
Bab 204
.
.
.
Didalam rumah sudah ada dua pelayan yang menyambut kedatangan D dan juga Celine. Mereka digiring menaiki tangga menuju kamar utama.
Mata Celine kembali dimanjakan saat pintu kamar terbuka. Kamar itu sudah dihias begitu indah dengan banyaknya kelopak bunga mawar merah diatas ranjang berbentuk Love.
"Aah.. Kak.. Kau yang menyiapkan ini ??" Tanya Celine masih begitu terpesona.
"Bukan. Mungkin tuan Tio."jawab D yang cukup risih melihat dekorasi yang ada dikamar itu. Maklumlah, D bukan tipe orang yang menyukai warna-warna cerah.
"Jika perlu sesuatu panggil kami saja tuan dan Nona. Kami permisi dulu. Untuk pakaian, Kami juga menyiapkan semuanya didalam walk in closet diujung sana. " sang pelayan menjelaskan.
"Terima kasih bibi.."balas Celine dengan ramah.
Sang pelayan menggangguk dan segera keluar. Pintu kamar kembali tertutup.
Celine mengangkat gaunnya meneliti seluruh kamar yang begitu luas itu.
Sementara D segera membuka jasnya, lalu menggulung lengan kemejanya.
"Kau mau mandi ??" tawar D.
"Nanti saja. Aku mau melihat-melihat kamar kita dulu.."balas Celine.
D hanya menyunggingkan senyum dan memilih masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hingga tak lama D sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian, Celana pendek dan kaos putih sebagai pilihannya. Rambutnya yang basah membuat fikiran Celine traveling entah kemana saat ia bisa melihat jelas D tanpa pakaian formalnya.
Celine buru-buru mengalihkan pandangannya saat D membalas tatapannya. Ia tidak kau sampai ketahuan memperhatikan, akan malu sekali nanti.
"Em..aku juga mau mandi.."celine buru-buru masuk kedalam kamar mandi. Hal itu membuat D tertawa kecil, Sangat lucu sekali karna wajah merah Celine bisa dilihat oleh D.
Pintu kamar mandi terbuka lagi saat D hendak meletakkan handuknya.
"Ada apa ??" tanya D.
Celine menggigit bibir bawahnya. "Em..tolong bukakan kancing gaunku kak.. Tanganku tidak sampai.." Ragu-ragu Celine meminta tolong.
D menghampiri celine yang melongok dipintu kamar mandi.
Entah mengapa jantung Celine malah berdegup dengan cepat saat D ada dihadapannya.
"Kenapa tidak keluar ?? Bagaimana aku membuka gaunmu jika kau seperti itu ??" Tegur D.
"Oh.. Em.. Iya.."Celine gelagapan dan buru-buru keluar membalikkan tubuhnya membelakangi D.
"Su..-"
Brakk..!
Baru saja D akan bicara Celine sudah berlari masuk dan menutup pintunya. D hanya kembali tersenyum. Celine mengusap dadanya beberapa kali.
"Oh.. Celine.. Rileks lah..Huh.. Bahkan malam pertama belum dimulai.."gumam Celine sendiri.
.
.
Celine keluar dengan menggunakan piyama mandi rambutnya juga sudah digulung menggunakan handuk. Saat diluar, Celine tak mendapati D bahkan saat Celine sudah keWalk in closet mencari pakaian D tidak ada.
"Kemana dia ??" gumam Celine.
mata Celine membulat sempurna saat Sebuah pakaian aneh bertengger dilemarinya. Buru-buru Celine menutup pintu lemari itu.
"Pakaian apa itu tadi ??!" Tanya Celine sendiri.
Kembali Celine membuka Lemarinya dan mengambil pakaian serba tipis yang Celine yakini adalah sebuah lingery.
"Apa aku harus pakai ini seperti dinovel-novel ??" Tanya Celine sendiri.
"Kak D suka tidak ??" kata Celine lagi.
"Tapi kak D kan suamiku, pahala loh menyenangkan hati suami.." celine terkekeh sendiri lalu entah bisikan setan dari mana Yang membuat Celine malah memilih memakai Lingery berwarna hitam itu.
D kembali kekamar dengan dua gelas teh hangat yang sengaja ia buat untuknya dan untuk Celine.
Baru saja masuk, D sedikit heran karna lampu kamar yang temaram sengaja dimatikan.
Aroma lavender menyeruak dihidung D membuat pria dewasa itu sedikit bingung.
"Cel.." panggil D yang tidak mendapati Keberadaan Celine.
sebuah pelukan dari belakang diterima D . D faham.betul tangan itu miliknya Celine.
Seketika D memutar tubuhnya. Dan betapa ia amat terkejut.
" Apa ini ??!!!"
.
.
.