Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Lihat saja bapaknya tampan seperti ini



bab 51


.


.


.


Dan Tio benar-benar membawa Davi kesebuah mall mewah didaerah sana. Tujuan Tio pertama adalah Wahan bermain, Kekaguman nampak sekali diwajah pria tampan kecil itu. selama ini ia tidak pernah berinteraksi diluar dengan banyak orang seperti ini karya sakit yang dideritanya.


Kini, Seakan keajaiban sudah terjadi. Perlahan dan perlahan, Davi bisa sembuh dan tidak gusar jika dekat dengan banyak orang.


" Ayah.. ini bagus sekali.." puji Davi.


" Davi baik-baik saja kan ?? Tidak takut kan ??" tanya Tio memastikan sang putra tidak dalam kondisi tertekan.


Davi segera menggeleng. "tidak Ayah. aku mau seperti anak itu. main.." Tunjuk Davi pada sebuah wahana permainan.


" benarkah.?? ok, Ayo Ayah temani."Tio segera mengajak Davi mendekati permainan yang ditunjuk Davi.


Ayah dan anak itu terus bermain diberbagai wahana. Davi yang begitu senang bahkan sesekali tawa lepas terdengar antara kedua orang itu.


.


.


Dirumah sakit, Wanda dan dania setia disisi Riana yang baru membuka matanya.


" Ri..kau sudah sadar ??" tanya Wanda.


Riana yang masih lemah mengangguk pelan.


" apa kau perlu sesuatu ?? minum ??atau apa ??" Tanya Dania.


Riana menggeleng pelan. dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya.


Dania dan Wanda mengerti sekali apa yang dirasakan teman mereka itu. kehilangan calon anak adalah suatu keadaan yang amat menyakitkan didalam hati.


" Ri..kita tau apa yang kau rasakan. Semua kehendak yang diatas, Kita hanya tinggal menjalaninya," hibur Dania


" iya Ri, Setidaknya kau sudah tidak punya ikatan dengan pria brengsek itu. Semoga setelah ini kau bisa menemukan kebahagiaan yang lain." tambah Wanda.


Riana memejamkan mata seraya mengatur nafasnya. "terima kasih..aku bahagia sekali memiliki kalian. bahkan kalian masih mendukungku meski aku..aku..sangat bersalah."


" hey..jangan seperti itu, kita sadar kau memang salah karna berhubungan dengan suami orang, tapi itu urusanmu, jadikan pelajaran, karna saat kita mendapat sesuatu dengan mencuri milik orang, tidak akan berkah dan tidak baik untuk kehidupan kita dimasa depan. Mulailah membuka hidup baru, Kita berdua akan selalu menemanimu.."Tutur Dania. yang diikuti anggukan dari Wanda.


" Kalian sahabat terbaikku.. terima kasih.." tangis Riana pecah seketika.


Wanda dan dania pun memeluk Riana yang menangis terisak penuh haru.


.


.


.


Disebuah stand es cream Tio dan Davi berada. mereka tengah menikmati Es cream dengan lahapnya.


" Ayah.. ini enak sekali.." ucap Davi.


" benarkah..?? nanti kita pesan lagi bagaimana ??" tawar Davi.


Davi segera menggeleng. "paman dokter bilang, tidak boleh banyak-banyak.kalau makan apapun kalau Davi mau sembuh."balas Davi.


" anak Ayah pintar sekali sih.." puji Tio seraya mengusap kepala Davi.


Davi tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya yang putih.


.


.


Dari jarak tak terlalu jauh, Rekan kerja Tio pun ada disana bersama keluarganya.


" Yah. itu kan Tio ??" tunjuk Namira. istri Attalah rekan yang telah menjadi kerabat terdekat Tio.


Attalah mengikuti tangan Namira."iya. ayo kesana."ajak Attalah seraya membenahi menggendong putra kecilnya.


" Tio.." sapa Namira saat sudah dekat.


Davi langsung menoleh kesumber suara. wajah-wajah asing terlihat dihadapannya.


" Kalian disini juga ??" tanya Tio tak percaya.


" Iya. Erlita mau jalan-jalan." jawab attalah dengan bangga.


"paman Tio dia siapa ??" tanya Erlita.


" kenalkan dia Davi,anaknya paman." Tio beralih menatap Davi yang juga menatapnya seolah bertanya. "Davi sayang..ini Erlita, nah mereka Ibu sama Ayahnya Erlita, yang digendong paman itu adiknya Erlita." Tio menunjuk satu-satu agar putranya mudah memahami.


Davi pun menurut dengan melihat semuanya. lalu ia tersenyum . "Halo Erlita, Halo bibi, halo paman. namaku Davi."


" ya ampun Tio.. kenapa anakmu tampan sekali.." puji Namira.


" tentu saja. Lihat saja bapaknya tampan seperti ini." balas Tio dengan bangga.


" kau percaya diri sekali." gerutu Attalah.


" tentu saja." balas Tio dengan senyuman lebarnya.


.


.