
bab 116
.
.
.
Tak ada bosan Tio menghujani wajah Dania dengan Ciuman yang begitu menandakan Betapa ia amat mencintai wanita bar-bar itu.
Tio terkekeh kala Melihat Dania yang mengeliat seperti anak kucing saat terkena sentuhan bibirnya. pergulatan semalam menyisakan lelah bagi Dania. hingga Saat matahari sudah terbit pun Dania masih betah dengan tidurnya.
" Tidurlah baby..Maafkan aku yang membuatmu kelelahan" Ucap Tio lirih
Tak ingin mengganggu Tidur istri tercintanya, Tio memilih segera turun setelah selesai membersihkan tubuhnya, bahkan Tio juga sudah menggunakan pakaian lengkap kerjanya.
Tak sengaja Tio keluar bersamaan dengan Davi yang juga sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.
" Ayah.." sapa Davi dengan ceria.
" Wah.. anak Ayah sudah rapi ya," Balas Tio yang berjalan menghampiri Davi.
Davi terlihat menggangguk. namun netranya malah melihat kebelakang sang Ayah, dimana biasanya Ibunya akan mengekor dibelakang sang Ayah, tapi kini kok tidak.
" Ayah. ibu mana ??" Tanya Davi.
Tio mengembangkan senyum dan mengusap kepala Davi dengan lembut. "Ibu sedikit tidak enak badan nak. Kesekolahnya diantar Ayah ya ?? Nanti kalau bik sumi sudah selesai bekerja dirumah, biar dijemput bibi sama paman sopir."Terang Tio.
" Ibu sakit ??" Davi memperjelas.
" Mau lihat Ibu dulu.." Davi berlari kearah kamar Tio dan Dania. Tio hendak melarang namun sang anak sudah terlanjur kearah sana.
" Semoga saja Dania masih tidur dan tetap pada posisinya tadi." Gumam Tio yang segera menyusul Davi.
Perlahan Davi memutar kenop pintu agar bisa masuk kekamar sang Ibu.
Dan benar saja. Saat pintu terbuka Davi bisa melihat sang Ibu masih berbaring diranjang dengan selimut tebal yang membalut tubuhnya.
Tio sedikit bernafas lega saat Dania masih pada posisinya. untung saja lingery dan pakaian yang berserakan sudah Tio bereskan. jadi Davi tak perlu melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihatnya.
" Tuh lihat, Ibu masih tidur..apa mau Ayah bangunkan ??" Tawar Tio.
" Tidak usah Ayah. Ibu biar tidur saja. kasihan sekali.." Balas Davi.
" ya sudah.. ayo sarapan dengan Ayah.." Ajak Tio mengulurkan tangan.
.
.
Dimeja, Tio dengan telaten mengambilkan makanan untuk Davi. jangan lupakan kesukaan Davi juga, Paha Ayam goreng juga telah disiapkan Tio.
" Bisa makan sendiri ??" Tanya Tio.
" Bisa Ayah.. biasanya kan makan sendiri.." jawab Davi.
Keduanya menikmati sarapan dengan lahap.
Setelah selesai, Tak lupa Tio merapikan pakaian Davi dan mengelap bibir Davi bekas sisa makanan agar tidak terlalu berantakan.
" Ok.. siap, anak ayah siap sekolah ??" Tio mengacungkan tangan.
" Siap !!" davi membalas tos sang ayah. dan keduanya beriringan keluar dari rumah.
Tak lupa Tio membukakan pintu mobil untuk sang putra.
" Tuan tidak bersama saya ??" tanya sopir Tio.
" Kau nanti bersama bik sumi saja. jangan terlalu lama ya, aku takut Davi kelelahan atau bagaimana nanti. oh ya, Bawa satu pengawal juga, Istriku tidak bisa menjemput Davi, Kalian harus menjaga dengan baik." Terang Tio dengan tegas. hingga beberapa anak buahnya bisa mendengar
" Siap tuan." Mereka nampak menunduk mengerti.
Tio langsung memutari mobil dan masuk kekursi kemudi.
" Jika duduk didepan harus pakai sabuk pengaman Nak." Tio memberitau davi dengan suara lembutnya.
" Lihat, Ayah ajari cara pakainya." Tio menunjukkan pada Davi. terlihat sekali Davi benar-benar memperhatikan.
" Davi bisa yah !!" Davi mencoba kembali dan ia berhasil.
" Tentu saja. anak Ayahkan pintar.." puji Tio yang mulai menyalakan Mesin mobilnya.
Davi pun tersenyum senang dengan pujian sang ayah. bapak dan anak itu akhirnya berangkat meninggalkan rumah, Dengan Dania yang masih terlelap dalam tidurnya.
.
.
.