Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
kedatangan Tio lagi



.


.


.


Setelah menidurkan Davi, Dania keluar dari kamar dan menuju meja makannya dimana Wanda tengah duduk.


Dania duduk dengan membuang nafas sembarangan. nampak begitu tak bersemangat.


" Davi sudah tidur ??" tanya Wanda.


Dania mengangguk. "sudah. anakku pulang ??"


" iya." balas Wanda. yang segera menggenggam jemari Dania. "Dan, maaf ya, tadi aku tidak bisa membantumu..miss Ayla adalah bosku, aku tidak bisa melawan dia.."terang Wanda yang cukup merasa bersalah.


Dania menerbitkan senyum"jangan minta maaf, Miss Ayla berurusan denganku, akan sangat baik jika kau tidak ikut campur.."


" Oh..ya, kenapa kau sudah pulang siang begini ?? dan, pria tadi itu siapa Dania ?? dia seperti mengenalmu ??" tanya Wanda.


" aku dipecat lagi. entahlah, mungkin memang bukan rizki ku." jawab Dania hanya menjawab satu pertanyaan Wanda.


Wanda pun tak.berani bertanya kembali.


" aku sudah masak jika kau akan makan, Davi juga belum makan siang, aku mau pulang dulu, Anakku harus les private."pamit Wanda.


Dania mengangguk pertanda mengerti. "terima kasih Wan. maaf ya, sudah merepotkan."


" kau ini seperti dengan siapa saja. bahkan kau yang sering menolongku."timpal Wanda tak lupa senyum ia terbitkan.


" oh ya Dan, nanti malam jangan lupa ya antar aku keapartemen mewah yang kemarin."tambah Wanda.


" iya. tenang saja." balas Dania.


Wanda segera melangkah pergi keluar untuk pulang, sementara Dania memijit pelipisnya, dimana lagi ia akan mencari pekerjaan.


.


.


Malam pun tiba, Tio bersiap dengan setelan kemeja santai lalu mengendarai mobil guna menepati janjinya untuk menemui Davi. entah mengapa Tio sangatlah yakin Davi adalah putranya. tak lupa Tio membeli beberapa buah tangan dan mainan untuk Davi. entah apa respon Dania nanti, Tio sama sekali tidak peduli.


Dirumah, Dania tengah menyuapi Davi dengan ayam goreng kesukaan Davi selama ini.


" enak bu.." ucap Davi.


" orang jahatnya datang lagi nggak ya buk ??" tanya Davi dengan polos.


Dania mengusap kepala putra kesayangannya. cukup miris memang dihantui dengan himpitan ekomoni yang membelenggu hidup mereka berdua."tidak akan sayang..Davi kan laki-laki..harus berani dan kuat ya.."


Davi mengangguk penuh semangat.


ketukan pintu membuyarkan tatapan sendu Dania, hingga membuatnya harus segera membukakan pintu itu.


Saat pintu terbuka wajah pria yang begitu ingin ia lupakan kembali datang. dengan mata bulat beningnya, Dania menatap Tio yang berdiri tegap dihadapannya.


"mau apa kau kemari lagi ??" tanya Dania penuh selidik, tatapan kebencian bisa terlihat disana.


" mana Davi ?? aku kemari karna janjiku padanya.." Tio hendak menerobos masuk. namun Dania segera mencegahnya dengan berdiri didepan pintu.


" uangmu akan aku kembalikan nanti jika aku sudah memilikinya. jadi pergilah. aku tidak akan berbohong."ujar Dania. ia berusaha menetralkan rasa dihatinya. entah mengapa degup jantungnya seakan tak beraturan.


" Hentikan membicarakan uang Dania !! aku kemari karna Davi. !! terserah kau sendiri untuk urusan uang, aku tidak peduli !!" Balas Tio dengan suara tegas.


Dania tak berubah, tetap keras kepala. namun itulah yang membuat Tio tak.bisa melupakan Dania begitu saja.


" Davi..!!? Davi !!?" panggil Tio dengan suara meninggi.


dan benar juga, Davi yang bisa mendengar suara Tio berlari keluar dengan wajah cerianya.


" Om !!" Balas Davi saat melihat tio berdiri didepan sang Ibu.


Entah karna naluri atau apa, Davi langsung berhambur memeluk Tio. dan Tio pun demikian. ia langsung mengangkat tubuh Davi dalam gendongannya penuh bahagia.


" Om..baik, menepati janjinya.." ucap Davi.


" tentu saja. om bawakan hadiah buatmu. kau mau ??" Tio tersenyum penuh semangat juga.


Davi mengangguk penuh semangat, dan menciumi pipi Tio.


Dania yang tak kuasa melihat pertemuan bapak dan anak itu meninggalkan keduanya dengan wajah tak bisa diartikan.


sesak didada, namun ego mengalahkan segalanya.


.


.


.