
bab 164
.
Tanpa permisi Riana langsung masuk keruangan Willy. yang mana Riana dikejutkan dengan Willy yang melepas paksa jarum infus dipunggung tangannya.
" Hey !!! apa yang kau lakukan ??!!" tegur Riana seraya mendekat.
" Saya tidak mau membuat banyak orang kerepotan lagi Nona.. saya juga sudah lebih baik." Balas Willy tanpa menatap Riana.
Darah nampak mengalir dari bekas jarum infus dipunggung tangan Willy.
"Oh.. astaga.. kau keras kepala sekali !!" Riana buru-buru mengambil sapu tangan dari dalam tasnya. lalu dengan cepat mengikat Bekas infus Willy.
Willy sedikit terkejut dan hanya menatap Riana sekilas saja..
"Memangnya Dania tadi kenapa ?? Kenapa dia sampai pingsan ??" Tanya Riana ingin tau.
" Nona terlalu banyak makan tadi. Dan mungkin juga bisa efek kelelahan. Tuan mengajak Nona pulang, tapi Nona terus menolak, hingga tadi mereka sedikit berdebat lalu Nona Muntah-muntah dan akhirnya pingsan."Terang willy
ia membenarkan kemejanya dan segera melangkah keluar
Riana nampak tak.terima dengan jawaban Singkat dari Willy. "Hay !! tunggu dulu !!!" Cegah Riana seraya meraih pergelangan tangan Willy.
" Kau mau kemana ?? kau masih terlihat pucat. !!"
" Saya mau pulang Nona."Balas Willy.
"Baiklah.. ayo aku antar. mana mungkin aku membiarkan kau pulang sendiri dengan Kondisi yang masih terlihat menyedihkan begini !!" ucap Riana.
" Nona tidak usah repot. saya..-"
" Diam dan ayo ikut !!!" Sentak Riana yang dengan tenang menggaet lengan Willy lalu menyeret willy agar mengikutinya.
Willypun sangat terkejut. tak pernah selama ini ia sedekat itu dengan wanita. Jantungnya bahkan tak bisa dikondisikan lagi. Hingga Willy hanya bisa patuh dan menurut saja.
.
.
Dania terlihat memalingkan wajahnya kesisi lain saat sudah sadar dan melihat Tio duduk disisinya.
Dania tidak menjawab, tapi dia malah menangis. "Hiks..hiks..hiks.." hal itu begitu membuat Tio kalang kabut. "Baby.. jangan menangis..ok..ok.. kita tetap disini.. tapi jangan menangis ya ???" Bujuk Tio yang dengan sigap mengusap kepala Dania.
"Aku hanya heran dengan diriku sendiri hubby !?! kenapa aku jadi begini ?!!! jadi cengeng dan mudah sekali marah.. hiks..hiks.. kau kan jadi kerepotan !!??" Tangis Dania.
Tio seketika langsung memeluk Dania dengan penuh cinta dan kasih sayang. Melihat istrinya menangis Tio begitu tidak bisa sekali.
"Tidak apa Baby..aku sama sekali tidak kerepotan dan keberatan..Jangan menangis ya ?? Kau pukul saja aku dari pada menangis begini.. aku sama sekali tidak bisa melihat kau menangis..Please baby.." Tutur Tio
Sembari sesenggukan Dania sedikit membuka pelukannya dan menatap Tio dengan matanya yang basah.
"jangan sering memanjakanku..Dan juga menuruti kemauanku, Nanti aku jadi begini.." Ucap Dania.
"Memang kau harus begini baby.. kau boleh manja dan meminta apapun padaku.. karna itu memang kewajibanku ..Maafkan aku yang kurang faham memahami sikap dan sifatmu yang sedang hamil ini.."Balas Tio seraya membenarkan anak rambut Dania yang terjatuh.
Dania memeluk kembali suaminya. "Aku benar-benar wanita beruntung didunia."
" Sudah...jangan menangis lagi..Mau apa sekarang ?? bicaralah."Ucap Tio seraya mengusap kepala Dania.
Dania menengadah dan menatap Tio dengan manjanya. Lalu Dania menarik lengan Tio agar sedikit menunduk kebawah.
"Apa ??" Tio patuh. hingga Dania membisikkan sesuatu pada Tio.
sontak mata Tio membelalak kala mendengar permintaan sang istri.
.
.
.
kira-kira apa.ya yang diminta ??
😊😊
.
.