Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Positif



bab 123


" Bagaimana ??" Tanya Tio yang sudah tidak sabar.


Zakia masih terus memeriksa.


" Hey Zakia !! kau tuli !! aku bertanya !!" Tegur Tio lebih mendekat.


" Hubby jangan mengganggu dokternya !!" Cegah Dania.


" Tidak apa kak, Dia dan kakakku sama. sama-sama tidak sabaran."ucap Zakia yang menerbitkan senyum lalu meletakkan stetoskop kedalam tasnya.


" Lagian kau lama sekali memeriksanya !!?" Kembali protes Tio.


" Aku bukan dukun kak. jadi harus bertahap. " Balas Zakia.


Tio nampak terlihat kesal.


" Dokter.. maaf ya, atas kelakuan suami saya." Ucap Dania


" Tidak masalah kak. Aku ada kabar baik. sepertinya kak Dania hamil."Terang Zakia langsung bicara.


" Apa ??" Tio membulatkan matanya tak percaya begitupun dengan Dania.


" Kak Dania, nanti coba test ya. ini aku kasih testpeck kalau hasilnya postif besok kerumah sakit, kita lihat keadaan janin didalam perut."tutur Zakia.


Dania masih tak percaya dengan yang didengar. ia akan kembali hamil,


" Kau yakin Kia ??" Tanya Tio lagi.


" Prediksi kak. Tapi dari tanda-tandanya Tidak meleset kok."jawab Zakia sembari membereskan alat-alatnya.


Tio seketika tersenyum dan mendekati Dania yang terbaring memegangi jemari Dania. "Baby.. kau hamil sayang.."


Dania pun tak kalah bahagia. meski sejak awal ingin menunda, tapi setelah berjalan Dania dan Tio tidak mau menunda lagi.


Tio mengecup kening Dania seolah mengutarakan rasa bahagia yang amat besar. Namun sayang Dania kembali mual saat menghirup aroma tubuh Tio.


sontak Dania mendorong dada Tio.


" Uuweekkk !!!" Dania bangkit dan buru-buru berlari kekamar mandi.


" Baby.. sayang !!! aduh muntah lagi.." Cemas Tio.


Zakia hanya terkekeh saat melihat kepanikan teman kakaknya itu.


" Hubby jangan masuk !! aku bisa muntah terus jika begini !!!" Teriak Dania dari dalam kamar mandi.


Zakia mendekati teman kakaknya itu. " Kak, itu wajar terjadi ditrimester pertama. ini aku beri resep nanti tebuslah diapotik supaya rasa mualnya berkurang." Nasehat Zakia.


" Tapi masa aku harus jauh-jauh dari istriku Kia !!" Protes Tio.


" Ayolah kak, hanya beberapa bulan saja. Lagian ini kan bukan kehamilan pertama kak Dania, dia sudah pernah hamil kan ?? seharusnya kakak juga bisa memahami." Balas Zakia.


Sontak Tio membeku. "apa dikehamilan dulu Dania juga begini ?? ya Allah betapa dia menderita selama itu.." batin Tio kembali bersalah.


" Kak.. kak Tio.." panggil Zakia saat Tio tak merespon panggilannya.


" Oh.. iya..em.. Zakia, Apa itu menyakitkan ?? maksudku apa yang dirasakan Daniaku?? " Tanya Tio dengan mimik wajah serius.


" Kalau ditanya rasa ya pasti tidak nyaman. apalagi perubahan hormon akan membuat kak Dania mudah lelah dan mungkin bisa emosi jika terganggu. perhatian dan kasih sayang yang harus kakak berikan, agar kak Dania tidak sampai stres" Terang Dania.


Tio semakin larut dalam rasa bersalah, dalam kehamilan davi dulu Dania melalui tanpa dirinya.


" Sampai berapa bulan daniaku akan seperti ini ??" tanya Tio lagi.


" Normalnya dua tiga bulan kak, tapi kita lihat nanti ya. nanti kalau hasilnya positif besok langsung ajak Kak Dania kerumah sakit ya ?? aku pamit dulu." Zakia berpamitan dengan Tio.


" Iya. terima kasih.." Balas Tio sekenanya.


Zakia langsung melangkah keluar meninggalkan Tio yang terlihat sangat bersalah.


" Ya Allah.. betapa berdosanya aku dulu.." Gumam Tio.


Dania sudah berjalan keluar dengan testpeck ditangannya. senyum terhias diwajah pucatnya saat benar adanya jika ia tengah hamil.


" hubby.. this real.." Dania menunjukkan hasil testpeck yang mmperlihatkan garis dua.



Tio tersadar dan memegangi testpeck yang ditunjukan Dania.


" Baby.. kita akan punya anak lagi.." Tio seakan belum percaya.


Dania menggangguk dengan cepat.


Tio seketika merengkuh tubuh Dania dan memeluknya. baru saja Dania menikmati pelukan suaminya, perutnya sudah kembali merasakan mual.


.


.


.