karna menikmati ciuman D menunduk seraya menggigit bibir bawahnya.
Perlahan D mengakat wajah Celine agar bersitatap dengannya. "apa yang kau katakan serius ??"
"aku tidak pernah main-main. Bersamamu aku selalu nyaman dan bahagia."balas Celine.
D meraih tubuh Celine dan mendekapnya dengan erat. Baru kali ini diusia D yang sudah 34 tahun ia bisa jatuh cinta pada gadis muda yang tanpa sengaja bertemu dengannnya.
"Terima kasih.. Aku sangat bahagia" bisik D dalam eratnya pelukannya.
Celine pun menerima dan merasakan kenyamanan dalam dada kekar D yang tak tertutup blazeer itu.
Namun D seketika membuka pelukannya dan menatap Celine kembali. "Tapi aku bukan orang baik. Aku seorang mafia."Ucap D
"Yang aku tau, kau orang baik. Karna kau baik padaku.. Aku tidak masalah dengan pekerjaanmu, Apapun itu aku menerimanya" Balas Celine.
"Kau yakin ?? Hidupku banyak musuhnya ??"Ucap D lagi.
"Dan aku akan belajar menembak serta bela diri mulai sekarang."Balas Celine dengan cepat.
D yang sangat sulit tersenyum, malam itu tersenyum tipis seraya memeluk Celine lagi. "Aku berjanji akan selalu melindungimu.."
Celine menggangguk pelan. "Itu sangat pasti. Bahkan kita belum saling mengenal saja kau sudah menjagaku..aku mencintaimu tuan D." ucap Celine lirih pula.
.
.
.