Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
obrolan Denis dan Willy



bab 140


.


.


.


Denis nampak cukup malas berjalan. rasa ingin taunya entah mengapa tiba-tiba muncul, bahkan sepanjang jalan menuju Kantin kantor, Denis terus menggerutu merutuki dirinya yang entah mengapa sangat ingin tau sekali.


Ketika Ia mengedar mencari tempat duduk, Perhatiannya terarah pada Willy sang pengawal keponakannya yang menyendiri dengan secangkir kopi dihadapannya.


sudut bibir denis terangkat, ia lalu memilih menghampiri Willy saja, setidaknya ia bisa mengobrol dengan pria kaku itu.


Willy yang nampak melamun tak menyadari kehadiran Denis yang kini sudah dibelakangnya.


" Wah..kopimu bisa diminum lalat jika kau tinggal melamun begitu Wil." tegur Denis yang tanpa permisi langsung duduk dihadapan Willy.


" Eh tuan Denis.. maaf, maaf, Saya tidak tau.." balas Willy yang terkejut.


" Santai saja. apa yang kau fikirkan ?? kau dimarahi kak Tio ??" Tanya denis tanpa sungkan.


" Tidak tuan. Saya hanya disuruh menunggu tuan Tio yang bermain dengan tuan muda Davi." Balas Willy penuh sopan.


" Wil, aku kan sudah katakan jangan memanggilku tuan, kau membuatku lebih tua sekali !?" Protes Denis.


Willy menerbitkan senyum tipisnya. "Tapi saya tidak enak tuan."


" Kau tidak enak dengan siapa ?? Kak Tio ??!! ya ampun, pria seperti itu saja kau takut " Timpal Denis.


Willy hanya menerbitkan senyum lagi. ia tak mungkin mengatakan siapa Tio dan siapa dirinya. karna semua adalah rahasia sampai kapan pun.


" Kita ini seumuran kan ?? Jadi berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikkan seperti itu."Tambah Denis.


willy hanya menanggapi dengan senyuman saja.


" Mau saya pesankan kopi ??" Tawar Willy mengalihkan topik.


" Boleh. jangan terlalu manis saya sudah manis."Canda Denis.


Willy tertawa kecil saat candaan Denis terlontar.


Segera Willy memesan kopi sesuai keinginan Denis.


" Anda sendiri sedang apa disini ??" tanya Willy balik.


" Maaf.."Timpal Willy.


" Tidak apa-apa. aku hanya kemari mengantar kakakku, dia mau menemui temannya, Nona wanda."Tutur Denis.


Willy menggangguk pelan. sejak tadi otaknya berputar juga memikirkan wanita dewasa itu, Tapi Willy sendiri tak tau kenapa.


" Wil, kau tau sesuatu tentang Nona Wanda ??" tanya Denis.


" Sesuatu apa ?? saya kan baru mengenalnya. saya juga tidak bekerja bersama." terang Willy.


" Iya juga.."Denis melipat kedua tangannya didepan dada.


" Anda sepertinya sangat tertarik dengan Nona wanda ya ??" Terka Willy.


" Entahlah, aku hanya kasihan saja. tadi sewaktu mitting dia menangis sedih sekali," Tutur Denis.


" menangis ?? memang kenapa ?? apa ada yang menyakitinya ??" Tanya Willy tanpa sadar, bahkan raut wajahnya nampak kawatir.


Denis yang tak menatap Willy tak menyadari jika willy begitu sangat kawatir.


"Hmm..Klien kami menghina Nona Wanda, meski dia mantan wanita malam, seharusnya tidak boleh bicara seperti itu.." Denis bercerita.


Tanpa sadar Willy mengepalkan kuat tangannya. "Dari perusahaan mana mereka ??"


" FgGroup dan HNgroup."Balas Denis dengan lirih


" Eh, kau tidak terkejut aku mengatakan Nona wanda mantan wanita malam ?? kau sudah tau ??" Tanya Denis seketika dengan menopang dagu menggunakan tangannya.


" oh.. itu, Em..saya memang sudah tau. karna dulu tuan Tio menyuruh saya menyelidiki keberadaan Nona Dania dan saya mulai menemukan Nona Dania melalui Nona Wanda."Terang Willy dengan jujur.


" Benarkah ?? wah..kau Seperti seorang intel saja.." Puji Denis.


" anda terlalu berlebihan."balas Willy terus merendah.


" Aku tidak menyangka kau sangat hebat. Alm. papaku saja sulit menemukan Kakakku, kau dan kak Tio begitu mudah menemukannya.."Kembali Denis melayangkan pujian.


Willy hanya menerbitkan senyum tipis kembali. " Semoga aku tidak sampai keceplosan" Batin Willy


.


.


.