Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Terkejut



bab 40


.


.


.


Puas dikamar davi, Kali ini Tio hendak mengantar Dania kekamar yang akan ditempati oleh Dania.


" nah, sekarang terserah padamu. kau mau memilih kamar yang mana."ucap Tio saat dua kamar berjajar disisi kamar Davi.


" apa ini ??!! kenapa dekat sekali ??!" protes Dania.


" Dekat ?? lalu kau mau bagaimana ??" tanya Tio yang tak habis fikir.


"maksudku jangan terlalu dekat !! nanti bagaimana kalau kau salah masuk atau khilaf, atau apalah itu namanya !!" balas Dania dengan keraguan.


" Ya ampun Dania, meski bersebelahan, kita terhalang tembok besar dan tebal ini !! mana aku bisa masuk kekamar mu ?!!! kunci saja pintunya apa susahnya !!, bila perlu beli gembok besi serta rantainya sekalian !!" tutur Tio yang gemas sekali dengan Dania yanga benar-benar menjaga jarak mereka.


" tidak perlu seperti itu !! aku hanya jaga-jaga !!" timpal Dania.


" kau jaga saja sampai besok. aku mau tidur !!" Tio menarik tangan Davi masuk kekamarnya tanpa mendengar balasan Dania.


" eh Tio !! kau mau bawa kemana Davi !!?" suara dania sudah tak didengar Tio karna memang Tio sudah menutup kembali Pintu kamarnya.


" Sialan dia !! Davi itu anakku, seenaknya dia membawa kekamarnya !! lalu aku sendiri begitu ?? aaaggrrhh !!" Dania kesal bukan main, ia pun langsung masuk kedalam kamar yang ia pilih.


.


.


Malam pun tiba. Makan malam sudah disiapkan pelayan saat Dania baru turun. Mungkin karna lelah, Dania ketiduran hingga tak tau matahari sudah terbenam.


" Nyonya sudah bangun, Perkenalkan saya Sumi saya pelayan dirumah ini." sapa pelayan yang sudah paruh baya itu.


" iya bik. saya Dania..Bibi jangan memanggil saya seperti itu, Saya juga bukan nyonya dirumah ini."balas Dania.


" Nona jangan merendah. saya jadi tidak enak."timpal Bik Sumi.


" saya memang bukan nyonya dirumah ini bik. panggil Dania saja ya ??" pinta Dania.


" tidak bisa nyonya..tuan bisa memarahi saya nanti."balas Bik Sumi.


" Apa bibi sering dimarahi ??" tanya Dania nampak serius.


" Tidak juga nyonya. Hanya saja kalau saya terpaksa masuk kekamar tuan karna akan membangunkan tuan yang sudah siang tidak bangun-bangun, saya pasti kena marah."tutur Bik Sumi dengan jelas.


" hanya membangunkan jadi kena marah ???!!" Dania sungguh tak percaya dengan yang didengar


" Selama saya bekerja disini. tuan tidak mau kamarnya dimasuki wanita. Bahkan dikantor juga semua karyawan wanita dilarang masuk keruangannya." tambah Bik Sumi


" Masa sampai seperti itu bik ??!!" Dania masih terus tak percaya


" iya. Nyonya coba saja kekantor tuan."balas Bik sumi.


Dania baru sadar ia malah menanyakan hal tidak penting seperti itu.


" Nyonya. tolong bangunkan tuan. ini sudah waktunya makan malam. Tuan kecil juga harus minum obatkan ??" pinta Bik sumi.


" bagaimana aku bisa masuk ??! bibi bilang kamar dia tidak boleh dimasuki wanita ?!!" balas Dania.


" Nyonya kan calon istri tuan. tidak masalah." timpal Bik sumi.


" Bibi.. aku bukan calon istrinya !!" prores Dania.


Bik sumi hanya tersenyum tipis seraya menatap Dania seolah memohon.


Meski cukup malas, akhirnya Dania segera menaiki tangga. tiba didepan kamar Tio, segera pula Dania mengetuk pintu kamar itu.


tok..


tok..


tok..


tok..


" Tio !! anakku harus minum obat. !!" panggil Dania dari luar tanpa menghentikan panggilannya.


masih hening, tak ada jawaban. Dania berdecak kesal dan kembali mengetuk pintu kamar Tio dengan cukup keras.


" Tio !! aku dobrak pintu ini jika kau tidak segera bangun !!" ancam Dania yang sudah tidak sabar.


perlahan pintu terbuka. memperlihatkan Tio yang hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai baju, dengan menggosok matanya.


Sontak dania terkejut bukan main.


" Tio !!!!" teriak Dania, yang langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


.


.


.