
bab 159
.
.
.
" Berapa lama Riana disini wil ??" tanya Dania seraya mendekati Willy.
" Sekitar satu jam lebih Nona."Balas Willy dengan singkat.
" Kasihan sekali dia.."Dania merasa bersalah, karna menuruti kemauannya Tio harus stay disisinya. Tio yang melihat gurat kesedihan dimata sang istri segera mendekat.
" Jangan bersedih..Kan tidak setiap hari juga."Tio merengkuh pinggang Dania.
"Nona..Lebih baik Nona pulang saja. saya sudah lebih baik. Tidak baik untuk kandungan Nona jika berada disini Terlalu lama." Ucap Willy yang tak nyaman dengan tatapan Sang bos.
"Lalu kau disini dengan siapa ?? suamiku bilang kau tidak punya keluarga. tidak masalah Wil, kami akan menemanimu disini." balasDania.
Willy hanya mendesah lirih. sulit sekali bicara dengan istri bosnya yang keras kepala.
.
.
Riana tiba dikator dan langsung menuju Ruangan Wanda.
" Wanda.. aku dapat..-"
Riana sedikit terkejut saat melihat wanda ya g tertunduk berpangku tangan.
" Wand kau kenapa ??!!" Riana mendekati wanda.
Wanda langsung menengadah berusaha biasa saja.
" Kau ?? dari tadi ??"
" Kau kenapa ?? sakit ??" Riana menempatkan punggung tangannya dikening Wanda.
Wanda pun segera menghindar dan menurunkan tangan Riana. "Aku tidak apa-apa.."
" Kau yakin ?? kau terlihat pucat sekali Wan ??!"
" Iya Ri..aku hanya lelah menunggu kau datang."Wanda beralasan.
Riana memanyunkan bibir dan meletakkan berkasnya diatas meja.
" kau tau, aku harus menunggu tuan Tio kembali, dia sedang menuruti Dania yang ngidam..ah..Beruntung sekali Dania kita itu.."
" Kau iri ya ??" Goda Wanda.
"bukan iri Ri..tapi harapan semua wanita memang seperti itu.." Timpal Wanda.
"Ah..Dimana pria yang akan menjadi pendampingku ya ??" Riana bersandar dikursi dengan melipat kedua tangannya diperut
wanda melempar berkas pada Riana. "Pergilah menemui klien sana !!! Jangan membayangkan sesuatu yang aneh seperti itu !!"
" Wanda !!! kau mengganggu mimpiku !!!" Protes Riana.
Wanda hanya tersenyum melihat tingkah lucu temannya.
"Tapi tuan Tio bilang kau yang harus menemui Klien. bukan aku. soalnya aku harus memeriksa angka-angka sialan yang dirusak tikus-tikus sebelumnya." Ucap Riana saat sudah teringat.
Wanda terdiam seketika. setelah pernyataan perasaan Denis tadi,apakah mereka bisa bekerja bersama ??
" Wan.. wanda !!" Panggil Riana saat sadar Wanda melamun.
" ah..em..bagaimana jika aku yang periksa pekerajaanmu ?? kau yang menemui klien ??" Tawar Wanda.
Wanda memicingkan matanya. "Apa pertemuan pagi tadi kau menemui mantan tamu mu lagi ??"
Wanda segera menggeleng. "bukan.. aku hanya lelah."
" Alasanmu tidak masuk akal Wan..Tuan Tio yang menyuruhmu, aku yakin memang dia sengaja agar kau tidak takut jika bertemu mereka. lagian kau kan memang sudah tidak bekerja ditempat seperti itu !!?" Tutur Riana.
Wanda hanya mendesah lirih. ia pun bingung hendak beralasan apa.
.
.
Denis memutar arah mobilnya guna kembali kekantor sang kakak iparkarna ia harus kembali membantu Menemui klien.
"Kak Dania kenapa menjadi manja begitu sih, mintanya ditemani lagi !! Aishh.. nanti bagaimana jika wanda canggunh saat bersamaku !!?" Omel Denis dengan perasaan gusar.
hingga saat dia mengedarkan matanya, tak sengaja Denis melihat anak yang memakai pakaian SD tengah dipaksa dibawa oleh dua pria kekar dan satu wanita paruh baya.
"Wanita itu.." Denis langsung menghentikan mobilnya dan segera turun. ia berlari mengejar pria yang menggendong anak laki-laki itu.
" Hey !!! lepaskan dia !!!" Teriak Denis.
Wanita itu sontak menoleh dan membulatkan kedua matanya. "Sialan !!! dia lagi !!!" umpatnya.
.
.
.