Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Percakapan aneh



bab 120


.


.


.


Bik Sumi memijit tengkuk leher Dania yang mengeluarkan semua isi didalam perutnya.


" Aduh.. Non, kan bibi sudah bilang makan Nasi dulu..kan jadi masuk angin.." Ucap Bik Sumi cukup kawatir.


Dania mengelap mulutnya sembari memejamkan mata. sumpah demi apapun, baru kali ini ia muntah sampai terasa amat lemas.


Bik Sumi menuntun Dania agar duduk supaya tidak sampai terjatuh.


" Bibi ambilkan minyak angin dulu ya Non." Pamit Nik sumi. Dan Dania hanya bisa menggangguk.


Dania memegangi pelipisnya, rasa pusing dan tubuh yang lemah begitu terasa. Bik Sumi terlihat berlari dengan membawa minyak angin dan segera mengoleskan pada Perut Dania, Tak lupa tengkuk dan beberapa area yang menurut Bik Sumi harus diberi minyak angin.


Dania hanya bisa pasrah, karna tubuhnya cukup lemas.


" nona..kita kerumah sakit saja ya ?? wajah Nona pucat sekali, Bibi kawatir.." Saran Bik Sumi.


" Tidak usah bik.. mungkin hanya masuk angin biasa." balas Dania menolak.


" Bibi telfonkan Tuan saja ya ??" kembali Bik Sumi menyarankan


Dan Dania kembali menggeleng."Jangan..Sebentar lagi dia juga pulang, Ambilkan obat saja ya bik, Kepala saya sedikit pusing."


Bik sumi patuh, ia segera berlari kembali mengambil obat yang dimaksud Dania.


.


.


Uhukk!!


uhukk !!!


" Ayah.. minum" Davi menyodorkan gelas berisi air minum saat melihat sang Ayah tersedak saat makan.


Tio pun segera menerima gelas pemberian Putranya dan segera meminumnya Hingga tandas.


" Kak pelan-pelan." ucap Denis.


Tio mengatur nafasnya. entah mengapa ia tiba-tiba saja tersedak.


" Maaf..maaf.. kalau membuat kalian tidak nyaman."balas Tio.


" Ayah kenapa ?? Sakit ya ??" Tanya Davi.


" Tidak sayang.. Ayah hanya kurang pelan-pelan makannya."Balas Tio mengarahkan senyum pada putranya.


" Davi suapin ya.." Davi menyendokkan makanan Untuk diarahkan pada Tio. Dengan senang hati Tio membuka mulutnya. meski nampak kesusahan Davi berhasil memasukkan Sendok penuh makanan dimulut Ayahnya.


" Ternyata enak ya disuapin." ucap Tio.


Davi tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.


" Kak.. Bagaimana rasanya mempunyai anak ??" Tanya Denis yang ikut senang dan bahagia melihat kedekatan Tio dan Davi.


" Kalau kau mau tau, kau harus punya anak dulu." jawab Tio dengan mudah.


Denis mencebikkan bibirnya. "Pacar saja tidak punya, kok disuruh punya anak." gerutu denis.


" Benarkah ?? kenapa kau sama dengan dia !!?" Tio mengarahkan mata pada Willy yang masih menikmati makannannya. sontak willy menghentikan aktivitasnya dan menatap Denis serta Tio bergantian.


" Kenapa menatap saya ??" Tanya Willy penuh ragu.


Willy melongo dengan pertanyaan yang menurutnya cukup aneh itu.


" em..maksudnya ??" Willy ragu bertanya, kembali menatap Tio dan Denis bergantian.


" Dia memang belum punya pacar. bahkan dekat dengan wanita saja tidak." Ucap Tio memperjelas.


Denis berpindah duduk dengan pria yang kata kakak iparnya senasib dengan dirinya. "Apa kau diberi banyak pekerjaan sampai kau tidak sempat mencari wanita ??" Tanya Denis sangat ingin tau.


Tio pun hanya tersenyum dengan pecakapan dua pria jomblo itu.


Willy kesusahan menelan makanannya lalu melirik Denis. bingung mau menjawab atau tidak.


sementara Denis terus menunggu jawaban Willy penuh harap.


" ehem !! ee.. Saya.. saya memang belum berminat." Balas willy sekenanya.


" Belum ?? kenapa ?? Aku saja masih berusaha mencari tapi belum dapat." ucap Denis lagi.


" Saya masih fokus bekerja tuan." Balas Willy lagi seraya tertunduk.


" Tapi kan.-"


" Denis, apa kau tidak kembali kekantormu !!?" Tio menyela ucapan Denis yang menurut Tio sudah terlalu jauh.


" Oh.. iya, aku lupa.." Denis buru-buru berdiri.


" baiklah.. aku kembali dulu ya, Davi..nanti malam Paman kerumah bersama Nenek." Denis memeluk davi.


" Kak Aku kembali dulu." pamit Denis.


" Iya terima kasih makan siangnya." balas Tio.


" Wil, kita lanjut besok ya.. " Denis buru-buru keluar dan pintu nampak tertutup lagi.


" jangan difikirkan ucapan anak itu." Ucap Tio pada willy.


" Iya tuan." Balas Willy sembari membereskan bekas makanan mereka.


.


.


.


Tak kasih vitamin sebelum tidur nih..


Denis



.


.


Willy



Fress lagi nih mata jadinya lihat yang bening-bening gini 😁😁😁


ngerumpi yuk dikoment, jempolnya jangan lupa apalagi Vote tuh dipencet 😊😊


.


.