Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kecebong sialanmu



bab 130


.


.


Tio nampak kusut dikantor. Bahkan senyum tak terbit sedikitpun dari wajahnya.


Attalah yang memang akan mitting bersama Tio tak sengaja datang berkunjung. cukup heran saat melihat teman sekaligus mantan sekretarisnya itu terlihat uring-uringan.


" Tio berkasnya sudah kau kirim belum ??" Tanya Attalah saat sudah didalam ruangan Tio.


Tio masih terdiam. enggan sekali menjawab


Merasa tak ada respon, Attalah menatap temannya itu. " Ada apa lagi ?? menikah sudah, malam kedua sudah, apa lagi yang membuatmu.jelek seperti itu !!!?"


Tio menatap malas Attalah. "Diamlah !! kau tidak akan tau apa yang aku fikirkan !!"


" Makanya aku bertanya bodoh !! Kita harus bekerja ekstra kali ini. kerugianmu kemarin cukup banyak Tio !!" timpal Attalah.


" Aku tau.. !! Aku juga sudah siapkan semuanya, Wanda akan mengantarnya sebentar lagi."Balas Tio dengan nada tinggi.


" Lalu kenapa wajahmu masam sekali ?? Kau tidak dikasih jatah ya sama Dania??" Goda Attalah.


" lebih dari itu !!" gumam Tio seraya memijit pelipisnya.


Attalah mendekati Tio. "Lebih ?? kau bertengkar ??" terka Attalah.


" Sembarangan !! bukan bertengkar !!" Balas Tio.


" Lalu ??"


Tio membuang nafasnya dengan sangat kasar. " Sewaktu Namira Hamil anak kalian yang kedua, Apa Namira mengalami nyidam ?? seperti tidak mau dekat denganmu begitu ??"


Alis Attalah bertaut dengan pertanyaan aneh temannya. "Tidak. Namira normal saat hamil. hanya menginginkan beberapa makanan saja."


Tio terlihat mendesis.


" Coba katakan yang jelas Tio ?!" Attalah malah ikut pusing.


"Dania kemungkinan Hamil Atta !!" Balas Tio dengan suara lirih.


" Bukannya itu bagus ?! kenapa kau malah sedih begini ??" Attalah dibuat keheranan lagi.


" Memang bagus. dan aku sangat bahagia. Tapi satu hal yang membuatku pusing. Dania tidak mau dekat denganku, jika dekat denganku dia akan mual dan muntah terus-terusan. Kemarin aku minta Dokter Zakia memeriksa Dania, dia bilang itu biasa terjadi. Huh.. aku harus bagaimana ???!!" terang Tio dengan wajah memelas.


" Tentu saja bersabar !! kau bodoh atau bagaimana ??!! Itu kan juga demi anakmu !! demi kecebongmu yang sialan itu. Dania pasti juga tersiksa dengan keadaan itu, jadi jangan menambah beban fikirannya, Wanita hamil tidak boleh stres ?!!!" Nasehat Attalah terdengar kasar tapi memang sangatlah benar


" Aku mana bisa jauh-jauh darinya Atta !!? Aku bisa gila jika begini !!" Tio mengusap kasar wajahnya.


" Caranya ??" Tio yang dulunya jenius dalam segala ide, kini meminga solusi pada rekannya.


Attalah membisikkan sesuatu pada Tio. hingga Tio terlihat mengangkat sudut bibirnya sedikit.


.


.


Dania terlihat fokus menatap layar Monitor dimana ia melakukan USG.


" Lihatlah kak.. dia baru masuk 6 minggu, masih terlihat kecil." Tunjuk dokter Zakia.


Senyum haru terlihat diwajah Dania begitupun dengan mama Hilda.


" Jadi saya benar hamil dok ??" tanya Dania lagi.


" Iya kak.. kakak benar hamil. usianya baru 6 minggu. selamat ya kak atas kehamilannya" balas Dokter Zakia dengan jelas tak lupa Zakia menerbitkan senyum untuk mengutarakan rasa bahagianya.


Dania menurunkan kembali baju yang ia kenakan setelah dokter Zakia selesai melakukan USG.


Dengan dibantu mama Hilda Dania duduk didepan dokter Zakia.


" Ada keluhan lain selain mual dan muntah tidak kak ??" Tanya Zakia hendak menulis beberapa resep obat untuk Dania.


" Tidak ada dok. hanya saya sedikit sulit makan nasi. dan juga...-" Dania menghentikan kata-katanya. ia ragu hendak mengatakan. sementara Zakia setia menunggu lanjutan keterangan Pasiennya.


" Dia selalu mual jika dekat dan mencium aroma tubuh suaminya dokter. Apa ada obat untuk menguranginya ??" Terang mama Hilda melanjutkan ucapan putrinya.


Zakia nampak menggangguk mengerti. Dania keheranan saat Dokter Zakia hanya menggangguk serta tersenyum tipis.


" Dokter. ini tidak aneh kan ??" Tanya Zakia.


" Tentu saja tidak kak. Itu normal terjadi. malah ada yang lebih parah juga. Untuk solusinya, Coba kakak minta kak Tio menggunaka aroma atau parfum atau apa saja yang kakak sukai, siapa tau dengan begitu kakak akan terbiasa dekat kembali dengan kak Tio." Tutur Zakia.


" Dan ini beberapa resep obat silahkan ditebus diapotik ya, Kakak jangan lupa meminumnya, agar mual nya sedikit berkurang. "Tambah Zakia seraya menyodorkan kertas resep pada Dania.


" Terima kasih Dokter.."Ucap Dania.


" Sama-sama kak..Oh ya, untuk kehamilam diusia ini kakak jangan terlalu lelah ya, Terus selalu rileks dalam memikirkan apapun. kakak dilarang stres.."tambah Zakia lagi.


Dania dan mama Hilda nampak menggangguk mengerti. mereka pun kemudian segera berpamitan dengan Dokter Zakia.


.


.


.