Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
100% siap



bab 72


Dania melenggang santai untuk kembali keruangan Tio. Sesekali ia menebar senyum saat beberapa karyawan melintas menyapa dirinya.


Tio yang didalam merasa Jawaban Dania belum menandakan maaf, Masih gusar tak karuan. bahkan piring makannya masih penuh dengan makanan dan belum ia makan Sampai Dania masuk membawa Teko air putih.


" Ibu.. Davi haus.." ucap Davi


" oh.. maaf sayang.." Dania buru-buru menuangkan air untuk Davi. namun saat melihat Tio belum memakan makanannya Dania menatap Tio yang juga menatapnya penuh harap.


" Kenapa ?? makanannya tidak enak ya ??" tanya Dania.


" Mana aku bisa makan kalau kau tidak menanggapi maafku ??!!" balas Tio


Dania tersenyum dan duduk disisi Tio setelah memberikan gelas air putih untuk Davi.


" Memangnya kau bersalah padaku ??" tanya Dania.


" Tentu saja !! Si Hany itu yang terjatuh tiba-tiba, itu membuat aku reflek. aku benar-benar tidak sengaja memegang tubuhnya.. sungguh !!" Tio kembali menjelaskan.


Dania menerbitkan senyum seketika. "Ingat Tio. Kau bukan siapa-siapaku, mau kau memegang siapapun itu bukan urusanku,"


Netra Tio membulat. "maksudmu ?? kau bilang mau memulai semuanya ??!!" protes Tio.


" Aku tau. Tapi kita tidak memiliki ikatan untuk saling mengekang. kau bebas melakukan apapun dan dekat dengan siapapun selama ikatan kita hanya karna Davi, Begitupun denganku, aku juga bebas melakukan apapun dan dekat dengan siapapun." terang Dania dengan santai dan jelas.


" Kenapa begitu ???!!! tidak !! tidak !! aku tidak setuju !!" protes Tio lagi.


" Setuju atau tidak, memang itu kan kenyatannya" Timpal Dania dengan tersenyum. dan segera mengambil makan untuknya dan menikmati makanan dengan lahap.


Tio bisa melihat Dania nampak santai dengan makannya. "Aku tau maksudmu Dania..tunggu nanti malam Dania.." batin Tio.


" Ayah.. coba pudingnya. enak sekali ?" Davi menghampiri Tio dan menyuapi Ayahnya.


" Emmm.. iya, ini enak sekali.." puji tio saat suapan Davi mendarat dimulutnya.


Dania nampak enggan menanggapi, ia lahap menyantap makan siangnya. melihat hal itu Tio berusaha diam dan tidak protes, hanya hitungan jam, ia akan membuktikan keseriusannya.


Dari akan mulai mitting siang itu sampai akhir mitting, Tio memarahi hany hingga beberapa kali.. bahkan entah Memang pas saja atau memang dibuat oleh Tio, Hany terus membuat kesalahan.


Hany tertunduk dengan meremas jemarinya. bahkan dihadapan Attalah rekan kerja Tio pun, Tak henti-hentinya Tio menyalahkan Hany.


" Jika sampai klien kita tadi gagal menjalin kerja sama, aku akan memecatmu Hany !!" ancam Tio dengan nampak serius lalu pergi meninggalkan Hany diruang mitting.


Attalah segera mengekor menyusul Tio.


" Hey, kenapa kau semarah itu pada Hany ??" tanya Attalah sedikit heran. sebab tak biasanya Tio memarahi Hany sampai seperti itu.


" Apa kau buta !!? kau tidak lihat, dia sejak awal membuat kesalahan terus.. selama ini dia selalu profesional dan bisa diandalkan, kenapa hari ini dia main-main !!" tutur Tio.


" Iya, aku tau. tapi kau tidak harus memarahinya sampai seperti itu.." timpal Attalah.


" Ya sudah. Kau tenangkan saja dia !! apa susahnya." balas Tio.


" sembarangan !! aku kan hanya heran saja. kau marah sampai seperti itu !!" ucap Attalah.


" gara-gara dia Dania mengabaikanku !!" gumam Tio lirih namun masih bisa didengar Attalah.


" Jadi gara-gara itu !!?" Balas Attalah.


" biasa saja !! jangan berlebihan begitu !!" Timpal Tio dengan malas.


" memangnya Hany melakukan apa ??" tanya Attalah ingin tau.


" Kau kepo sekali sih !!? Hubungi mereka persiapannya sudah semua belum ??!! nanti malam aku sudah membawa Dania ternyata belum siap !!" omel Tio.


" kau tenang saja. selesai 100% kau tinggal ajak Dania saja." Attalah mengacungkan jempolnya.


Tio membuang nafasnya perlahan. " dania.. semoga kau menerimaku.." gumam Tio lirih dengan penuh harap.