
bab 59
.
.
.
Sarapan pagi kini tidak ada lagi perdebatan. hanya senyum bahagia diwajah kedua anak manusia yang baru berbaikan itu. namun Dania tetap menjaga harga diri nya, ia juga tetap menggertak Tio yang sejak pagi terus menggoda dirinya.
Davi yang baru turun dengan bik Nanik menyapa kedua orangtuanya.
"Ibu.. Ayah.."
" wah.. anak Ayah sudah bangun ya.." Tio berdiri dari duduknya dan memeluk Davi dengan erat.
" Iya. Ayah dan Ibu pulangnya kapan ??" tanya Davi seraya menatap Ibunya yang tengah menyiapkan sarapan.
" maaf ya nak. semalam Ibu dan Ayah pulang terlalu malam. ada urusan yang harus kami selesaikan." balas Tio memberi penjelasan pada putranya.
" Davi sudah ya..Ayah mau kekantor dulu.." ucap Dania mengingatkan.
" Ayah kekantor lagi ??" tanya Davi pada Tio yang meneguk kopi hingga tandas.
" Iya sayang. kenapa nak ??" tanya Tio balik.
" Nanti Davi boleh kesana tidak ??" tanya Davi lagi.
" Davi.. Ayahnya mau kerja. untuk apa kesana ??" Tegur Dania.
" Mau lihat kantor Ayah Buk.." balas Davi.
" kan kemarin sudah. " timpal Dania.
" Tapi mau lagi !!" Balas Davi penuh permohonan.
Dania menatap Tio yang diam tak bergeming, Keheranan terjadi pada Dania.
Nampak sekali Tio tengah melamun entah memikirkan apa.
Alis Dania bertaut menjadi satu karna sadar Tio tengah berfikir sepertinya sangatlah berat.
" Tio.." panggil Dania.
hening Tio masih tak bergeming.
Davi mengikuti tatapan Dania kearah Ayahnya.
" Ayah.." Tangan Davi menyentuh Lengan Tio.
sontak Tio terperajak karna sentuhan dari Putranya.
" Iya sayang.." balas Tio seketika.
" Ayah dipanggil ibu." ucap Davi.
Tio langsung menengok kearah Dania yang menatap dirinya.
" ada apa ??" tanya Tio nampak.bingung.
" kau kenapa ?? Dania balik bertanya.
" aku ?? kata Davi kau memanggilku." balas Tio.
" Oh..em..Tidak, aku baru sadar jika aku ada mitting pagi ini." tutur Tio mencoba beralasan.
" Baiklah..Davi sayang Ayah berangkat dulu ya.." Tio nampak segera berdiri dan mencium pucuk kepala Davi.
" Nanti siang Davi antar makan siang ya Yah.." ucap Davi.
" baiklah. Ayah tunggu. jangan nakal dirumah." pesan Tio sebelum melangkahkan kakinya.
Tio menatap Dania "Aku berangkat."
Tio langsung melenggang keluar dengan segera.
Sementara Dania cukup penasaran dengan Tio masih Tidak terima dengan penjelasan Tio barusan.
" Em..Davi dengan bibi Sumi dulu ya.. Ibu antar Ayah kedepan." pesan Dania sebelum menyusul langkah kaki Tio yang sudah keluar dari rumah.
patuh, Davi mengangguk dan kembali menikmati sarapannya didampingi bik sumi.
.
.
" Tio !!" panggil Dania. panggilan itu sontak membuat Tio berhenti masuk kedalam mobil.
" iya sayang... mau cium ??" Goda Tio.
" Tio aku serius !!" protes Dania.
" iya..iya..Ada apa ??" Tanya Tio seraya tersenyum.
" sebenarnya kau kenapa ?? apa ada masalah ?? kau nampak memikirkan sesuatu sejak tadi ??" tanya Dania yang tidak bisa sabar.
Tio pun juga bingung mau menjelaskan bagaimana. "nanti saat makan siang bisa temani aku ??" Tawar Tio.
" Aku bertanya Tio !!" protes Dania.
" Iya. jika kau mau menemaniku kau akan tau jawaban dari pertanyaanmu." Balas Tio.
Dania mendegus kesal. selalu begitu.
" Baiklah. tapi nanti sebelum kekantormu aku mau menjenguk Riana kerumah sakit." Tanpa sadar Dania meminta ijin dengan Tio.
" Iya. tapi kau harus bersama mereka." Tio berkata demikian seraya menunjuk beberapa pengawal yang stay didepan rumah.
" itu terlalu berlebihan Tio !! kau tau aku juga bisa menjaga diriku sendiri !!" Dania nampak tak terima.
" Tetap saja. Lihatlah lenganmu saja masih sakit jika disentuh. jika tidak mau dengan mereka, kau akan dikurung dirumah." balas Tio.
" kau menyebalkan !!!" Timpal Dania yang memilih langsung berlari masuk.
sementara Tio menyeringai tipis melihat Dania yang nampak kesal.
" Ikuti Nona kalian kemanapun. pastikan dia aman bersama anakku," perintah Tio pada beberapa anak buahnya dan kemudian Tio langsung masuk mobil guna menuju tempat kerjanya.
.
.
.