
bab 139
.
.
Kedatangan Dania dikantor disambut beberapa karyawan yang melintas yang tak sengaja berpapasan dengan Dania.
tak jarang yang menawarkan sesuatu untuk istri bos mereka.
" Kalian Tau dimana ruangan Wanda ??" tanya Dania saat beberapa karyawan berhenti dan menyapanya.
" Dilantai 3 Nona. mau kami antar ??" Tawar karyawan perempuan itu.
" tidak perlu. terima kasih ya.." balas Dania dengan ramah.
Ia pun segera melangkah menuju Lift berada. Denis yang baru menyusul urung mengikuti sang kakak.
"Jika aku ikut nona wanda akan curiga." Gumam Denis.
Hingga Denis membalikkan tubuhnya dan memilih menuju kantin didalam kantor itu.
.
.
Dania terlihat bersemangat saat tiba dilantai 3. karna rasa kawatir pada Wanda, Dania sampai melupakan suami dan anaknya yang juga disana.
Baru saja Dania hendak mengetuk pintu, Riana terdengar memanggilnya.
" Dania.." Panggil Riana.
Dania pun segera menoleh. ia cukup senang sekaligus bahagia, Melihat Riana yang menggunakan setelan kerja yang amat rapi. Suaminya benar-benar mengabulkan semua keinginannya. Terlihat Riana berlari kecil menghampiri Dania.
" Hay.. kau juga diruangan ini ??" balas Dania seraya membuka tangan menyambut pelukan Riana.
" tentu saja. kami ditugaskan mengurus keuangan. jadi kami satu tim."balas Riana.
" Selamat ya, keinginanmu akhirnya tercapai juga.." Ucap Dania seraya memegangi kedua tangan Riana.
" Iya. semua berkat kau. jika bukan karna kau, aku tidak yakin tuan Tio akan mempekerjakan kami."Canda Riana.
Keduanya tertawa kecil bersamaan.
" Ini ruangan Wanda kan ??" Tanya Dania pada Riana.
" Iya. kau mau menemuinya ??" tanya Riana balik.
Dania segera menggangguk. "Aku kawatir padanya."
" kawatir ?? kawatir kenapa ??" tanya Riana yang memang tidak tau.
"kau tidak tau ?? denis bilang tadi..-"
ceklek..
pintu ruangan wanda nampak terbuka memperlihatkan Wanda yang sedikit terkejut saat melihat dua sahabatnya berdiri didepan pintu ruangannya.
" kalian ?? sedang apa disini ??" tanya Wanda keheranan.
" Wanda.." Dania menghampiri Wanda dan menerbitkan senyum seketika.
"Kau sibuk ?? kau tidak apa-apa kan ??" Tanya Dania. namun pertanyaan Dania malah membuat Wanda sedikit tak mengerti.
" sibuk sih tidak, tapi maksudnya tidak apa-apa itu apa ??" tanya Wanda.
" Kita masuk saja yuk.." saran Riana.
" Oh iya.. Dan, ayo masuk.." Ajak Wanda. Dania menggangguk dan mengikuti wanda masuk kedalam ruang kerja wanda.
" Kau kemari mau menemui tuan Tio atau anakmu ?? kau sudah baik ?? tidak mual lagi kan ??" kini gantian Wanda yang memberondong Dania dengan pertanyaan.
" Yang pertama aku kemari bukan untuk suami dan anakku, aku kemari karna ingin menemuimu, dan untuk mual sudah mulai berkurang."jawab Dania.
" Kenapa menemuiku ??" tanya Wanda lagi.
" Dania bilang dia kawatir padamu. memang kau sakit wan ??" Timpal Riana.
wanda nampak.menggelengkan kepala. "aku sehat."
" Bukan itu. aku kawatir kau sedih karna kejadian tadi pagi. Denis menceritakan semuanya padaku."Tutur Dania.
" memang apa yang terjadi ??" tanya Riana ingin tau.
Wanda segera menrebitkan senyum. "kau terlalu berlebihan Dania..aku tidak apa-apa kok."
" Hey aku bertanya !!!?" protes Riana.
Dania menatap wanda yang terlihat biasa. tak nampak kesedihan ataupun rasa apapun.
" kau yakin wan ??" dania memastikan.
" Dania.. berhenti mencemaskan aku, kau jangan sampai stres hanya karna masalah yang tidak terlalu penting begini..Usia kandunganmu masih sangat rentan."Tutur Wanda.
Riana mengerucutkan bibir sebab hanya ia sendiri yang tidak tau. ia memilih diam dan menjadi pendengar saja.
Dania menggenggam jemari Wanda. "Aku sangat kawatir kau akan terpuruk karna ucapan bajingan itu."
Wanda tertawa kecil. "Yang mereka katakan itu tidak ada yang salah Dan, hmm..aku hanya harus menguatkan diri agar terbiasa dengan cacian seperti itu. sebenarnya yang aku fikirkan bukan diriku sendiri, tapi suamimu Dan. Dia yang sudah membantuku hingga sekarang, tapi tadi aku malah mengacaukan mittingnya. aku merasa tidak enak."Terang Wanda.
" Jangan fikirkan hal itu. Aku akan bicara pada Tio nanti.. yang penting sekarang kau baik-baik saja."Timpal Dania.
" Aku baik Dan. aku tidak apa-apa."Balas wanda penuh senyum. Dania kini bisa bernafas lega, setidaknya wanda tidak terlalu terpuruk oleh ucapan orang yang menghinanya.
" Jangan lupa jelaskan padaku ya, kalian ini bisa-bisanya melupakan aku !!!" Protes Riana
" Kemarilah aku beritau ?!" Balas Dania dengan tawanya begitu pun dengan wanda.
.
.