
bab 115
.
.
.
Tawa Tio menggelegar memenuhi Ruangan kerjanya kala ia tak kuasa menahan tawa melihat kelucuan istri tercintanya yang amat serius menanggapi ucapannya.
Dania semakin dibuat tak mengerti dengan Suaminya itu. "Hubby.. kenapa kau malah tertawa ??"
"Aku gemas sekali denganmu baby.." Balas Tio dengan sisa tawanya dan dengan cepat menghujani wajah Dania dengan ciuman penuh Cinta.
" kenapa begitu ??" Tanya Dania masih belum faham.
" Aku hanya bercanda sayang..Kau tidak perlu memakai pakaian seperti itu jika memang tidak bisa.. aku hanya ingin mengerjaimu saja.. maaf ya membuatmu canggung.." Terang Tio yang tidak bisa berlama-lama membuat Dania kebingungan.
" Jadi kau mengerjaiku Hubby ??!!" Ulang dania seakan tak percaya.
" Ya..tapi jika kau berniat memakainya aku akan sangat suka." balas Tio dengan segera.
Dania memukul pelan Dada Tio.
" Kau ini suka sekali membuatku terlihat bodoh !!" Protes Dania.
" Hey..hey.. jangan menggodaku ya.." tio menangkap tangan Dania yang hendak kembali memukul Dadanya.
" tuh lagi.. siapa juga yang menggodamu !!!" Timpal Dania.
" Ini.. kau terus memukul dadaku, kau kan tau aku sangat sensitif jika dipegang disini.." Bukannya menurunkan tangan Dania, Tio malah meletakkan kembali tangan Dania.
" Hubby !!!" Protes Dania lagi.
dan Lagi tawa Tio terdengar cukup lepas.
" Kau menyebalkan !!!" Umpat Dania yang mulai kesal.
" ok..ok. sudah, aku tidak akan tertawa lagi..jangan marah dong.." Balas Tio.
" Ya sudah. kau lanjutkan pekerjaanmu, jangan tidur terlalu malam dan jangan dipaksa bekerja jika kau memang sudah lelah. aku akan kembali kekamar." saran Dania mengakhiri godaan suaminya.
Dania menerbitkan senyum dan membelai kepala Tio. "Kau juga jangan tidue terlalu malam. aku tunggu dikamar ya..??"
" Ok baby.. I Love You.." ucap Tio.
" I Love You to hubby.." balas Dania seraya berinisiatif menyesap bibir suaminya dan kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Tio.
Masih ada sisa senyum dihati Dania saat sudah diluar. apa lagi keluguannya yang mengira Tio benar hendak menyuruhnya menggunakan pakaian terbuka seperti itu
Tiba dikamar Dania membaringkan tubuhnya diranjang, namun saat melihat lingery yang ia buang tadi, Dania memungutnya
sembari menatap, Dania mengingat dan merasakan memakai lingery l.
otak Dania tiba-tiba berfikir keras. memikirkan ucapan Tio
" Oh..aku pakai saja. dan menunggunya disini. Tidak akan ada yang tau." Gumam Dania yang mengingat sorot mata Tio yang memintanya menggunakan lingery itu.
.
.
Pukul tengah malam Tio menuju kamar guna beristirahat. Saat membuka pintu kamar dan sudah menutupnya, Netra Tio melihat sang istri yang terbaring memejamkan mata tanpa memakai selimut. namun bukan itu yang membuat Tio terkejut, tapi Pakaian Dania yang entah sejak kapan sudah berganti dengan lingery tipis pemberiannya.
Nampak jelas lekuk tubuh Dania yang indah meski Dania hanya tertidur. Tio kesusahan meneguk air liurnya, saat melihat Dania.
Dengan penuh semangat Tio menghampiri Dania dan ikut berbaring disisinya. sudut bibir Tio terangkat seiring dengan perlakuan Tio yang memilih menyesap bibir Dania.
sang pemilik bibir terbangun kala Tio berusaha memperdalam ciumannya. " Hubby.." Panggil Dania lirih. namun Tio hanya menjawab dengan kedipan salah satu mata dan terus me ***** bibir Dania.
Saat sudah terbangun, bukannya menghentikan, Dania malah membalas Ciuman Tio. decitan pertukatan slavina begitu terdengar ditelinga kedua orang itu.
Jangan ditanya lagi, Tangan Tio juga sudah bergerilya menggerayangi tubuh Dania yang hanya terbalut lingery tipis yang memang membuat nafsu Tio bangkit.
.
.
.