Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Hari pernikahan



Bab 201


.


.


.


Hari pernikahan Celine dan D pun telah tiba. dekorasi diluar ruangan sebagai pilihan kedua mempelai untuk acara sakral ijab kabul mereka.


Hanya terlihat sederhana, namun masih tetap nampak mewah.



Tak banyak tamu yang diundang, Hanya kelompok D dan Tio serta kerabat dekat Celine yang hadir untuk menjadi saksi ikatan suci mereka.


D yang sudah siap dengan setelan Kemeja dan jas hanya berdiam diri menghadap cermin besar yang memperlihatkan dirinya.rasa tak percaya masih diingatannya, ia akan menikah ??



"Astaga D.. Kau hanya pakai jas seperti itu ??" tegur Tio yang baru masuk.


"Iya tuan. Kami kan tidak mengadakan resepsi.."Balas D seraya memutar tubuhnya.


"Huh.. Baiklah. Ayo turun.. Acara sudah mau mulai."ajak Tio.


D menarik nafasnya beberapa kali. Tio yang melihat itu mendekati rekan seperjuangannya itu dan menepuk pundak D dengan perlahan.


"Rileks lah.. Ini tidak semengerikan saat kau membantai musuh."Canda Tio mencoba menenangkan D.


D tersenyum tipis. "Terima kasih tuan."


"Apa sudah lebih baik ??" tanya Tio.


D menggangguk pasti.


"Ayo.." Tio mempersilahkan D melangkah lebih dulu menuju tempat yang sudah disiapkan.


.


Dada D bergemuruh saat melihat banyaknya tamu yang sudah hadir dan duduk disana.


Tak sadar D menghentikan langkahnya hingga membuat Tio turut berhenti.


Tio faham.betul apa yang dirasakan D. Lalu dengan perlahan Tio menggenggam jemari D dengan erat. Sontak D menoleh kesisinya.


"Jangan membuatku malu D.. Masa tanganmu berkeringat hanya karna kau mau ijab kabul saja. Membunuh orang saja kau biasa saja !!"Tio membuyarkan rasa grogi D.


Hingga akhirnya D mulai melangkah kembali menuju kursi yang sudah disiapkan, Dimana Pak Burhan sebagai Papa Celine sudah ada disana.


Lalu tak lama Hentakan suara sepatu Milik Celine terdengar. Semua mata tertuju pada Celine yang dituntun sang mama diikuti Dania.



Hingga tiba disisi D, Lalu kemudian Celine dipersilahkan untuk Duduk.


D sekilas melirik calon istrinya yang memang begitu cantik sekali.


"Bagaimana sudah bisa dimulai ??" tanya sang penghulu.


"Silahkan tuan.." Tio mempersilahkan.


Pak Burhan diberi arahan, begitu pun dengan D.


Saat nama Asli D disebut semua orang begitu terkejut mendengarnya.


"Saudara Dewanta Killer, Saya nikahkan kau dengan putriku yang bernama Celinenna Hayunimas dengan mas kawin uang sebesar 100juta dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya Celinenna Hayunimas binti Burhansyah dengan mas kawin uang sebesar 100juta dibayar tunai."D mengucapkan kalimat ijab kabul dengan lantang.


Balasan sah dari para saksi menandakan ijab kabul berjalan lancar.


Doa pun dipanjatkan Oleh pemuka agama semua pun mengamini mendoakan yang terbaik untuk kedua mempelai.


Wanda yang berada dikursi tamu menitikkan airmata, Denis yang setia disisinya menguatkan dengan menggenggam jemari tangan Wanda.


"Kenapa malah menangis ??" Tanya D lirih.


"Aku terharu sekali.. Celine wanita yang begitu baik.. dia berhak sekali bahagia..Terima kasih Tuhan.. Sudah menjawab doaku.."Ucap Wanda.


Denis merengkuh pundak Wanda agar kekasihnya itu tidak semakin mennagis.


.


.


Setelah menandatangi berkas-berkas. D dan Celine digiring kesebuah singgasana sederhana untuk sesi pemotretan, karna tidak ada nya resepsi dimalam harinya, Beberapa kerabat segera memberi ucapan selamat pada Celine dan juga D.


Untaian doa dan ucapan selamat banjir diterima kedua mempelai. Bahkan beberapa hadiah juga sudah tertumpuk ditempatnya.


Senyum Celine pun tak luntur sedikitpun. D yang selama ini sulit tersenyum hari itu seolah berubah total ia begitu ramah dan dengan lebar menerbitkan senyumnya.


.


.


.