
bab 111
.
.
.
Pelukan Tio terbuka saat dua pelayan pria datang dengan mendorong Meja roda yang diatasnya terdapat Kue ulangtahun.
Kembali dan kembali, Dania dibuat bahagia kala melihat kue yang kini sudah dihadapannya.
" This to me ???" Dania kembali menatap Tio yang nampak menggangguk.
Tio mengambil kue yang sudah disisi mereka.
ia pun segera menyalakan lilin diatas kue itu.
Tio mendekatkan kue dihadapan Dania.
" Selamat ulangtahun sayang.. maaf aku tidak bisa memberimu apapun. Aku juga belum bisa menjadi suami dan ayah yang baik, tapi aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik." Ucap Tio yang kembali menatap lekat Dania.
" Ini indah sekali kuenya..Hubby.. terima kasih.." Balas Dania yang sudah tak bisa berkata apapun lagi.
" Baiklah..Berdoa dan tiup lilin ini.." Pinta Tio.
Dania menggangguk penuh semangat. ia dengan menunduk memejamkan mata memanjatkan doa hingga setelah beberapa saat Dania membuka mata dan mengatur nafas perlahan Dania meniup lilin diatas kue yang berada ditangan Tio.
Tio mengecup kening Dania. "semoga kau selalu panjang umur dan diberi kesehatan, Jadilah istri, Ibu, teman, Adik, dan rekan debat sepanjang usiaku.. jangan berpaling jika aku sudah tua nanti, Uangku juga tidak akan habis meski kau setiap hari membelajakannya, jadi jangan berfikir mencari pria yang lebih kaya." celoteh Tio. hal itu sontak membuat Dania terkekeh dengan tawa yang akhirnya keluar juga.
" Kenapa malah tertawa ??" Tanya Tio.
" Yang kau katakan itu..ha..ha..ha.. Ya ampun.. hubby, kenapa otakmu banyak sekali fikiran negatif seperti itu.." Balas Dania dengan sisa tawanya.
" Aku kan mengatakan fakta, aku takut kau berfikir aku bisa bangkrut dan mencari pria lain yang punya banyak uang diluar sana.." timpal Dania.
Dania menghentikan tawanya dengan menatap lekat wajah Suaminya. Tanpa berkata apapun, Dania meraup bibir Tio dan memperdalam ciumannya.
Mendapat kejutan tak terduga dari istrinya membuat Tio sedikit terkejut dengan aksi Dania. Dan dengan senang hati Tio pun membalas ciuman itu.
Pertukaran slavina begitu terasa memenuhi seluruh isi Kamar yang terhias indah,
Sudut bibir Tio terangkat dan kembali menyambar bibir Dania.
Kini mereka saling pa ngut dengan berjalan mendekati ranjang.
Sumpah demi apapun, sejak tadi Tio sudah sangat ingin melakukan lebih terhadap Dania.
Hingga Tio melepas bibir Dania dan malah turun keleher jenjang Dania. mengecup dan bergerilya disana hingga hal itu membuat Dania memejamkan mata saat tubuhnya meremang seiring dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan Tio.
Jas dilempar Tio sembarang arah dan lagi terus lagi, menggapai bibir Dania yang sangat menjadi candu bagi dirinya.
Tangan Tio pun juga sudah menari ditempat dimana kesukaannya berada.
Bahkan Gaun Dania sudah turun hingga sepinggang bahkan Penutup Dua buah gunung himalayanya terlihat sempurna dan dengan cepat Tio membuka penghalang mainannya.
Tanpa sadar Dania men de sah saat Tangan Tio bermain dipucuk gunung himalayanya. sembari memejamkan mata, Dania memggelincang kegelian, sensasi yang diberikan Tio benar-benar membuat Dania terlena dan ingin sekali segera melakukan penyatuan.
Dan benar saja, Tio pun tanpa lama segera membuang pakaian yang melekat pada dirinya hingga kedua kini sama-sama polos dengan bibir saling menyatu.
Penyatuan na fsu cinta terjadi lagi, Tio pun sangat bersemangat menghujam inti Milik Dania dengan hentakan yang memiliki ritme Cukup cepat. suara seksi Dania diiringi Le ngu han Tio begitu memenuhi seisi kamar kala keduanya sudah mencapai puncak kenikmatan.
.
.
.
Haredang..haredang..😁😁😁
Butuh pendingin nih kayaknya 😂😂😂
hayoo loo.. jangan dihayati berlebihan, Ntar keluar lagi 🤭🤭🤭
canda Remahan otor 😁😁😁
Like, Like.. Ngerumpi dikoment juga diharuskan loh ya..👍👍
.
.