Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Keluar ??



bab 168


.


.


.


Riana memarkirkan mobil dihalaman rumahnya. Wanda yang mendengar suara mobil masuk kedalam halaman segera melihat dari jendela kaca.


"Riana ?? dia bawa mobil siapa ??" Wanda segera berlari menuju pintu guna membukakan pintu.


Riana nampak malas dengan wajah cemberutnya, ia segera masuk kedalam.


"Ri.." Sapa wanda saat pintu sudah terbuka. Riana hanya menggangguk.


" Mobil siapa yang kau bawa ??" Tanya wanda penasaran. Riana masuk kedalam melewati wanda.


"Hey Ri.. aku tanya.."Wanda mengekor mengikuti Riana. terlihat Riana duduk didepan meja makan dan menuang air putih lalu meneguknya hingga tandas.


Wanda keheranan dengan sikap temannya yang terlihat kesal.


" Kau ini kenapa ??!!"


Riana sedikit kasar saat meletakkan Gelas. "aku sedang kesal. kesal dengan pengawal Davi. si Willy !!!"


" memangnya dia kenapa ?? bukannya dia sedang dirawat ?? yuk kesana ?? aku mau menjenguknya."Kata Wanda.


"Jangan bicarakan dia !!! Dia itu keras kepala sekali..bahkan dia mengusirku tadi !!" Celoteh Riana dengan kesalnya.


"Memang ada masalah apa ??" Tanya Wanda lagi.


"Dania pingsan tadi dirumah sakit. gara-gara berdebat dengan tuan Tio. Willy jadi merasa bersalah dan dia nekat pergi dari rumah sakit, karna menungguinya Dua majikannya berdebat. kau tau, bahkan willy dengan seenaknya menarik jarum infus di tangannya !! bahkan luka bakar dilengannya saja masih basah !! aku benar-benar tidak habis fikir dengan otak anak itu.." omel Riana dengan begitu kesal.


Wanda yang mendengar bukannya keheranan malah tertawa lepas.


"Kau ini kenapa malah tertawa ??" Riana begitu keheranan.


"Ri.. kau sadar tidak, kau itu sedang menghawatirkan Willy. selama ini kau mana pernah peduli dengan pria selain pria jelekmu dulu itu," Ucap Wanda dengan senyum masih menghiasi wajahnya.


"Jangan sembarangan !! aku hanya kesal saja !!"Riana hendak.berdiri dari duduknya. ia sedikit giguk dengan ucapan sahabatnya itu.


"Iya pun tidak apa Ri.. Willy juga tidak jelek amat kok." Tambah Wanda.


Riana hanya memutar bola matanya dengan malas lalu segera berlalu dari hadapan Wanda yang tertawa terpingkal-pingkal.


"Enak saja.. bahkan pria yang aku sukai malah menyukaimu wan.." Gumam Riana yang sudah didalam kamarnya.


"Tuhan.. aku mohon.. kirimkan pria yang tulus mencintaiku.."ucap Riana lirih, lalu tanpa sadar ia malah memejamkan mata dan tertidur.


.


Denis yang begitu gundah dan cemas menyusuri lorong rumah sakit guna menemui sang kakak. ia akan berganti menjaga Willy yang dirawat.


Tujuan Denis adalah kamar Willy, namun Denis dibuat keheranan dengan ruangan willy yang malah kosong dan sudah dibereskan oleh perawat. "Sus, pasien disini kemana ??" tanya Denis.


" pasien sudah keluar siang tadi tuan. dia memaksa keluar."Jawab sang perawat.


"Keluar ??!!" Deni begitu terkejut.


"Apa-apaan willy.. kenapa dia malah pergi ??!!" gumam Denis.


Tak lama nampak Tio juga masuk keruangan itu.


"Kau sudah sampai ?? Willy mana ??" Tanya Tio dengan santai.


" Harusnya aku yang tanya kak, Kau dan kak Dania kan yang menungguinya disini. Suster bilang Willy sudah keluar tadi siang" Tutur Denis


Tio hanya menautkan kedua alisnya, lalu ia memijit pelipisnya pelan.


"memang ada apa kak ?? apa terjadi sesuatu ??" Tanya Denis.


" Willy pasti merasa merepotkan. Dania tadi pingsan karna muntah yang berlebihan. mungkin dia tidak enak karna merepotkan Aku dan Dania."Terang Tio yang sangat faham watak Willy.


"kak dania pingsan ?? sekarang dimana ??" Denis pun dibuat terkejut lagi.


"diruang rawat. nanti malam dia sudah bisa pulang. kakakmu tidak boleh kecapekan, tapi dia ngotot ingin disini menjaga Willy.."Tio mendesah dengan raut wajah gusarnya.


"Entah akan semarah apa nanti dania padaku kalau tau Willy pergi seperti ini !!" Gerutu Tio


Denis menepuk pundak sang kakak ipar. " Sabarlah kak. mungkin hormon kehamilan kak Dania yang membuat dia suka marah-marah."


Tio menggangguk pelan. "iya. dokter pun juga bicara seperti itu."


.


.


.


.