
bab 137
.
.
" Lalu apa yang kau tunggu ?? kau masih mau disini ?? aku harus bekerja." Tegur Wanda yang melihat willy malah mematung dihadapannya.
" Oh iya.. maaf Nona..maaf sekali.. saya akan keluar."balas Willy tak enak.
Wanda menerbitkan senyum. cukup lucu jika melihat ekspresi Willy yang gelagapan.
" Ya sudah. gunakan waktu istirahatmu sebaik mungkin."balas Wanda.
Willy menggangguk dan segera memutar tubuhnya meninggalkan ruangan Wanda. Wanda hanya menggelengkan kepalanya pelan,
" Dasar anak kecil.." gumam Wanda yang langsung menghadap laptop.
.
.
Denis tiba dirumah Dania, Entah otaknya yang koslet atau memang rasa ingin taunya begitu tinggi sehingga Denis memilih segera menemui sang kakak hanya untuk menanyakan jati diri Wanda.
Sepanjang masuk kedalam, suasana terlihat sunyi. Mata Denis mengedar mencari keberadaan sang kakak. tapi yang didapat Denis malah teguran sang mama.
" denis.. kok siang-siang sudah pulang ??"
" Mama.." Balas denis menatap sang mama yang menuruni anak tangga. dengan penuh perhatian, Denis menerima uluran tangan sang Mama.
" Kau belum menjawab pertanyaan mama loh Den." timpal mama Hilda.
"Aku mau bertemu kak Dania. mana dia ??" tanya Denis tanpa basa basi.
alis mama Hilda bertaut satu sama lain. "Untuk apa ??"
" Ada yang mau aku tanyakan ma..dimana kak Dania ??" tanya Denis lagi.
" ditaman belakang, Dia sedang makan buah."Balas mama Hilda.
" Ok.. aku kesana dulu ya ??" Denis langsung melenggang meninggalkan mama Hilda. Mama Hilda hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah aneh Putra bungsunya itu.
.
.
Tiba ditaman belakang, Denis mengedar mencari keberadaan sang kakak, sudut bibirnya terangkat saat melihat sang kakak duduk bersila santai dikarpet dibawah pohon yang sengaja ditanam disana.
" Kakak !!" panggil Denis.
Denis berlari kecil mendekati sang kakak. Denis dibuat ngilu saat melihat sang kakak sedang menikmati makan buah, tapi bukan buah pada umumnya, melainkan mangga muda yang masih terlihat muda sekali. Denis yakin sekali mangga itu dari pohon yang ada disisi mereka.
" Kakak.. apa tidak asam itu ?!!" Tanya Denis yang turut duduk disisi kakaknya.
" Tentu saja tidak. ini enak sekali, kau mau ??" Dania menyodorkan piring berisi mangga muda yang sudah dipotong.
" Hii.. tidak, pasti asam sekali.."Denis buru-buru menolak.
Dania hanya tersenyum melihat sang adik yang bergidik.
" Tumben kau sudah pulang ?? kakak iparmu saja belum pulang."tanya Dania.
Denis malah dibuat ragu saat sang kakak mempertanyakan kepulangannya.
Dania menoleh kearah denis. ia cukup heran kenapa adiknya malah melamun dan tak menjawab pertanyaannya.
" Hey anak ayam !!! kenapa malah melamun !!" tegur Dania dengan suara sedikit tinggi.
" Kakak !! berhenti memanggilku anak ayam !!" protes Denis.
" Kau kenapa melamun ?? ada apa kau kemari ??" tanya Dania lagi.
" Kak, aku mau bertanya sesuatu."Ucap denis.
" apa ??" Dania terus menikmati buah mangga muda
"Em..bagaimana ya ?? aku bingung.." Denis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kau ini aneh sekali !!? tinggal katakan saja apa yang mau kau tanyakan ?!!! jika bisnis kau salah tempat !!" Protes Dania.
" Bukan.. bukan itu."Timpal denis seketika.
" Lalu ??" Dania memandang Denis.
" Tadi aku kan bersama kakak ipar bertemu klien. Kakak ipar mengajak teman kakak yang namanya Wanda. Kebetulan sekali Dua klien kami itu mengenal Nona Wanda, mereka seolah menghina Nona Wanda dan sok kenal begitu, Memang Nona wanda itu dulunya siapa kak ?? Karna setelah bertemu dua Klien kami Nona Wanda menangis sejadi-jadinya, Bahkan terlihat sekali kesedihan dimatanya !!? Aku jadi kasihan.." Terang denis dengan detail.
Dania seketika menghentikan acara makan mangga mudanya. ia menatap Denis dengan lekat.
" Wanda menangis ??" Tanya Dania serius.
" Iya. makanya kak Tio langsung membatalkan kerja sama kami, Kak Tio langsung pergi menemui klien kedua dan meninggalkan Nona Wanda, makanya aku yang disuruh mengantar Nona wanda kembali kekantor." Tambah Denis.
Dania menghela nafas panjangnya. Dania sangatlah yakin pasti diatara klien suaminya ada mantan pelanggan Wanda.
.
.