Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Hilang



bab 151


.


.


.


Sinar mentari meninggi seiras dengan memutarnya arah jarum jam didinding Pertanda pagi mulai menyapa dunia. Hiruk pikuk keramaian sudah mula terlihat, dan beberapa aktivitas orang-orang sudah mulai dilakukan.


Dirumah Tio, mama Hilda kebingungan dan cukup kawatir, Denis semalam ternyata tidak pulang, bahkan saat ini tidak bisa dihubungi.


Hal itu membuat Dania dan Tio yang baru turun keheranan.


" Mama Kenapa ?? kok gelisah begitu ??" Tanya Dania seraya duduk didepan meja makan begitupun dengan Tio.


" Adikmu semalam tidak pulang. ponselnya juga tidak bisa dihubungi." balas mama Hilda.


" tumben sekali, biasanya dia memberi kabar kan ma.." timpal Dania.


" Mungkin dia diresto, Kemarin saat pulang bersama, dia bilang akan memeriksa laporan keuangan bulanan diresto miliknya. "Ucap Tio


" Tapi meski selarut apapun, Denis biasanya tetap pulang lo Nak Tio.." Tambah mama Hilda.


" Coba aku hubungi restonya saja."usul Tio.


Semua menggangguk setuju, namun baru saja Tio mulai membuka kunci dilayar ponselnya Teriakan Davi mengalihkan perhatian semua yang ada dimeja makan.


" Ayah..!! Ibu..!! Paman Willynya hilang !!!" teriak Davi yang berlari kecil mendekati meja makan, dari arah kamar Willy sang pengawalnya.


" Hilang ??" Dania pun turut kawatir dan mendekati Davi menyambut putranya penuh kasih sayang, ia takut Davi histeris karna hal tersebut.


" Mungkin Paman Willy sedang dikamar mandi Sayang.." Ucap Dania seraya mengusap kepala Davi.


" Benarkah ?? tapi kenapa sepi sekali dikamar paman willy ??!!" Tanya Davi dengan sangat polos.


" Coba aku lihat." Tio pun segera berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamar dua pria yang ia anggap adik itu.


Tio mulai dari kamar Denis. terlihat Tio meneliti seisi kamar yang sepi tak berpenghuni, Bahkan tempat tidur denis terlihat masih rapi. selesai Tio beralih kekamar Willy, Alis Tio bertaut menjadi satu saat melihat tempat tidur Willy juga terlihat rapi.


" Kemana dua anak muda itu.." Gumam Tio yang langsung menempelkan benda pipih ditelinganya.


" Kalian masuklah !!" perintah Tio dengan tegas, seraya keluar dari kamar Willy berjalan untuk kembali kemeja makan.


" Bagaimana ?? ada tidak willynya ??" Tanya Dania penuh harap.


Tio segera menggeleng. "Bibi !!!"


Bik sumi yang ada didapur segera berlari kecil mendekat karna panggilan bos besarnya.


" Ada apa tuan ??" Tanya Bik sumi saat sudah dekat.


" Semalam saya tidur pukul 23.00 tuan, Tuan Denis belum pulang, kalau pagi tadi saat saya bangun pukul 04.00 pagi, Saya tidak melihat Tuan Willy keluar dari kamarnya." Terang bik sumi dengan jujur.


Tak lama penjaga yang berada diluar berjalan masuk mendekati Tio seraya tertunduk.


" Kenapa mereka masuk ??" tanya Mama Hilda keheranan. sebab Tio selalu melarang mereka untuk masuk kedalam rumah.


" Aku akan bertanya pada mereka ma." Balas Tio dengan lembut.


Tio mendekati beberapa anak buah yang ia tugaskan menjaga rumahnya 24 jam nonstop.


" Kalian semalam berjaga ??" Tanya Tio dengan pelan namun penuh penekanan.


" Siap jaga tuan. Ada apa tuan ?? apa anda kehilangan sesuatu ??" Tanya salah satu penjaga.


" Kalian melihat denis pulang atau tidak semalam ?? dan juga Willy, kemana dia ??" Tanya Tio secara langsung.


Mereka saling tatap, Denis semalam sudah mengancam mereka agar diam dan tidak memberitau pada sang kakak. Namun Mereka tidak akan bisa bohong jika sudah dihadapan sang bos besar.


" Ada yang mengancam kalian ??" Tanya Tio penuh selidik.


"Maaf tuan. semalam tuan Denis memang pulang sekitar tengah malam. Lalu tak lama Tuan Denis keluar lagi bersama Willy, Seperti memapah Willy yang kesakitan."Terang pemimpin penjaga. ia tidak mau sampai berbohong, akan berakhir kehilangan nyawa jika harus berbohong pada bosnya.


" Willy kesakitan ?? apa lukanya infeksi ya Hubby ??!!" Tanya dania penuh kawatir.


" Biasa saja !!!" Tio terlihat tidak suka. mendengar sang istri kawatir pada pria lain.


" Ya sudah. kalian kembalilah." perintah Tio pada para penjaga.


" Jadi Denis bersama Willy ??" mama Hilda memperjelas.


" Iya ma. mama tenang saja. dia baik-baik saja." Balas Tio menenangkan sang mertua.


"syukurlah, setidaknya sudah jelas dia dimana." Ucap mama Hilda.


" Paman Willy sakit apa Buk ??" Tanya Davi


" Luka kecil sayang.." Balas Dania seraya beralih pada Sang mama.


" Ma, bisa minta tolong ?? tolong atar Davi sekolah ya ?? aku akan kerumah sakit bersama Tio menjenguk Willy." Pinta Dania.


" Hubby...kita jenguk Willy ya ?? aku kawatir padanya." Dania beralih bicara pada Tio.


" Iya aku antarkan. tapi berhenti menghawatirkan dia !! ada denis yang menemaninya !!" Timpal Tio. Dania hanya mencebikkan bibir bawahnya.


" Baiklah, baiklah...Davi ayo makan sayang, nanti sekolah sama nenek ya ??" Mama Hilda segera memgambilkan beberapa makanan untuk sang cucu. patuh Davi memulai sarapannya.


.


.