Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kau yakin mau ikut denganku



bab 179


.


.


.


Karna rasa tidak tega, akhirnya D membawa Celine entah akan kemana. jika keMarkas dan semua melihat akan menjadi bahan perbincangan. D begitu frustasi dengan keadaan ini. apalagi saat tak sengaja D melirik Celine yang duduk disisinya dengan masih melamun dalam balutan kesedihan.


D membuang nafasnya dengan kasar. "Kau yakin mau ikut denganku ??" D memulai bercakapan.


Celine mengarahkan kepalanya dengan masih bersandar dan menggangguk. "Iya tuan."


"Kita belum saling kenal. seharusnya kau tidak boleh percaya padaku."D mencoba beralasan.


"Memang. Tapi anda saja bisa menolongku dan menemaniku dirumah sakit. saya sangat yakin anda orang baik. penampilan memang terkadang menipu."Tutur Celine lirih.


"Kenapa kau mudah sekali percaya padaku ?? jika aku ada niat jahat padamu bagaimana ?? aku bukan orang baik."Ucap D.


"Baik tidak nya seseorang hanya Tuhan yang bisa menilai."timpal Celine.


D kembali mendegus kasar.


"Tapi aku tidak punya rumah ??!!" Ucap D penuh frustasi.


"Lalu anda tinggal dimana ??" Tanya Celine tanpa ragu. entah mengapa Crline sangat yakin jika D adalah pria baik. bahkan namanya saja Celine belum tau.


"Aku tinggal bersama banyak pria. disebuah gedung." jawab D lirih.


" Itu malah menyenangkan. setidaknya aku akan punya banyak teman."Celine nampak bersemangat.


D menatap tak percaya dengan manik matanya yang tajam. Jawaban Celine benar-benar membuatnya bertambah pusing.


..


.


.


Denis menghentikan mobilnya karna sudah berputar-putar guna mencari keberadaan Celine.


"Kau kemana Cel, Jangan membuatku merasa bersalah begini.." gumam Denis. seraya merogoh saku jasnya mengambil ponsel, ia hendak mencoba menghubungi Celine lagi.


Layar ponsel menyala dan malah memperlihatkan gambar wanda yang meninggalkan jejak menghubungi Denis sejak tadi.


"Astaga.. Aku sampai tidak dengar Wanda telfon.." Denis buru-buru menghubungi Wanda. ia sampai lupa jika harus menjemput wanda.


"Halo sayang.. kau dimana ??" Tanya Denis saat panggilan sudah terhubung.


Denis memijit pelipisnya. "Maaf ya sayang.. bukannya aku tidak menepati janjiku, tapi aku ada pekerjaan mendadak. maaf sekali lagi ya, "


"Memang pekerjaan apa yang membuatmu sepagi ini keluar tanpa memberiku kabar ??" Tanya Wanda yang sedikit kesal.


Denis terdiam seketika. entah ia akan jujur atau bagaimana.


"Aku harus keluar kota."Ucap Denis berdusta.


" ya sudah. hati-hati. jangan lups beri aku kabar. aku hanya kawatir padamu." balas Wanda.


" Iya.. kau hati-hati juga kerjanya.aku tutup dulu."Tambah Denis.


setelah panggilan berakhir Denis mengusap kasar wajahnya. entahlah, ia cukup merasa bersalah dengan keadaan ini.


.


.


Mobil D berhenti didepan sebuah rumah minimalis yang begitu sepi. Celine meneliti sekeliling dimana rumah itu cukup jauh dari rumah yang lain.


D menyunggingkan senyum "Kau takut ??"


" Tidak. aku hanya mencari teman-temanmu. kau bilang tinggal bersama banyak pria disini. tapi kenapa sepi sekali ??!" Celine terus mengedarka matanya.


D membuang nafasnya dengan kasar. " ya sudah. kau mau turun tidak.?!!" D hendak turun


"Tentu saja." Celine buru-buru ikut turun.


Baru saja mereka berdua turun, pintyurumah itu segera terbuka memperlihatkan dua pria yang menunduk hormat pada D tak lupa mereka sedikit melirik Celine, wanita muda cantik yang bersama atasan mereka. mereka sebenarnya sangat terkejut melihat pemandangan langka seperti ini, mengingat D bukan tipe pria yang mudah dekat dengan wanita, apalagi wajahnya yang sangar.


D bisa melihat dua anak buahnya melirik kearah Celine. "Apa kalian lupa sopan santun ??" tegur D.


"Pagi tuan. maaf sebelumnya, kami hanya terkejut. Pagi Nona."Sapa mereka.


"Hay.. kalian menunduk terus. kenapa ?? Kita berkenalan yuk ??" Celine mengulurkan tangan kanannya. D pun begitu terkejut, bahkan sejak semalam mereka bersama tak ada perkenalan sama sekali.


dua pria itu saling tatap,


Dengan cepat D menarik tangan Celine lalu menarik Celine untuk masuk.melewati dua pria anak buahnya.


" E..ee.. tuan.." Celine begitu terkejut. namun D hanya diam dan terus membawa Celine masuk kedalam.


.


.