
bab 114
.
.
.
Hari cepat berganti, waktu sudah beralih malam hari. Setelah menyelesaikan makan malam, Davi yang memang terlihat lelah langsung patuh mengikuti Bik Jiah untuk beristirahat dikamar.
Tio pun yang mendapat beberapa kiriman laporan dari perusahaan, segera memeriksanya. tujuannya yang utama adalah ruang kerja. Didepan laptop Tio mulai memeriksa apa yang dikirim orang kepercayaannya. tak lupa ia menggunakan kacamata agar penglihatannya sempurna. Fokus dan sangat konsentrasi terlihat sekali dari wajah Tio.
Dikamar, Dania memilih membuka kotak hadiah dari suaminya. yang tadi belum sempat ia buka.
" Baju apa yang disuruh kupakai ??" gumam Dania yang perlahan membuka penutup kotak itu.
Mata Dania membelalak saat sadar isi dari Kotak hadiah itu.
Sontak Dania menutup kembali kotak hadiah itu.
" Baju apa ini ?? apa aku salah lihat ??" Gumam Dania.
" Tidak..tidak..masa iya aku harus memakainya !!?" Dania bergulat pada dirinya sendiri. namun seakan otak dan Kenyataan tak sejalan Dania perlahan membukanya lagi.
Dengan kedua tangannya Dania mengangkat baju lingery hitam yang ternyata isi dari Kotak i
Kayak gini ya 😊😁😁
Mata Dania begitu tak berkedip sama sekali dengan melihat apa yang ada ditangannya.
bergidik rasanya jika ia membayangkan baju seksi itu melekat ditubuhnya.
Secepat mungkin Dania membuangnya keranjang dan berbalik. "Ahh.. tidak..tidak.. aku akan terlihat menjijikkan jika menggunakan itu !!" Ucap Dania.
Dania beranjak dan memilih mendatangi Tio yang berada diruang kerjanya.
Perlahan Dania membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dulu.
Seketika pula Tio menatap kearah pintu dan langsung menyambut kedatangan istrinya dengan senyum manisnya.
" Baby.. kau belum tidur ??" Tanya Tio sembari membuka kacamatanya.
Dania berjalan menghampiri Tio "Aku menunggumu.."
Tio terkekeh dan berdiri dari duduknya.
"Kenapa jika aku kesini kau berhenti bekerja ??!! aku kan mau melihatmu bekerja ??!!" protes Dania.
" Untuk apa ?? kau hanya perlu melihat tubuhku saja. pekerjaan tidak usah." Balas Tio dengan candaanya.
wajah Dania kembali bersemu merah. "Kau mesum sekali !!" Gerutu dania.
Dania menyembunyikan senyumnya dengan menatap kearah lain.
" aku kekamar saja lah !! kau suka sekali bercanda.." Ucap dania hendak berbalik.
Secepat mungkin Tio mencekalnya dan menarik Dania kedalam pelukannya.
" enak saja mau pergi. siapa yang mengijinkanmu pergi."
" kau kan masih harus bekerja hubby, akan mengganggu jika aku terus disini." Ucap dania.
" Siapa yang mengatakan kau mengganggu..??" Tanya Tio yang tak melepas pelukannya dipinggang Dania. bahkan Tio semakin mengikis jarak keduanya hingga bibir mereka saling bertemu.
Tio memperdalam ciuman dengan sangat lembut. hingga ia pun memilih mengakhirinya dan menelisik ketelinga Dania.
"Bisakah kau pakai baju yang aku berikan tadi pagi ??" Bisik Tio.
Netra Dania membola dengan sempurna. bahkan hanya berkedip beberapa kali saja dengan kesulitan menelan ludah.
Tio menaik turunkan Alisnya menggoda istrinya adalah sesuatu yang membuatnya bahagia, apalagi jika melihat senyum malu Dania.
dania mengigit bibir bawahnya. ingin menolak tapi takut Tio tersinggung. tapi jika ia harus memakainya, Ia akan malu sekali.
" Hey baby.. Kenapa malah tertunduk begitu ??" Tanya Tio seraya mengangkat Dagu Dania yang tertunduk sedikit.
" Itu...kau yakin aku harus memakai baju itu ??" Tanya Dania dengan ragu
" Tentu saja." Jawab Tio dengan penuh semangat.
" Tapi..Tapi..baju itu sangat terbuka Hubby..Aku tidak pede memakainya.." akhirnya Dania mengungkapkan kegundahannya.
dengan tersenyum Tio mengecup bibir Dania lagi. "Tidak masalah baby..itu kan supaya aku mudah membukanya..dan aku sangat yakin kau pasti terlihat seksi jika memakai itu.."
Dania melongo dibuatnya. "aku rasa suamiku sedang sakit kepalanya.."batin Dania
.
.
.
Yuk ngrumpi yuk 👌👌👌👌
Ramaikan kolom koment, Like dan Vote kakak🙏🙏🙏
.
.
.