Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Hanya ingin dipeluk



bab 121


.


.


.


Sore hari Tio dan Davi kembali kerumah. jangan lupakan willy yang kini juga akan tinggal dirumah besat Tio. sebab Tio sudah meminta Willy menjaga Davi 24jam.


Entah karna posesif atau apa, Tio melakukan semua itu.


Didalam terlihat sepi Bahkan bik Sumi tak menyambut kedatangan Davi.


" Apa Ibu masih tidur yah ??" tanya Davi seraya menengadah menatap sang Ayah.


" Entahlah Nak."Balas Tio.


" Tuan saya permisi kebelakang dulu." Pamit Willy.


" Iya. kau boleh istirahat."Balas Tio dengan cepat.


Terus Tio dan Davi menyusuri seluruh ruangan, namun tetap tak ada tanda-tanda ada orang.


" Kita coba kekamar Ibu ya ??" Ajak Tio.


Davi menggangguk setuju. dan mengikuti sang Ayah menapaki satu persatu anak tangga.


Tiba diatas,mata Tio sedikit memicing saat Pintu kamarnya terbuka. segera Tio membawa Davi menuju kekamar itu.


Mata Tio membola saat Bik Sumi memijit Dania yang terbaring dengan wajah yang sangat pucat.


" Baby.. kau kenapa ??" Tanya Tio seketika.


Bik sumi menatap kearah pintu dimana Tio telah masuk bersama putra mereka. "Eh.. tuan.. maaf saya tidak tau tuan sudah pulang.."


Davi berlari naik keranjang dimana Dania terbaring.


" Ibu..Ibu sakitnya parah ya ??" tanya Davi seraya memegangi pipi dania.


Meski tubuhnya terasa lemah, Dania berusaha untuk tersenyum. "Ibu hanya sedikit pusing sayang."


Tio pun duduk duduk disisi Dania dan memegangi jemari Dania. "Baby, kau sakit ?? Apanya yang sakit ?? kita periksa kedokter saja yuk ??" Ajak Tio penuh rasa kawatir.


" Hubby jangan seperti itu, aku hanya sedikit pusing."Balas Dania mencoba menenangkan.


" Tapi kau terlihat pucat baby..Mana aku bisa tenang jika kau seperti ini.." Timpal Tio.


" Panggil om dokter saja yah suruh kesini." Saran Davi.


" Om dokter sibuk nak.." Balas Tio menjawab meski wajahnya masih tetap kawatir.


" Davi sayang. mandi dulu ya sama Bik sumi..Davi tidak lelah ikut ayah kekantor ??" Tanya Dania mencoba mencari topik lain.


Davi segera menggeleng. "tidak buk, ada paman Willy sama paman paman Denis."


" Benarkah ?? siapa willy ??" Dania beralih menatap Tio.


" Willy anak buahku, dia aku tugaskan menjaga Davi sepanjang hari. jadi kau tidak perlu menunggu davi disekolah, sekarang willy 24 jam akan menjaga Davi kita. Willy juga aku suruh tinggal disini." Terang Tio menjelaskan.


" Hubby, kenapa berlebihan begitu ??" Protes Dania dengan suara lemah.


" Hanya jaga-jaga saja. Willy bisa diandalkan. dia termasuk orang kepercayaanku dalam markas." Balas Tio


Dania tak bisa lagi menolak, Tio benar-benar menjaga dia dan Davi layaknya berlian.


" Ibu davi mau disini saja ya ?? mandinya nanti.." ucap Davi.


" Kok begitu sayang ?? Ibu tidak apa-apa kok..mandi dulu terus makan malam, nanti baru kesini sama Ibu." Bujuk Dania.


" anak Ayah pintar kan ??" Tambah Tio mencoba merayu Davi.


" ya sudah. tapi Davi maunya sama paman Willy." Pinta Davi.


" Tentu saja nak." Balas Tio yang segera menghubungi Willy.


Tak lama Willy terlihat. "Permisi tuan, Nyonya." Sapa Willy penuh sopan didepan pintu.


" Davi mau bersamamu, ajak dia bersih-bersih dan tolong temani dia makan ya ?? Istri saya sedang sakit saya harus menjaga dia." perintah Tio.


" Baik Tuan." Willy mengangguk mengerti. "Mari tuan muda." Ajak Willy. Davi pun segera berlari dan menggandeng Jemari Willy menuju kamarnya.


Dania tersenyum bahagia, sekarang Davi sudah benar-benar akan sembuh. dekat dengan orang baru sudah tak membuatnya histeris.


Tio mengarahkan punggung tangannya dikening Dania. "Hangat baby, kau sakit.. Aku hubungi dokter dulu ya ??" ucap Tio.


" Tidak usah Hubby.. aku hanya ingin memelukmu saja." Dania membuka kedua tangannya seolah meminta dipeluk.


Tio tersenyum dan dengan senang hati membalas pelukan Dania.


baru saja Dania menikmati pelukan hangat pria yang amat ia cintai, entah mengapa perutnya kembali meronta dan..


huweekkkk !!!!


.


.


.