
bab 108
.
.
.
Tiba dirumah seperti biasa, Dania akan menemani Davi terlebih dahulu. sementara Tio memilih membersihkan diri dikamarnya pula.
Setelah memastikan Davi benar-benar nyenyak Tidur, Dania perlahan keluar gua berganti baju, ia juga perlu membersihkan diri.
Didepan pintu kamar Davi, Dania bertemu bik sumi yang memang akan menemani Davi tidur.
" Bibi sudah makan belum ??" Tanya Dania.
" Sudah nona..Nona mau mandi air hangat ?? bibi siapkan ya ??" Tawar bik sumi.
" Tidak usah bik..oh ya, kalau bibi belum.ngantuk tidak apa nanti tidurnya dengan Davi, dia terlihat lelah jadi sudah pulas."Ucap Dania.
" iya nona.. Tenang saja, Bibi biasa kok tidur jam segini. Oh yaNona, Tuan tadi pesan, Nona disuruh pakai baju yang disiapkan tuan diatas ranjang. Terus Nona disuruh keBawah ditepi Kolam."Terang Bik sumi yang diberi amanat pesan oleh Tio.
Alis Dania bertaut menjadi satu. " Untuk apa ??"
" saya kurang tau Nona.. Bibi masuk dulu ya.." pamit Bik sumi yang memilih langsung masuk kedalam kamar Davi dan segera menutupnya. ia tidak akan bisa berbohong jika terus didepan Nona mudanya.
Didalam Bik sumi mengusap dadanya cukup lega, ia segera memberi kamar Tio jika perintahnya sudah dilaksanakan.
Sementara Dania yang cukup bingung memilih masuk kedalam kamar saja. Dan benar, Diatas ranjang terdapat gaun berwarna merah dan sebuah kertas diatasnya.
Segera Dania meraih kertas itu.
jangan tanya untuk apa. pakai saja dan segera turun.
Sudut bibir Dania terangkat sedikit saat kata-kata yang ditulis suaminya dirasa cukup lucu.
perlahan Dania meraih gaun merah itu. "Kau mau mengerjaiku Tio..bahkan kau tau, aku tidak biasa menggunakan gaun seperti ini.. selain karna resepsi waktu itu.." Gumam Dania seraya melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Didalam kamar mandi, Netra Dania dimanjakan dengan bak mandi yang sudah disiapkan air hangat lengkap dengan taburan kelopak bunga mawar merah. aromaterapy juga telah dinyalakan.
ia pun turun ke buth up, dan berendam sebentar.
Dania terkekeh kala melihat pantulan dirinya didepan cermin. bagi Dania dirinya sangat lucu menggunakan gaun malam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Namun tak ingin membuat suaminya kecewa, Dania pun segera memoles tipis wajahnya dengan make up, dirasa cukup Dania pun segera turun. entah apa yang disiapkan suaminya, Dania pun tak bisa menerka apapun.
Netra Dania mengedar saat dirinya sudah tiba dilantai bawah. terlihat pintu keluar menuju halaman belakang dimana Kolam renang berada terbuka. Langkah Dania menuju kesana sesuai apa yang dikatakan bik sumi.
Baru saja kaki Dania tiba dipintu penghubung antara halaman dan ruang dalam, Lampu halaman belakang redup dan memperlihatkan cahaya lilin yang mengelilingi Kolam renang.
Dania terlihat disambut mesra oleh Tio yang mengulurkan tangan bahkan entah kapan Tio berganti baju, Dihadapan Dania Tio sudah menggunakan jas dengan warna senada gaun yang dipakai Dania, lengkap dengan dasi kupu-kupu dilehernya.
Sembari mengulas senyum Dania menerima uluran tangan Tio. Geli sekali jika dilihat, bagi Dania. ia tak tau jika hal seperti itu adalah sesuatu yang amat romantis bagi sepasang kekasih.
" Jangan merusak suasana dengan memanggil Namaku Baby.." Ucap Tio mencegah Dania bicara.
Dania pun terkekeh dengan ucapan Suaminya. ia pun segera menggangguk dan langsung mengalungkan tangannya dilengan Tio.
Karpet merah pun telah dipasang hingga di sebuah meja yang hanya ada dua kursi saja disana. Tio menggiring Dania menuju kursi yang telah ia siapkan.
" Kapan kau siapkan semua ini ??" Tanya Dania seraya terus melangkah.
" Sudah lama. " balas Tio.
" Kau terlihat bohong" Timpal Dania.
Tio membukakan kursi dan mempersilahkan Dania untuk duduk.
patuh Dania pun segera duduk tanpa melepas menatap Tio. pria yang selalu siap dengan jutaan kejutan.
.
.
.