Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Iya aku tersedak !!



bab 60


.


.


.


Dan benar saja. Dania dikawal satu mobil dibelakangnya saat ia hendak menuju rumah sakit menjenguk Riana sebelum kekantor guna mengantarkan makan siang.


Meski cukup risih, Tapi dania tak bisa menolak. Bisa-bisa dia akan dikurung dirumah dan tidak boleh keluar.


Dengan menggandeng Davi, Dania menyusuri lorong menuju ruang rawat Riana. Dania nampak kagum sekali dengan anak buah Tio yang masih berjaga disana.


" Sebenarnya Ayahmu itu apa sih ?? kenapa dia memiliki banyak anak buah begini !!?" gumam Dania yang tidak sadar jika putranya mendengar.


" Ayah kan manusia Buk.." ucap Davi.


Dania sontak menengok putranya disisi. "oh..iya. maaf sayang.." Dania meringis mencoba tersenyum.


didepan ruangan Rawat Riana nampak dua penjaga yang tetap berdiri disana. saat melihat Dania keduanya menunduk seolah memberi hormat.


" Selamat siang nona. ada apa kemari ??" sapa salah satu.


" Sudah..sudah.. jangan seperti ini, aku jadi tidak enak.." protes Dania.


" maaf nona. ini memang pekerjaan kami. Nona istri tuan kami, otomatis Kami harus menghormati nona."balas Pengawal itu.


Dania membuang nafasnya dengan kasar kembali. Percuma berdebat dengan pengawal setia seperti itu.


" saya mau masuk." ucap dania yang segera menuju pintu rawat Riana.


dengan cekatan Pengawal Tio membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


" siang semua.." sapa Dania saat sudah didalam.


Didalam nampak Riana yang disuapi Wanda.


" Dan.. hay Davi.." sapa Riana yang berangsur membaik.


" Bibi riana sakit ya ?? kayak Davi tidak ??" tanya Davi dengan polos


Wanda terkekeh mendengar pertanyaan Davi. "Kau tidak melupakan kakak Rizal kan Davi ??" tegur Wanda.


" Tentu saja tidak. memang kak Rizal mana ??" tanya Davi.


" dirumah sayang.." balas Wanda yang mendekati Davi.


" bagaimana keadaanmu Ri ??" tanya Dania.


" sudah lebih baik Dan. nanti sore aku juga akan pulang. aku tidak enak dengan tuan Tio yang menyuruh anak buahnya menjagaku dirumah sakit ini." terang Riana.


" nikmati saja. setidaknya tunggu sampai sembuh total."timpal Dania.


" tidak usah. aku rasa. dirumah akan lebih baik." balas Riana.


" jangan bilang kau egois lagi dania.." tambah Wanda yang sangat tau sifat asli Dania.


" kenapa kalian kepo sekali ??!!" Dania nampak malas menanggapi.


" Kami hanya memastikan !! setidaknya kau tidak membuat Tuan Tio kecewa dengan perjuangannya !!" Balas Wanda.


" Berhenti membahas aku !!" protes Dania.


Riana dan wanda saling melempar senyuman. dari ekpresi Dania mereka sudah menyakini jika Dania sudah bisa mulai membuka hati kembali.


.


.


.


Puas berdebat dirumah sakit, Dania dan Davi tiba dikantor Tio. seperti kemarin, Dania menenteng wadah tempat makan siang Tio.


Mereka berdua beriringan masuk kedalam. Tanpa menunggu siapapun, Dania menuju lift untuk menjangkau ruangan kerja Tio yang katanya sudah tiba dari mitting diluar .


Terlihat Attalah, Rekan kerja Tio baru keluar dari Ruangan Tio bersamaan dengan dania baru tiba dilantai atas.


"Selamat siang tuan." sapa Dania pada Attalah penuh sopan, saat melihat Attalah hendak menuju lift.


" kau Dania kan ??" terka Attalah.


" Iya tuan." balas Dania seraya mengembangkan senyumnya.


" Kau jangan memanggilku tuan


aku ini hanya temannya kuliah dulu." terang Attalah.


" oh iya...tapi tetap saja," balas Dania


Attalah tersenyum simpul dan lansung masuk kedalam lift.


Dania memutar tubuhnya setelah memberi salam pada Attalah yang masuk kedalam lift. tak lupa senyum ia kembangkan menghiasi wajahnya.


" ehhemm !!" Deheman dari Tio membuat Dania langsung menatap Tio.


" kenapa ?? kau tersedak ??" tanya Dania.


Tio memutar bola matanya dengan malas. "iya aku tersedak !!" balas Tio dengan kesal. yang memilih menggendong Davi dan membawanya masuk kedalam ruangannya.


" dasar pria aneh !!" gumam Dania yang segera mengekor pada Tio untuk masuk keruangan Tio.


.


.


.