Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Rumahnya keren



bab 171


.


.


.


Malam pun tiba, setelah menyelesaikan makan malamnya. Davi terlihat antusias menyiapkan Makanan dalam kotak.


Dania yang melihat itu segera menegur sang putra. " davi sayang.. itu makanan buat siapa nak ??"


" Buat paman Willy. Ayah bilang paman sedang sakit. jadi harus makan ayam. Ayam maaf ya, aku tidak menghabiskanmu, soalnya paman Willy membutuhkanmu juga."Davi berbicara pada paha ayam goreng.


Mama Hilda pun tersenyum terhibur saat melihat tingkah cucunya.


Tio yang baru keluar dari ruangannya menjadi pusat perhatian semua yang duduk didepan meja makan.


"Loh kok masih pakai celana pendek ??" tanya Dania seraya meneliti penampilan rumahan suaminya.


"Iya memang seperti ini kan aku kalau dirumah baby."balas Tio tanpa beban


" Kau lupa ?? kita mau menjenguk Willy ??!! lihatlah anakmu" Dania mengarahkan pandangannya pada Davi yang tengah sibuk menatap makanan.


Tio terkejut dan langsung mendekati putranya. saat sudah dekat, Tio begitu tak percaya dengan Tingkah putranya yang bagi Tio begitu perhatian pada Willy.


"Sayang..ini untuk apa ??" Tio bertanya pada Davi.


" Untuk paman Willy ayah. ayo katanya mau menjenguk paman" Ajak Davi.


"Jadi benar mau kesana ??!" Tio beralih pada Dania seolah tak percaya.


" Tentu saja.." Balas Davi


" Beres." Davi beralih pada sang Ayah."Ayo ayah.."Davi menarik lengan Tio.


" Iya..iya.. tunggu sebentar ayah ambil kunci mobil dulu ya.."


Dania hanya melipat kedua tangan seraya tersenyum saat Tio menatap dirinya.


.


.


.


" Memang rumah D jauh ya ??" Tanya Dania saat sadar jarak tempuh mereka sudah cukup lama.


"Iya. makanya aku kawatir Davi kelelahan."Balas Tio seraya melirik Putranya yang duduk dibelakang.


Dania pun turut menoleh kebelakang. "Davi lelah nak ?? kalau lelah kita istirahat dulu."


" Tidak buk.. davi mau ketemu paman willy dulu."Balas Davi sungguh-sungguh.


Dania dan Tio saling tatap. "Kenapa keras kepalamu menurun padanya.." gumam Tio.


"Kau mengataiku hubby ?!!!" Protes Dania


Dania hanya membuang tatapannya kearah lain.


Hingga setelah perjalanan cukup panjang Mobil Tio berhenti didepan sebuah rumah minimalis yang berterangkan lampu redup, rumah itu juga berjarak cukup jauh dari rumah-rumah yang lain.


Namun yang menjadi pusat perhatian Tio adalah mobil yang terparkir lebih dulu, yang diyakini Tio adalah milik Willy.


"Itu mobil Willy kan Hubby ??" tanya Dania yang segera turun begitupun dengan Davi dan Tio.


"Iya. ayo masuk." Tio menggandeng tangan Davi dan juga Dania.


"Sepi sekali yah ?? benar paman Willy disini ??" Tanya Davi.


"Iya sayang. Sebentar ya ??" Tio menghentikan langkahnya dan kemudian merogoh ponselnya guna menghubungi D.


tak lama terdengar panggilan terhubung..


"Buka pintunya. saya ada didepan." perintah Tio dengan tegas dan tanpa kata lagi Tio menutup panggilannya.


tak lama lampu besar terlihat menyala. dan pintu segera dibuka. beberapa pria juga keluar terlebih dulu disusul D menyambut kedatangan Tio.


Davi dibuat terkejut dengan semua itu. Rumah yang semula sepi dan temaram sekarang begitu terang.


"Selamat datang tuan dan Nona. maaf tidak menyambut anda." D menunduk hormat diikuti yang lain.


"Kenapa jadi formal begini sih !!? Kita kemari karna mau bertemu Willy."Ucap Dania yang begitu risih.


"Silahkan masuk Nona. Tuan, Tuan muda." D membuka jalan, dan Tio pun segera menggandeng dua belahan jiwanya masuk kedalam rumah itu.


Tiba didalam Mata Dania dan Davi disuguhkan sebuah desain indah nan elegan khas warna hitam. Dari luar terlihat kecil rumah itu namun saat tiba didalam ternyata begitu luas.


Disepanjang tembok banyak senjata laras panjang sebagai pajangan dari berbagai model.


" Wah.. rumahnya keren Ayah.." puji Davi yang begitu kagum.


"Davi suka ??" Tio menanggapi dengam bangga.


Davi menggangguk cepat. " Boleh Davi pegang yah ??!!"


" Davi itu bukan mainan. berbahaya untuk anak kecil." timpal Dania. yang membuat Davi langsung murung


"Tidak akan berbahaya jika dengan Ayah jangan murung ya.. kita kekamar paman willy dulu.." hibur Tio sembari terus menuntun Davi menuju kamar Willy.


Tiba didepan kamar Willy mereka dikejutkan denngan pemandangan tak terduga.


bahkan Dania sampai melongo dengan apa yang dillihat begitupun dengan Tio.


"Mereka..-"


.


.


.


.