
bab 53
.
.
.
Mungkin karns kelelahan, Davi sudah terlelap saat didalam mobil. saat tiba dirumah, Tio pun tak membangunkan putranya, ia memilih membopong Tubuh mungil Davi untuk masuk kedalam rumah.
" loh..Nona mana ??" tanya bik Sumi saat menyambut Tuannya datang.
Tio tak menjawab, ia hanya terus berjalan menuju kamar putranya. dengan hati-hati Tio meletakkan Tubuh Davi diatas ranjang.
belaian lembut diberikan Tio pada wajah putranya. Tak lupa kecupan kasih sayang terakhir diberikan Tio sebelum meninggalkan Davi.
" Tuan mau makan malam ??" tanya Bik sumi yang turut naik kelantai atas.
" tidak usah. tolong jaga putra saya. saya harus menjemput Dania." pesan Tio dengan singkat.
" baik tuan."balas Bik sumi.
" ingat. jika anak saya bangun dengan histeris jangan panik, katakan pelan-pelan jika saya sedang menjemput ibunya."jelas Tio.
" memang nona kemana tuan ??" tanya Bik sumi.
" dia dirumah sakit. saya pergi dulu. hubungi saya jika Davi tidak bisa dikendalikan. jangan tinggalkan dia walau sedetikpun." kembali Tio berpesan dengan penuh posesif pada Bik sumi.
" baik tuan. saya akan berusaha yany terbaik."balas Bik sumi
Tio tak menjawab, ia memilih langsung menuju kamar guna berganti baju. setidaknya ia akan mengajak Dania pulang, entah akan mau atau tidak, Tio hanya ingin memberi perhatian saja.
.
.
.
" Aku beli makanan dulu ya.?? kau mau apa Dan ??" tawar Wanda.
" aku bakmi ayam saja." balas Dania.
" Ri, kau mau makan apa ??" tanya Wanda pada Riana.
"aku mana boleh makan sembarangan wan. sudahlah kalian beli keperluan kalian saja. lagian mulutku masih belum enak makan." terang Riana.
" apa kau masih memikirkan pria itu ??" tanya Dania penuh selidik.
" tentu saja tidak !! tapi mungkin efek keguguranku ini."jawab Riana.
Dania teringat putranya, Sejak siang Tio benar menepati kata-katanya untuk menjaga Davi sepanjang siang hingga malam tanpa mengganggu Dania. Senyum tipis tak sadar terlihat dari wajah Dania saat ia teringat Davi yang perlahan sembuh. Segera ia meriah ponselnya, beberapa jam tak mendengar suara Putranya Dania merasa rindu sekali.
tutt..
tutt..
tutt..
" Halo, selamat malam. ada yang bisa dibantu ??" Tanya bik sumi saat panggilan masuk.
"Bibi, ini Dania." balas Dania.
" halo..siapa ini ??!!" bik sumi tak bisa mendengar suara Dania.
" bibi..ini Dania..halo..halo.." Dania melihat ponselnya yang sulit sekali jaringan.
" Ri..aku.keluar sebentar ya. mau mengabari Davi." pamit Dania pada Riana.
" iya."balas Riana, Dania segera keluar agar suaranya bisa jelas terdengar.
" halo bibi ini Dania.." ulang dania lagi.
" eh..nona, saya fikir siapa, kok suaranya putus-putus. iya kenapa non ??" tanya Bik sumi.
" em.. tuanmu sudah pulang ?? Davi juga ?? apa.mereka sudah dirumah ??" tanya Dania ragu-ragu.
" tuan kecil sudah tidur nona. kalau tuan Tio sekarang mungkin masih dijalan. tadi tuan bilang mau menjemput nona."terang Bik Sumi.
" Davi sudah tidur ?? benarkah ??" Tanya Dania lagi yang seolah tak percaya.
" Iya nona. pulas sekali tidurnya."timpal bik Sumi.
" oh..ya sudah. tolong jaga Davi ya Bik." pinta Dania.
" pasti nona." balas Bik sumi.
" terima kasih bik. aku tutup dulu ya..?" pamit Dania yang segera mengakhiri panggilannya.
" huh..mumpung diluar. aku ketoilet dulu ah," Dania berjalan menuju toilet terlebih dahulu sebelum masuk kembali keruangan Riana.
Saat Dania melangkah pergi. Seseorang yang sejak.tadi memperhatikannya perlahan keluar dari persembunyiannya, denga. kaca mata dan masker hitam yang sengaja dikenakan, pria itu nampak menyeringai dan buru-buru masuk kedalam ruang rawat Riana.
.
.
.