Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kau akan mendapat hukuman



bab 66


.


.


.


" Davi sudah pulang belum ya ??" tanya Dania pada Tio.


" memangnya kenapa ??tanya Tio balik.


" aku ingin kerumah Ibu sarah sekalian menjenguk Riana."balas Dania.


Tio menyodorkan ponselnya pada Dania.


" untuk apa ??" tanya Dania.


" hubungi nomer yang ada namanya D. tanyakan anak kita dimana."Pinta Tio.


Dania mulai pencarian. Semua nama hanya inisial saja hingga membuat Dania kebingungan. "yang mana ??!!"


" cari saja dulu. Nama D hanya satu." Balas Tio seraya berkendara.


" D itu siapa ?? anak buahmu ?? kau bergaya sekali punya banyak anak buah.." gerutu Dania. seraya menempelkan benda pipih dipipinya.


" Mereka butuh pekerjaan. masa iya aku tolak." balas Tio dengan singkat.


" nah..sudah tersambung." Dania menyodorkan ponsel Tio.


" Kau saja yang bicara." balas Tio


" Halo bos.." suara disebrang sudah terdengar saat panggilan telah terhubung.


" Kau bersama Davi kan ?? kalian dimana sekarang ??" Tanya Dania langsung.


" Oh.. Nona.. maaf saya fikir tuan tadi. Iya nona saya bersama Tuan kecil, beliau sekarang dirumah temannya dilingkungan kontrakan blok G."terang Anak buah Tio.


" Baiklah. kalian tunggu disana ya, Saya dan Tio akan kesana." balas Dania.


" siap nona." Anak buah Tio membalas.


" Jaga anakku dengan baik !!" suara Tio yang sedikit keras bisa didengar anak buah Tio dari sebrang


" Baik tuan." Panggilan pun segera berakhir.


" kau memang tidak kekantor lagi ?? selama ada aku dan Davi kau jarang kekantor ??" tanya Dania.


" Lalu kau akan kesana dengan siapa ?? mana mungkin aku membiarkanmu pergi sendiri." jawab Tio.


" tapi kau jadi tidak profesional jika begini. aku bisa sendiri kesana kok.." balas Dania.


" aku bosnya Dania. tidak akan ada yang berani protes. sudahlah tenang saja, bahkan aku bisa bekerja sembari mengawalmu begini." tutur Tio seraya mengedipkan salah satu matanya pada Dania.


" Jangan sok Tio, Kedua tanganmu masih menyetir, bagaimana bisa kau bekerja !!" Gerutu Dania.


" He..he..he.. aku kan bicara gampangnya seperti itu." Tio nampak cengengesan, membuat Dania ikut tersenyum.


.


.


" Semua gara-gara wanita itu !! waktuku dengan tuan Tio semakin berkurang !! sialan !!" Umpatnya dengan kesalnya.


Ada salah satu karyawan pria yang hendak keruangan Tio namun terhenti saat bertemu Hany.


" Tuan ada kan ??" tanya pria itu.


" Dia pergi !!" balas Hany dengan juteknya. Dan membanting pintu ruangannya dengan keras.


Braaakkk !!!


Pria itu meletakkan berkas yang ia bawa ketempat yang sudah disiapkan Tio. "ada apa dengannya"gumam pria itu yang memilih segera kembali keruangannya.


.


.


.


Mobil Tio berhenti dibelakang mobil yang membawq Davi.


" Hey.. kau tau dari mana alamat ini ??" tanya Dania keheranan. sebab sejak tadi ia tidak memberitau Tio.


" tentu saja aku tau. Kemanapun dulu kau bersembunyi aku tau Dania.." Balas Tio seraya mencondongkan wajahnya kearah Dania. sontak Dania pun langsung mengindar.


" Ha..ha..ha.. kau gerak cepat ya.." tawa Tio yang langsung membuka pintu meninggalkan dania.


" Tio kurang Ajar !! dia selalu berhasil mengerjaiku !!" umpat Dania yang segera ikut turun.


Dania bisa melihat dua anak buah Tio berjaga diluar dan satu ada disisi pintu kontrakan Ibu sarah.


" Ya ampun.. Tio, kau benar-benar keterlaluan !! apa harus dijaga seperti ini !!?" protes Dania


Tio mengusap tengkuk lehernya sebab tatapan Dania sangat tajam diarahkan padanya. "Itu ide mereka sendiri dania. sungguh !! aku hanya menyuruh mengawal Davi saja, bukan seperti ini..tanyakan saja kalau kau tidak percaya !!" Tio mencoba membela diri.


Dania mendegus kesal."awas saja jika sampai Ibu sarah dan suaminya merasa tidak nyaman. kau akan mendapat hukuman !!" ancam dania yang masuk terlebih dulu.


" Sayang.. hukuman apa ??!! aku bukan anak kecil !!" Balas Tio yang turut mengekor menuju rumah teman Davi itu.


Dua anak buah Tio menunduk hormat saat bos mereka tiba. "selamat datang tuan." sapa mereka.


" diam kalian !!! ini semua gara-gara kalian !!" balas Tio dengan ketus.


Dua anak buah Tio saling tatap, apa maksud bosnya itu mereka sama-sama tidak tau.


.


.


.