
bab 61
.
.
.
Hingga masuk kedalam ruangannya mulut Tio masih mengerucut. lalu duduk disofa panjang tempat Biasa ia bersantai.
" Ayah.." Davi berlari mendekati Tio, hal itu membuat Tio langsung tersenyum menyambut putra kesayangannya.
" Anak Ayah..." balas Tio yang tak lupa menciumi kepala Putranya.
Dania memperhatikan Tio yang bisa langsung berubah ekspresi saat bersama Putranya. Sembari menggelengkan kepalanya, Dania menyiapkan makan siang untuk mereka.
" Ayah..Ibu bawa makan siang." ucap Davi.
" benarkah ?? memang Anak Ayah belum makan ??"tanya Tio.
Davi menggeleng. "mau makan sama Ayah.."
" wah.. kasihan sekali anak Ayah..baiklah kita makan ya ??" Tambah Tio.
Dania menyodorkan piring berisi makanan kepada Tio. dan pada Saat menerimanya, Ekspresi Tio berubah cemberut lagi saat menatap Dania. hal itu membuat Dania menautkan alisnya keheranan.
Tak mau berdebat, Dania beralih pada Davi dan mengambilkan milik Davi.
" Ibu tidak makan ??" tanya Davi saat melihat Ibunya hanya mengambil dua piring.
" Ibu akan makan nanti. Davi makan dulu ya.." balas Dania tak lupa memgembangkan senyum manisnya.
"kenapa padaku tidak tersenyum begitu ?!! apa dia tidak tau aku ini sedang marah ??!! huh..Dania wanita bar-barku !!" gerutu Tio dalam hati.
Dania hendak beranjak, namun Segera Tio mengikuti dengan tatapannya. "Mau kemana ??" Tanya Tio spontan tanpa difikirkan jika ia tengah marah.
" mau mengambilkan kalian minum. apa ada yang kau inginkan lagi ??" tanya Dania masih biasa saja.
Tio berdehem lalu segera mengalihkan tatapannya, menatap Davi seraya tersenyum tertahan, Hampir saja Dania tertawa namun segera memalingkan wajah guna mengambilkan minum.
"Kita lihat kau akan sekonyol apa Tio" gumam Dania seraya tersenyum penuh misterius.
" Ayah ini enak sekali." ucap Davi seraya menunjukkan paha ayam kepada sang Ayah.
" anak Ayah suka sekali ya..Habiskan ya, Ayah makan Sayur saja." balas Tio seraya mengusap kepala Davi.
Dania sudah kembali dengan dua gelas. Dengan isengnya Dania memilih duduk disisi Tio dengan menopang dagu dan menatap Tio menggunakan manik matanya yang begitu seksi.
" Kenapa disini ?? segeralah makan." ucap Tio tanpa mau menatap Dania. sebab bentengnya akan runtuh jika menatap wanita pujaannya itu.
" Aku tidak masalah tidak makan. asal seharian ini aku didekatmu." balas Dania berusaha menggunakan suara sesensual mungkin, bahkan Dania sengaja berbicara didekat telinga Tio.
" Ehem !!" Tio berdehem seraya meneguk segelas air putih hingga tandas. Tio juga menatap Davi yang nampak tak peduli pada Ibunya yang semakin dekat dengan Tio.
" kau kenapa ?? tersedak ?? mau aku urut tengkuknya ??" tawar Dania yang segera mengangkat tangan menuju tengkuk leher belakang Tio.
" eh..eh..eh.. Tidak..tidak !! baiklah aku kalah !!" Tio yang tidak tahan segera mengalah dan menarik Dania kedalam pelukannya setelah meletakkan piring yang sudah kosong.
"Enak saja kau bicara dengan orang lain bahkan sampai tersenyum. aku tidak akan melepaskanmu Dania.."
Dania pun tersenyum penuh kemenangan. meski ia juga meronta minta dilepaskan."ha..ha..ha..Tio kau menyedihkan sekali !! Hanya candaan seperti ini kau sudah memgalah !!"
" Oh.. kau mulai berani ya denganku ??!!" Tio membuka pelukannya namun tangan masih melingkar dipinggang Dania sembari menyeringai.
" memang aku pernah takut denganmu ??" timpal Dania.
" kau yakin ???" Tio menajamkan tatapannya.
" tentu saja. bahkan kau dulu selalu kalah melawanku kan ??!!" ejek Dania.
cupp !!
" hhmmmptt !!!" Dania hendak berontak saat bibirnya disambar paksa oleh Tio. apalagi disana ada Davi,meski Davi juga tak nampak perduli.
" Itu hukuman karna kau sudah menggodaku !!" ucap Tio saat pa ngu tan terlepas.
" matamu buta ya !!!? ada anak kita ??!!!" tegur Dania dengan wajah memerahnya
Tio mengikuti telunjuk Dania yang terarah pada Davi.
" biarkan saja." balas Tio dengan cepat. kemudian Tio beralih pada Davi. "Davi sayang. Davi mau kan punya temen kecil kalau dirumah ??" tawar Tio.
" mau Ayah." balas Davi penuh semangat.
" Tuh. kau dengar. anakku menginginkan adik Dania.." ucap Tio pada Dania.
" dasar gila !! kau fikir aku wanita macam apa !!!?" timpal Dania yang segera memaksa melepaskan diri. entah mengapa mendengar Tio berkata sedikit tak disaring membuat Dania lumayan kesal.
.
.