
bab 162
.
.
.
" Anda bukannya..-"
" Iya. kenapa ??!!" bentak Miss Ayla
denis menatap anak yang berada dalam dekapan anak buah Miss Ayla.
"Dia anaknya Wanda kan ??!! mau kalian apakan dia ??!!" Tanya Denis penuh selidik.
" bukan urusanmu !!! pergi sana dan jangan ikut campur !!" jawab Miss Ayla dengan berani.
"Akan menjadi urusan saya mulai sekarang !!" Denis.menggulung lengan kemejanya.
"cih.. sombong sekali anak ini.. Baiklah.. kalian !!! habisi pria muda ini !!! Disini kau tidak akan ada yang menolong pria muda !!!" Tawa Miss Ayla lepas terdengar.
Anak buah Miss Ayla segera menyerang Denis.
"ok..Denis.. bersiaplah.." Gumam Denis menyemangati dirinya sendiri.
3 pria kekar menyerang Denis bersamaan.
Perkelahian pun tak terelakkan, Sementara anak laki-laki itu nampak menyingkir sedikit jauh. ia pun menatap Denis beberapa kali. lalu senyum tipis terbit dari bibir anak itu.
Tiba-tiba terdengar bunyi sirine mobil polisi yang membuat perkelahian terhenti.
" Sialan ?!!" Umpat Miss Ayla.
"ayo cepat pergi !! aku tidak mau berurusan dengan tikus berseragam itu lagi !!!" Teriak Miss Ayla yang langsung masuk mobil terlebih dulu.
Ketiga pria kekar itu patuh dan langsung masuk kedalam mobil juga meninggalkan Denis dan anak laki-laki itu.
Denis meludah dan segera menghampiri Anak laki-laki itu.
" Kau tidak apa-apa ??" Tanya Denis seraya meneliti anak SD itu.
"Aku baik. paman yang tidak baik. itu wajahnya lebam."Jawab anak kecil itu.
Denis tersenyum tipis seraya mengusap kepala Anak laki-laki itu.
"Siapa namamu ??"tanya Denis.
" Namaku ada 2. nama yang mana ??" Tanya anak kecil itu lagi.
" Kok ada 2 ?? maksudnya ??" Denis tak faham
" kalau mami biasa memanggilku Ridwan. kalau teman-teman disekolah dan teman main memanggilku Rizal."tutur Rizal.
"namamu banyak sekali ya ?? yang nama sebenarnya siapa ??" Denis begitu terhibur hingga ia berjongkok dihadapan Rizal.
" Semua nama sebenarnya."Jawabnya dengan cepat.
Rizal pun menggeleng. "Aku tidak bohong. namaku Kan memang Arrizal Ridwan Hadi."
" Nama yang bagus sekali.." Puji Denis
" Paman mengenal Mami ??" Rizal bertanya.
Denis pun menggangguk. "Iya. paman ini teman kerja Mamimu. kau tidak takut dengan miss Ayla. oh ya, tadi sepertinya ada mobil polisi."
Rizal terkekeh dan menunjukkan ponsel ditangannya. "Bunyinya dari ponselku paman. dan aku memang tidak takut dengan Miss Ayla. soalnya sejak kecil sudah biasa dimarahi sama dia."
" Biasa ?? memang Miss Ayla siapanya Rizal ??"
"Bosnya Mami. mami dulu bekerja dengannya."
Denis menggangguk mengerti. "Baiklah.. sekarang ini Rizal mau kemana ??"
"Mau pulang." jawab Rizal
" Pulang ?? Baiklah, mau paman antar ??" Tawar denis.
Rizal mengedipkan kedua matanya beberapa kali. ia masih terlihat ragu seraya terdiam.
" Tenang saja. kau takut paman jahat ??"
" Tidak juga. hanya saja aku ingin menemui Mami."Ucap Rizal.
" benarkah ??"
Rizal nampak menggangguk. "Soalnya Ridwan mau memberi mami hadiah."
" Hadiah ?? untuk apa ??" Tanya Denis
"Mami hari ini ulangtahun."Jawab Rizal dengan cepat.
" Benarkah ??" Senyum Denis terlihat lebar. "baiklah. bagaimana kalau kita beri kejutan sederhana buat mamimu ??" Ajak Denis.
" Kejutan ?? Tapi mami kan masih kerja ??!!"
"tenang saja. Ayo.." Denis langsung meraih lengan Rizal mengajak anak laki-laki itu menuju mobilnya.
" Wah.. mobil paman keren" Puji Rizal saat melihat mobil mewah Denis.
" kau menyukainya ??"
" Tentu saja. ini bagus sekali." Rizal menjawab penuh semangat.
"Kalau kau sudah SMA dan mendapat nilai bagus paman akan memberikannya padamu."Ucap Denis.
" hah !! masih lama." Rizal menurut masuk kedalam mobil.
Denis tertawa geli. bahkan luka nya sudah tak terasa karna percakapan yang santai penuh candaan dari Rizal.
.
.