Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
bahagia sekali



bab 48


.


.


.


.


Dania dan Tio duduk dihadapan Mike setelah dokter Mike menyelesaikan terapy pada Davi.


" jadi bagaimana dok ?? ada perkembangan dengan anak saya ??" tanya Dania tak sabar


sembari tersenyum Mike mulai menjelaskan. " Ini sangat menakjubkan nona, Davi banyak sekali perubahannya. padahal baru dua kali ini dia melakukan terapy,"


Senyum terbit langsung dari bibir Dania. "jadi anak saya bisa sembuh dok ??" tanya Dania penuh harap.


" 85% bisa nona..Asal tetap rutin terapy dan minum obat. dan dukungan kedua orangtua pastinya."jawab Mike dengan semangat.


Dania menatap Tio dengan bahagia. ia sampai lupa perdebatan mereka tadi.


Tiopun tak kalah bahagia. mereka tanpa sadar saling menggenggam jemari masing-masing. Mike yang melihatnya ikut senang, sebab ia sangat tau bagaimana perjalanan cinta Tio itu.


.


.


.


Senyum bahagia terus terlihat diwajah Dania maupun Tio saat keluar dari ruangan Dokter Mike.


Dengan menggandeng Davi mereka berjalan keluar untuk pulang.


" Davi.. bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall ??" tawar sang Ayah.


" mall ?? mall itu apa ??" tanya Davi yang memang sejak kecil tidak pernah masuk ketempat seperti itu.


" Mall itu pusat perbelanjaan sayang. semua, apapun ada didalam sana termasuk mainan."balas Tio penuh semangat.


Kali ini Dania tak berkomentar. rasa bahagia sudah mengalahkan semuanya.


" Mau yah.." Davi nampak bersemangat sekali.


" Davi tidak lelah ??" tanya Dania.


"tidak buk, Om dokternya baik. Davi juga tidak dipaksa aneh-aneh."jawab davi dengan mudah.


Nampak sekali perkembangan Davi. ia cepat merespon pertanyaan orang lain kali ini.


Mereka terus berjalan hingga tiba dilobby rumah sakit.


Namun netra Tio menangkap Seseorang yang ia kenal. tanpa sadar Tio menekan tangan yang memegangi Davi hingga Davi dan dania ikut berhenti.


Tio menunduk menatap putranya. " maaf sayang..Ayah seperti melihat seseorang."


" siapa ??" Tanya Dania ikut mengedar.


" Widi. meneger restoranku. kenapa dia ada disini ??" balas Tio seraya menunjuk dengan tatapan mata terarah pada Widi yang nampak berdebat dengan seorang wanita.


Dania mengikuti tatapan Tio hingga ia juga cukup terkejut. "Pak Widi bersama Riana ??"


" Riana ?? siapa ??" tanya Tio seketika.


" Temanku, dia bekerja direstoran pusatmu. dia juga yang menemani kita menjaga Davi dirumah sakit."terang Dania.


" Kenapa dia dengan widi ??" tanya Tio.


" apa mungkin pak widi kekasihnya Riana ya ??" Terka Dania.


" panggil widi saja !! dia itu anak buahmu sekarang !!" timpal Tio nampak tak suka.


Dania hanya menjawab dengan membuang nafas kasar


" Kau bilang kekasih ?? kekasihnya temanmu itu ??" tanya Tio.


" iya. selama ini aku tidak tau pacarnya Riana. dia bilang juga bekerja direstoran seperti dia. tapi aku tidak menyangka jika pria itu ??!!" tutur Dania seraya terus memperhatikan dua orang yang berjarak tak begitu jauh yang tengah berbicara serius.


" Itu tidak mungkin. Widi punya istri sayang.."ucap Tio.


" apa ??!!" Dania terkejut bukan kepalang.


" biasa saja !!" Balas Tio yang langsung melengos.


" kenapa tidak bilang dari tadi !!" protes Dania.


" untuk apa ?? kau fikir waktu direstoran itu kenapa aku marah padamu ?? ya karna kau meladeni gombalan widi sialan itu ?!"balas Tio dengan kesal.


" Maksudku jika aku tau aku kan bisa mengingatkan Riana.!!" timpal Dania.


" ibu, Ayah..Bibi Riana dipukul.." Davi yang tak sengaja melihat menunjuk memberi tau ibu dan Ayahnya.


Sontak Dania dan Tio menoleh kesumber pembicaraannya. dan benar Riana baru saja ditampar Widi.


" sialan pria itu !!!" umpat Dania yang langsung melepas tangan davi dan berlari kearah Riana dan widi berada.


"sayang !! Dania !!!" panggil Tio. namun Dania sudah tak mau menjawab.


" ya ampun.. kenapa Ibumu bar-bar sekali nak.." gerutu Tio yang langsung menggendong Davi dan segera menyusul Dania.


.


.


.