Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
kalau cemburu bilang



bab 50


.


.


.


Tio mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Dania dan Davi.


" mereka meninggalkanku jauh sekali sih !!" Gerutu Tio yang tidak mendapati keberadaan Dania.


Hingga setelah hampir frustasi, ia melihat Davi yang duduk diruang tunggu sementara Dania yang tidak sendiri melainkan bersama Wanda temannya, berdiri didepan ruang ICU.


buru-buru Tio menghampiri belahan jiwanya itu.


" Ada apa disini ??" tanya Tio pada Dania.


Wajah Dania nampak panik dan kawatir saat menatap Tio. sementara Wanda langsung menunduk hormat.


" Riana pendarahan !! Dokter sedang menanganinya." jawab Dania.


" Ya ampun.. aku cari widi dulu.." Ucap Tio.


" Tuan tidak usah." cegah wanda.


" kenapa ??" tanya Tio keheranan.


" Riana sudah berpesan. kita tidak boleh mengabari Pria brengsek itu." Dania menjawab.


"huh.. baiklah. aku bersama Davi saja." Tio langsung duduk disisi Davi yang setia menunggu dengan santai.


" Hay jagoan. maaf ya jalan-jalannya tertunda."sapa Tio pada putranya.


" tidak apa-apa ayah..Kata ibu menolong orang lebih penting dari hal apapun" balas Davi.


Tio mengembangkan senyum, ia sangat bangga dan terharu. meski keadaan mereka dulu sulit, tapi Dania selalu mengajarkan hal-hal baik pada putranya.


" Ayah. bibi Riana sakit ya ??" tanya Davi pada Tio.


" iya sayang. dokter sedang menanganinya." jawab Tio dengan bijak.


" tadi bibi ada darahnya." cerita Davi.


" apa kau baik-baik saja saat melihat itu..??" tanya Tio yang tau kondisi putranya.


Davi segera mengangguk. "paman dokter tadi sudah kasih tau Davi. darah tidak menakutkan. tapi jika berdarah berarti sakit." tutur Davi.


Tio puas sekali.kesehatan Putranya benar-benar berkembang dengan baik. "Mike..kau dewa penolong yang dikirim Tuhan untukku.. terima kasih." batin Tio.


yang langsung memeluk Davi. tak ada yang mampu menandingi kebahagiaan yang dirasakan Tio saat ini.


" kok Ayah nangis ??" tanya Davi saat bisa melihat air mata sang Atah menetes.


" tidak sayang.. Ayah sangat bahagia. Ayah sangat menyayangi Davi.." ucap Tio seraya mengusap air mata yang entah sejak kapan sudah meluncur dikedua pipinya.


" Davi juga sayang Ayah.." balas Davi yang memeluk Tio lebih dulu.


.


.


Tak lama pintu terbuka, dan nampak Brankar berisi Riana yang tak sadarkan diri hendak dipindahkan.


" Dokter..bagaimana kondisi dia ??" tanya Dania.


" Nona Riana mengalami keguguran. akibat pendarahan yang berlebihan tadi. sepertinya stres menjadi pemicu pendarahan itu terjadi. tapi dia sudah normal dan tinggal menunggu pemulihan saja. " terang dokter wanita itu.


Dania dan Wanda saling pandang dengan wajah sedih. Riana adalah sahabat mereka. "kasihan sekali dia.." ucap Wanda lirih


" kalau begitu saya permisi."pamit sang dokter.


dania dan wanda mengangguk bersamaan.


Tio yang sudah melihat dokter pergi segera menghampiri dania serta Wanda.


" Bagaimana ?? ada masalah apa ??" tanya Tio.


" Riana keguguran." jawab Dania.


" em..dan, aku temani Riana dulu ya.." pamit Wanda yang sedikit sungkan jika dengan Tio.


" iya. nanti aku menyusul."balas Dania. Wanda tersenyum kecil lalu menunduk hormat pada Tio. kemudian ia pergi dari sana.


" Kenapa dia takut sekali denganku ??" tanya Tio yang sadar, Wanda begitu tertunduk saat melihatnya.


" mungkin karna waktu itu kau memboking dia."terka Dania bernada kesal.


" sembarangan !!! tanyakan pada dia untuk apa aku membokingnya malam itu. jangan menuduh yang bukan-bukan !!" protes Tio.


" itu bukan urusanku, Terserah kau mau apa ?!!" balas Dania dengan wajah kesalnya. seraya mendekati Davi. Tio yang hendak protes lagi pun urung dilakukan.


" sayang.. pulang dengan Ayah ya, Ibu mau menemani bibi Riana dulu. kasihan bibi Riana masih sakit."Ucap Dania pada Davi.


" Terus jalan-jalannya ??" tanya Davi.


" Apa salahnya. dengan Ayah saja ya ??" balas Dania


Davi nampak menatap Ayahnya. buru-buru Tio mendekati Davi dan Dania.


" Aku sih tidak apa-apa. Tapi kau bagaimana ?? mau sampai kapan kau disini ??" Tanya Tio pada Dania.


" terserah aku !!" Balas Dania yang tetap kesal. dan memilih langsung melenggang pergi.


" ckk.. Wanita itu !! kalau cemburu bilang saja !!" gerutu Tio.


" Ayah.." panggil Davi.


" oh..iya sayang. ayo kita ke mall." Tio menggandeng tangan Davi dan segera pergi dari rumah sakit.


Davi pun nampak senang sebab sejak tadi sebenarnya ia tengah menunggu waktu jalan-jalan mereka.


.


.


.