
bab 89
.
.
.
Selesai acara sarapan, Semua berpamitan pada Tio dan juga Dania.
Attalah beserta istri dan anak-anaknya juga sudah pergi terlebih dulu.
" Mama pulang kerumah Tio saja bagaimana ??" tawar Tio.
" Terima kasih Tio. tapi mama pulang saja kerumah mama." Balas mama Hilda.
Dania menatap sendu sang mama, yang langsung dibalas Mama Hilda.
" Jika sudah ada waktu pulanglah kerumah Dania. Rumah dimana masa kecilmu dulu." ucap mama Hilda.
" Iya ma. pasti." Balas Dania yang tidak tau akan berkata apa.
"Sebenarnya mama masih ingin bersama kalian, Tapi Terapy cucu harus yang utama." ucap mama Hilda.
" Mama tenang saja, selesai dari rumah sakit, kita segera kerumah mama." balas Tio
" Terima kasih nak Tio.. mama tidak tau harus mengatakan apa dengan semua yang kau lakukan."tutur mama Hilda..
" Dania..Kau sangat beruntung mendapatkan suami seperti Tio." ucap mama Hilda, Dania hanya tersenyum, ia memang sangat bersyukur dan bahagia bisa dicintai pria seperti Tio.
" Dania.. aku pulang dulu ya.." pamit Wanda seraya menggandeng lengan putranya.
"Tuan Tio saya permisi pulang dulu." Wanda pun berpamitan dengan Tio.
" Terima kasih ya Wan, sudah membantu sampai sekarang." Balas Dania yang tak lupa memeluk Wanda.
" sama-sama.. dan akhirnya kau sudah bahagia, semoga kalian bahagia selalu, segera mendapat momongan lagi, langgeng sampai maut memisahkan." Tutur Wanda.
" terima kasih wan.. aku harap kau bisa bahagia juga, dan keluar dari lingkaran hitam Miss Ayla."balas Dania.
" Suamimu Tuan Tio sudah melepaskanku dari miss Ayla Dania.. aku sudah hidup normal sekarang," timpal Wanda.
Dania langsung menatap Tio yang setia menunggu seraya menggendong Davi.
" Lalu sekarang kau tinggal dimana ??" tanya Dania.
" dikontrakan yang kau pakai dekat dengan Riana. Tuan Tio sudah mengambil alih kontrakan disana, jadi kami berdua tidak membayar sewa selama tinggal disana." tambah Wanda.
Dania kembali dibuat tak percaya dengan yang didengar. sebaik itu suaminya, bahkan semua diluar fikirannya.
" Kau jangan berfikir macam-macam ya, Tuan Tio memang menjanjikan itu jika kalian berhasil bersatu. kami bekerja ekstra merayumu kan.. supaya kau mau menerima tuan Tio." terang Wanda.
Dania tersenyum dan memeluk wanda lagi. "Aku tidak tau harus berkata apa.. tapi kalian sangat matre sekali.." Wanda tertawa kecil dibuatnya. begitupun dengan Dania.
" Oh ya, Riana mana ??" tanya Dania saat sadar Satu temannya tidak ada.
"Tadi dibelakang ku, tapi kemana dia ??" Balas Wanda yang juga kehilangan.
" sudahlah, mama berangkat bersama sopirku saja. aku tau mereka ada dimana." ucap Tio.
" Maksudnya ??" Tanya Dania seraya melihat kearah Tio.
Tio nampak memutar tubuhnya dengan malas.
.
.
Entah mengapa Denis mengajak riana kelorong dengan tiba-tiba saat Mereka semua hendak keluar dari hotel.
" Mereka akan mencari kita. kenapa kau membawaku kemari ??" Tanya Riana.
" Aku hanya mau meminta maaf." jawab Denis dengan singkat.
" apa ??" Riana seolah tak percaya jika hanya itu yang dikatakan Denis.
Denis tertunduk dan mengatur nafasnya. "Aku benar-benar minta maaf kak."
" Ok..hanya maaf kan ?? aku sudah memaafkanmu Denis, lagian kau juga tidak bersalah, dan seharusnya jika hanya meminta maaf kau tidak perlu membawaku begini, Jika mereka sadar kita tidak ada mereka akan berfikir negatif pada kita.." terang Riana.
" Memangnya kenaoa kalau kita dekat ??" Tanya Denis.
Riana hanya membuang nafas dengan cukup kasar. "sudahlah, aku harus pergi." Balas Riana yang pergi begitu saja.
Denis hanya bisa menatap kepergian Riana. dan entah mengapa Denis tidak mau jika Riana berfikir macam-macam terhadap dirinya.
.
.
.
Tio dan Dania tiba dirumah sakit Guna membawa Davi terapy kembali.
Sengaja Tio sudah membuat janji agar bisa segera bertemu Mike, dokter yang menangani Davi.
Dan mungkin keberuntungan masih berpihak pada Dania dan juga Tio, Diluar ruangan Praktek Mike tak ada pasien.
" Tumben tidak ada yang mengantri ??" ucap Dania.
" Mungkin rezeki kita sayang ." balas Tio dengan asal..
" Ayah.. om dokter didalam kan ??" tanya Davi.
" tentu saja. ayo kita masuk.." Ajak Tio dengan antusias.
Davi menggandeng tangan Tio dan Dania masuk keruangan Dokter Mike.
sorot kebahagiaan terlihat jelas diwajah Tio dan Dania.
.
..