Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Pelit



bab 52


.


.


.


Atas ajakan Namira, Tio ikut makan bersama Attalah dan istrinya. Bahkan Davi juga sudah mulai mau berinteraksi dengan Erlita,sesekali Erlita bertanya pada Davi yang direspon cepat oleh davi.


" Er, Davi jangan diajak bicara terus. biar dia makan dulu." tegur Namira.


" iya bunda. Habisnya Davi lucu kalau bicara." balas Erlita.


" Erlita. Davi ini istimewa. tolong dimaklumi ya ??" Pinta Tio.


Erlita mengangguk dengan cepat. Erlita juga tau kondisi Davi yang mengalami sindrom.


" Tapi bukannya kau membawanya terapy ??" tanya Attalah.


" iya. dan ini hasilnya.. Davi sudah biasa jika dekat dengan orang asing. bahkan dia bisa cepat berinteraksi dengan orang asing." balas Tio penuh semangat dan bahagia.


" itu bagus sekali..aku senang mendengarnya." timpal Namira yang beralih menatap Davi penuh kasih sayang. "Davi sayang.. semangat ya terapynya, biar Davi bisa sembuh total"


" Iya bibi." balas Davi tak lupa ia berusaha tersenyum.


" Ibunya kemana ??" tanya Attalah.


" Dania sedang menunggu temannya dirumah sakit. Makanya aku bawa Davi jalan-jalan."terang Tio.


" Lalu bagaimana hubungan kalian ?? Lihatlah, Davi semakin hari semakin bertambah usianya, dia juga berangsur sembuh. apa kalian akan bertahan dengan hubungan tidak jelas seperti itu ??" Tanya Attalah lagi.


Namira pun turut menatap Tio, bagi Attalah dan Namira, Tio adalah keluarga mereka, Mereka tidak mau jika sampai Tio salah jalan lagi.


Tio membuang nafas dengan kasar seraya meletakkan garpu yang ia gunakan. "entahlah, Dania terlalu lama terluka. ia sulit percaya padaku."


" Tapi kalian sudah tinggal bersama kan ??" Timpal Namira.


Tio mengangguk dengan pelan."iya. tapi itu semua karna Davi. Atas permintaan Davi."


"Berusahalah, jangan menyerah, kau harus buktikan jika kau ini serius dalam ucapanmu kali ini. Kekecewaan yang dirasakan Dania, aku pun pernah merasakannya, Jadi jangan salahkan dia, apalagi Dania hidup sendiri selama dalam kekecewaan, aku kagum sekali dengan dia Tio, Dia bisa bertahan meski semua membuangnya."tutur Namira.


" Iya. aku juga sangat kagum padanya. dia wanita kuat Namira..Dia tidak pernah menangis meski kehidupannya penuh perjuangan selama ini." balas Tio yang mengingat saat pertama bertemu Dania lagi.


" Segera lakukan hal yang membuktikan keseriusanmu." saran Attalah.


" ayah.. Davi ngantuk." ucap Davi seraya memegangi lengan Tio.


" oh baiklah. kita pulang ya ??" Ajak Tio, Davi pun mengiyakan.


" Kami pamit pulang dulu ya, terima kasih makan malamnya."ucap Tio pada Namira dan Attalah.


" enak saja, kau yang bayar Tio !!" timpal Attalah.


" Ayah.. apa yang kau katakan !!" tegur Namira.


" Cih..aku tau kau memang ingin gratisan Attalah." balas Tio.


" Tidak masalah Mir, Aku akan bayar." tambah Tio.


" maafkan attalah ya, dia terlalu pelit." ucap Namira. yang dijawab acungan jempol dari Tio yang segera menuju kasir lalu kemudian akan pulang.


" sayang..kenapa kau bilang aku pelit !!?" protes Attalah.


" Biarkan saja !! kau membuatku malu !! aku yang mengajak Tio makan bersama, tapi kau tidak mau membayar.. ya ampun.. bagaimana aku punya suami pelit seperti ini.." omel Namira.


" hey dengar dulu, aku tidak pelit. hanya saja aku dengar Tio menang tendder kemarin. biarkan saja." balas Attalah tak.mau kalah.


" terserah !!!" Timpal Namira dengan kesal.


.


.


.


" Ini sudah malam. apa kalian tidak mau pulang ??" tegur Riana pada kedua temannya yang masih betah dikamar rawatnya.


" lalu jika kita pulang, kau dengan siapa ??" tanya Dania.


" aku sudah lebih baik. besok sepertinya aku akan pulang."jawab Riana.


" tetap saja. kau habis dikuret juga. itu menyakitkan tau !!" omel Wanda.


Riana mengembangkan senyum bahagianya. ia bisa menemukan teman yang benar-benar menyayanginya. disaat senang maupun susah. rasa syukur terus saja dipanjatkan Riana dalam hati..


.


.