Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Beres



bab 35


.


.


.


" bagaimana bisa kita tinggal bersama ??" tanya Dania yang benar-benar tak bisa.


Tio membenahi pakaian Davi dengan penuh bahagia.


" memangnya kenapa !? toh ini untuk kesembuhan anak kita."balas Tio dengan mudah.


" tapi kita tidak punya ikatan apapun Tio ?!!! apa kata orang nanti !!" tutur Dania.


" apa salahnya. kita buat ikatan itu. mudahkan."balas Tio seraya menatap Dania sekilas.


" kau ya !!!-"


"ingatlah ada Davi disini.." Tio menyela ucapan Dania yang hampir emosi.


Dania kesal bukan main. ia meraih tas Davi dan segera keluar terlebih dulu.


Diluar Wanda dan Riana yang setia menunggu segera menghampiri Dania yang nampak murung dan kesal.


" Davi sudah bisa pulang ??" tanya Wanda.


" sudah.." jawab dania singkat.


"Ada apa lagi ??" tanya Riana.


Dania hanya mengusap wajahnya dengan kasar tanpa menjawab pertanyaan Riana.


"Terima kasih kalian sudah menemaniku. aku harus pulang dulu.."ucap Dania.


"tuan Tio mana ??" tanya Wanda. seraya meneliti didalam.


Dania malah mendegus kesal.


.


.


" Ibu kenapa ??" tanya Davi pada Ayahnya.


" Mungkin ibu lapar." jawab Tio sekenanya.


" Davi juga lapar yah.."ucap Davi.


" benarkah ?? kasihan sekali anak Ayah.. em.. Davi mau makan apa ??" Tanya Tio penuh perhatian.


" Ayam goreng." balas Davi dengan cepat


" Ayam goreng ?? baiklah. hari ini kita makan ayan goreng sepuasnya. bagaimana ?? mau ??" Tawar Tio dengan senyum.


" mau Ayah !!" Davi kegirangan.


" ok..Kita pulang sekarang.." Tio menurunkan Davi dari brankar.


" mau Ayah gendong ??" tawar Tio lagi.


" tidak. ibu bilang Davi sudah besar. harus jalan sendiri."terang Davi.


Tio mengacak pelan rambut davi dan segera menggadeng tangan mungil Davi untuk keluar dari ruangan Rawatnya.


Diluar Dania masih ditemani wanda Dan Riana.


" kalian belum pulang juga ?!!" tegur Tio dengan tatapan tajam.


Dania hanya diam.tanpa berkomentar. hingga sentuhan dari tangan Davi membuyarkan lamunannya.


" ada apa sayang ??" tanya Dania.


" ayo pulang.."Ajak Davi.


" baiklah.." Dania akhirnya menurut. awalnya ia tidak mau sebab satu tangan Davi masih dalam genggaman Tio. tapi saat melihat tatapan putranya yang nampak sumringah bahagia, Dania tak tega lagi.


Mereka akhirnya beriringan untuk keluar dari rumah sakit.


.


.


Tio menghentikan mobilnya disalah satu restoran yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit.


Dania yang memilih diam sepanjang jalan hanya bisa menurut saja.


" ayo kita turun." ajak Tio yang langsung keluar guna membukakan pintu mobil untuk Davi.


" Ayah. disini ada Ayam goreng ??" tanya Davi dengan polosnya.


" tentu saja ada. ayo.." Davi segera menggandeng lengan Ayahnya lalu berjalan masuk tanpa memperdulikan Dania lagi.


" dia benar-benar mengambil Daviku !!" gerutu Dania yang mengekor dibelakang.


Tio dengan cepat mendapatkan kursi. mereka semua duduk dan Tio segera memesan.


" kau mau apa Dan ??" tanya Tio pada Dania.


" kau kan punya Restoran. kenapa tidak direstoranmu sendiri saja ??" Dania malah balik bertanya.


" Disana tidak ada menu kesukaan anak kita. makanya aku mengajak kalian kemari."balas Tio


" seharusnya kau buat menu kesukaan Davi.." geruutu Dania dengan malas.


Tio pun bisa mendengar gerutuan Dania. "ide bangus. baikalah." Tio merogoh ponsel dibalik jasnya.


"halo. buat menu baru, Ayam goreng khusus spesial." ucap Tio seraya menempelkan ponselnya ditelinga .


Dania membulatkan mata, seakan tak percaya mendengar ucapanTio "kau ??!!"


" beres." Tio tersenyum penuh kepuasan. seraya menatap davi. "lain kali kita makan direstoran Ayah ya.."ucap Tio pada Davi.


Davi mengangguk dengan cepat. "bisa tidak makan sekarang."


"oh..baiklah sayang.." tio pun segera memesan makanannya pada pelayan.


" cepat siapkan. saya tidak mau menunggu lama !!" perintah Tio pada pelayan.


" baik tuan" balas sang pelayan.


Dania terus menatap Tio yang selalu mewujudkan semua keinginanya maupun Davi juga. Hati Dania seolah tergelitik entah mengapa.


.


.


.


.


.


.