Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kau brengsek !!



bab19.


.


.


.


Davi terbangun dan yang membuat Dania tertekan asalah tangisan Davi yang memanggil manggil nama Tio.


sekuat tenaga Dania menenangkan davi dan akhirnya setelah perjuangan menguras emosi Davi bisa luluh juga.


Segera Dania menyiapkan makanan untum Davi dan tak lupa ayam goreng kesukaan putranya juga sudah siap diatas meja..


" nanti malam om tampan kesini lagi kan buk ??" tanya Davi dengan mulut penuh makanan.


"sayang.. om juga punya keluarga, jika setiap hari kesini kasihan dong keluarganya. om mungkin akan kesini lagi, tapi tidak setiap hari..Davi faham kan maksud ibu ??" Dania mencoba menjelaskan dengan selembut-lembutnya.


meski nampak murung, Davi mengangguk mengerti.


" ibu.. davi mau sekolah.." pinta Davi.


" sekolah ??" tanya Dania memperjelas.


sebab selama ini Davi tidak mau dekat dengan anak-anak lain, tapi tidak tau kenapa kali ini davi meminta untuk bersekolah.


" kenapa Davi mau sekolah ?? dulu ibu yang suruh Davi tidak mau kan ??" tanya Dania.


" Om bilang Davi harus sekolah biar punya teman banyak."jawab Davi sekenannya.


Dania membuang nafasnya dengan kasar. dalam hati ia begitu mengumpat Tio dengan kesal. "sialan Tio. apa dia tidak tau jika putranya itu istimewa, tidak bisa sembarangan sekolah !!"


" ah.. apa yang ku katakan. putra ?? bukan..bukan..Davi putraku bukan putranya dia !!" kembali Dania berceloteh dengan hatinya.


.


.


Malam pun tiba kembali, Dania seperti biasa mengantar Wanda untuk menemui kliennya.


dan Dania cukup terkejut, saat alamat apartemen yang Wanda sebutkan adalah tempat tinggal Tio.


malas sebenarnya, namun bagai mana lagi, demi uang, Dania terpaksa mendatangi Apartemen itu.


dalam hati Dania terus berdoa agar tidak sampai bertemu Tio jika disana.


" Apa yang waktu itu lagi wan ??" tanya Dania.


" bukan. aku juga tidak tau siapa, dia tidak mau memberitau namanya."balas Wanda.


" loh kok begitu. hati-hati wan.." pesan Dania.


motor Dania berhenti tepat didepan apartemen mewah itu. dan seperti biasa Dania akan mengantar wanda masuk kedalam.


" nanti kalau aku sudah ketemu orangnya, kau bisa pulang Dan.." ucap Wanda.


" baiklah. kabari tamumu, jika kau sudah dilobby." balas Dania.


Wanda mengangguk dan segera menghubungi nomer yang membokingnya malam itu.


" dia dilobby Dan.." kata Wanda.


"bagus dong.. yang mana ??" tanya Dania mulai meneliti diikuti Wanda. dan..


" saya disini.."Dibelakang wanda dan Dania berdiri Tio yang sembari melipat kedua tangannya.


Dania yang hafal betul suara Tio menoleh dengan malas. sementara Wanda cukup terkejut.


" Anda kan ??"


" kau wanda kan ??" tanya Tio menyela ucapan Wanda.


" iya tuan." jawab Wanda


Tio nampak tak peduli dengan Dania. "ikut saya. " Tio menarik lengan wanda tanpa menyapa Dania.


hal itu membuat darah dalam hati Dania mendidih entah mengapa. tangan dania dengan sendirinya terkepal kuat bersamaan dengan gigi yang mengerat. kebenaran didepan matanya, seolah menambah bubuk kebencian yang awalnya hampir luruh.


" Tio brengsek !! dia bilang akan mengurusi anaknya ??!! lalu apa ini ??!! memboking pelacur didepan mataku !!!" umpat Dania disepanjang perjalanan pulang.


Buuk !!


buuk !!


Dania memukul kepala motornya beberapa kali seolah ingin meluapkan kekecewaan yang begitu mendalam. " aku menyesal mempertimbangkan memaafkanmu Tio.. kau brengsek !! dan tetap brengsek !!"


.


.


Sementara Wanda duduk sembari menunduk didalam apartemen Tio.


" mulailah bercerita. dari awal pertemuanmu dengan Dania dan semuanya. tentang Dania, saya mau mendengarnya. jangan ada kebohongan karna saya tidak akan membiarkan kau pulang dengan membawa nyawa jika kau sampai berbohong." ucap Tio dengan suara pelan namun terdengar tegas dan jelas.


Wanda meneguk ludahnya dengan kasar, ia tidak tau jika malam itu dia tak melayani pria hidung belang seperti biasa, malah diinterogasi oleh seseorang yang begitu menakutkan bagi wanda.


.


.


.