
bab 85
.
.
.
Dengan bertelanjang kaki Dania berjalan melewati Tio dengan wajah kesalnya.
Tio meringis seraya memegangi kepalanya dan menatap Dania yang berjalan lebih dulu darinya.
" Baiklah.. kau mau main kasar ya ??" Gumam Tio seraya menyeringai. ia berlari kecil mengejar Dania dan tanpa memberitau Langsung membawa Dania dalam gendongannya.
" Aaakkhhj !!! Tio, !!" pekik Dania yang terkejut dengan perlakuan Tio
" jangan pura-pura. aku tau kau maunya digendong kan ??" Goda Tio yang tak kesusahan membawa Dania menuju kamar mereka.
" Sembarangan !! sok tau sekali.. turunkan aku Tio !!" ronta Dania.
" Shutt.. Berisik sekali sih.. merontanya nanti ya kalau sudah dikamar." Kembali tio melayangkan godaan dan candaan pada istrinya.
" Dasar pria mesum !! Kau akan keberatan jika membawaku hingga Kekamar." Ucap Dania.
" tidak masalah. karna kau sudah menjadi milikku.." balas Tio tanpa beban dan terus melangkah menuju kamar mereka.
" Tio.. aku malu sekali dilihat banyak orang.." Ucap Dania lagi.
" anggap saja mereka manekin yang tidak berguna."balas Tio asal lagi.
Dania akhirnya pasrah. berdebat dengan Tio bukan suatu hal yang bisa ia menangkan. lagian, Sebenarnya Dania cukup lelah jika harus berjalan kekamar sendiri dengan menggunakan gaun pesta itu.
.
.
.
Tiba dikamar Tio menurunkan Dania dan langsung menutup pintu kamar pengantin itu.
Dania melongo menatap kamar yang mereka masuki. Cahaya temaram dari lilin-lilin dengan hiasan Bungan berbentuk hati diranjang, lampu berkerlip serta aroma terapy lavender yang begitu menenangkan. kapan kamarnya dirubah seperti itu ??
Tio memeluk Dania dari belakang, saat sadar istrinya terkejut dengan kejutan darinya itu.
" Kau lagi yang menyiapkan semua ini ??" tanya Dania.
tentu saja.." balas Tio.
" benarkah ??" dania menoleh kesisi kanan dimana Tio bergelayut dipundak Dania.
" Tentu saja bukan. Aku kan sejak tadi bersamamu dipelaminan sayang.." timpal Tio.
" sudah kuduga" gumam Dania.
Tio membuka pelukannya dan memutar tubuh Dania. " Dengar. aku memang tidak menyiapkan semua ini..tapi mereka juga tidak akan menyiapkannya jika tidak aku perintah."
"Seberapa banyak lagi kejutan yang sudah kau siapkan Tio..aku merasa menjadi seorang ratu saja.." balas Dania yang membalas pelukan Tio.
" Kau memang ratuku dania. Malam itu, malam ini, dan malam selanjutnya, kau tetap akan menjadi ratu dihatiku.." ucap Tio dengan menatap serius Dania.
" Aku wanita paling beruntung didunia..Karna memiliki kau.." ucap Dania.
" Tentu saja." balas Tio yang perlahan demi perlahan mendekatkan bibir pada Dania.
Hingga akhirnya bibir keduanya sudah menyatu dan pertukaran slavina kembali mereka lakukan. seolah ingin melanjutkan yang tadi siang, Tio me lu mat Bibir Dania dengan penuh kelembutan.
Dania yang sangat bahagia mendapat banyak kejutan dari Tio menerima ciuman Kehangatan dari Tio. dania Hanya bisa mengimbangi ciuman Tio yang lama kelamaan berubah menjadi panas, apa lagi saat tangan Tio sudah mulai bergerilya mencoba membuka gaun Dania. Seakan sudah direncakan, Gaun dania tidak terlalu sulit dibuka.
Hanya menarik rersliting belakang saja, Gaun Dania sudah bisa dibuka.
" Tio.. pintunya ??" Dania melepas pa ngu tan mereka saat teringat kejadian tadi siang.
" tenang saja sudah aku kunci. lagian meski tidak aku kunci mereka tidak akan berani masuk kesini. ini sudah malam." balas Tio. suaranya sudah terdengar parau. sebab tubuhnya sudah terasa panas akibat na f su yang mulai menguasainya.
Dan dengan cepat kembali Tio menyambar bibir Dania, decitan pertukaran Slavina memenuhi kamar temaram yang bernuansa sangat romantis itu.
sedikit demi sedikit, Tio menggiring Dania mendekati ranjang yang berhias taburan kelopak bungan mawar itu sesaat setelah Tio berhasil melucuti gaun Dania.
.
.
.