Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
menemani saya



Bab 199


.


.


.


Sepulang dari rumah Celine, diperjalanan D menghubungi Tio yang selalu dianggap orangtua bagi D.


Entah bagaimana pria satu anak itu jika D memberinya kabar yang amat mengejutkan seperti itu.


"Halo tuan. Anda dimana ??" Tanya D saat panggilan terhubung.


"Tentu saja dirumah dengan istriku. Memangnya kenapa ??!" Tanya Tio balik.


"Bisakah saya menemui anda. Saya ingin bicara."Pinta D.


"Kau serius sekali..Baiklah, datang saja kerumahku."Balas Tio.


"Baiklah. Saya sudah masuk gerbang anda Tuan."Ucap D.


"Jika sudah disini buat apa kau tanya kan ?!!!! Astaga !!" Omel Tio yang langsung mematikan panggilannya.


"Siapa ??" Tanya Dania yang ada dalam sandaran Tio.


"D, dia kemari."balas Tio.


"Tumben sekali, ada apa ??" tanya Dania


"entahlah. Aku turun dulu ya ??" Pamit Tio.


"Baiklah. Aku ikut. Dia anak buahmu yang bertanggung jawab sekali. Aku juga mau menyambutnya."Balas Dania.


"Kau bisa lelah nanti, kandunganmu bertambah besar sayang.." cegah Tio.


"Lelah apanya ??!! Aku kan hanya duduk dibawah tidak kemana-mana kan ??!!" timpal Dania.


Tok..


Tok..


Tok..


Ketukan pintu kamar Dania terdengar.


Segera Dania turun dari tempat tidur dan membukanya.


"Nyonya, Ada yang mencari tuan."ucap Bik sumi.


"Iya. Kami akan segera turun. Buatkan dia minum ya ?? Em...keluarkan juga beberapa camilan."pinta Dania.


"Baik Nyonya. Saya permisi."Bik Sumi melangkah undur.


Tio pun sudah dibelakang Dania saat Dania membalikkan tubuhnya.


"Ayo.. D sudah datang."Ajak Dania yang bersemangat turun. Tio hanya menurut saja.


.


.


Dan benar saja, D sudah duduk diruang tamu dengan suguhan minuman dan beberapa camilan.


Tak sengaja Davi yang tengah bermain dengan Willy melihat D yang duduk sendiri disana.


"Paman D ?!!!" Davi yang bisa ingat dengan D segera menghampiri paman nya itu.


"Tuan muda..apa kabar ??" sapa D.


D mengangguk pelan. "Iya."


"tuan Tio sudah tau kakak kemari ??" Tanya Willy yang turut mendekat.


"Sudah. Aku menghubunginya terlebih dulu tadi."jawab D lagi.


"Apa ada masalah kak dimarkas ??" tanya Willy yang cukup heran, mengingat D tidak pernah sampai menemui bos besar seperti ini.


"Tidak..masalah pribadi saja."Jawab D dengan santai.


Tak lama terlihat Tio dan Dania turun dari tangga.


"Ibu.. Ayah.." Davi berlari mendekati kebawah anak tangga terakhir.


"Loh.. Kok.belum tidur anak ibu.."ucap dania yang langsung memeluk putranya.


"Masih mau main. Ada paman D buk.." Tunjuk Davi.


"Iya. Ayo ikut duduk."ajak Tio yang segera diiyakan Davi.


Saat semua duduk keheningan terjadi.


"Ada apa ?? Ada masalah apa ??" tanya Tio membuka kata.


"Tuan. saya mau bicara. Tapi bukan masalah pekerjaan, tapi masalah pribadi saya."Ucap D memberanikan diri.


"Iya. Katakan saja."


"Saya butuh Anda menemani saya menikah tuan. Karna keluarga tertua saya hanya anda."ucap D dengan jelas.


Wajah bahagia terlihat pada Dania, namun tidak dengan Willy dan Tio.


"Kau bercanda ?? Menikah ?? Dengan siapa ??" Tanya Tio.


"Hubby.. Kenapa pertanyaanmu seperti itu ??" Protes Dania.


"Karna dia sebelas dua belas denganku Baby..dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun."Balas Tio.


"Tuan lupa penjelasan saya dan dia kemarin ??" Timpal D.


"Maksudmu ??" Tio mulai menerka.


"Iya tuan. Saya akan menikah dengannya."


Tio amatlah terkejut, "Kau serius ??!"


" serius tuan."


"Wah.. Selamat D, akhirnya kau menikah juga.."ucap Dania.


" terima kasih Nona.."balas D.


"Tapi kenapa dia langsung mau denganmu ??!! Kau tidak memberitau dia kau ini siapa ??!!" tanya Tio yang masih ragu.


"Dia tau semuanya tuan. Bahkan kedua orangtuanya sudah tau."jawab D lagi.


"Memang siapa wanitamu D ?? Namanya ??" tanya Dania


"Celine Nona. Namanya Celine."jawab D dengan jelas.


.


.


.