Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
kepentingan pribadi



Bab 189


.


.


.


D dipersilahkan masuk saat Celine sudah tersadar. Mata Celine masih terlihat merah karna sejak tadi menahan air mata. Bahkan ia tidak bicara sepatah katapun pada dokter maupun suster.


Saat D masuk pun, Celine hanya menatap penuh kesedihan pada Pria dewasa yang telah menolongnya itu.


"Apa kau sudah lebih baik ??" tanya D ketika sudah disisi Celine.


Celine menggangguk pelan. Melihat wajah sedih Celine jujur membuat D begitu tak karuan.


"Sebenarnya kau kenapa ?? Kau melihat apa ??"D duduk disisi Celine yang berbaring.


Celine malah menitikkan air matanya.


"Hey.. Jangan sedih.. Ya sudah jika kau tidak mau bicara tapi jangan menangis ya ???" hibur D seraya mengusap tangan Celine.


Celine yang tak kuasa memeluk Perut D dengan erat. Terisak dan menyembunyikan wajahnya disana.


D yang awalnya terkejut berusaha menenangkan Celine dengan mengusap kepala Celine penuh kelembutan.


Hingga beberapa menit D membiarkan Celine menumpahkan air mata kesedihannya itu tanpa D menanyakan kenapa dan ada apa.


.


.


Wanda tertidur dimobil saat waktu sudah cukup malam. Atas paksaan wanda, Denis terpaksa membawa Wanda berkeliling mencari keberadaan Celine.


Larangan Denis pun sudah tidak diindahkan Wanda. Ia tetap memaksa dan akan marah jika sampai tidak ikut


Tatapan rasa bersalah terlihat pada Denis, saat ia tiba didepan rumah wanda. Dengan sendu Denis menatap wajah Wanda yang terlihat sedih sekali.


"Ya Tuhan.. Kenapa aku jahat sekali seperti ini.. Kau harus seperti ini karna aku.."Gumam Denis seraya mengusap pipi Wanda.


Baru saja Denis memberikan kasih sayang pada wanda. Ketukan dipintu mobil mengejutkan Denis.


Ternyata Riana yang ada disana. Denis buru-buru membuka pintu mobilnya.


"Ada apa kak ??" Tanya Denis.


"Seharusnya aku yang tanya, Jika sudah sampai dari tadi kenapa wanda tidak disuruh masuk ??!" Jawab Riana sedikit kesal.


"Dia tidur kak.."Balas Denis


"Lalu kalau tidur mau kau biarkan begitu ?? Jangan karna masa lalunya yang hitam ya kau akan seenaknya begitu !!! Wanda sekarang wanita baik-baik !!"Omel Riana yang hendak memapah Wanda.


"Kakak kenapa bicara begitu ??!! Bahkan niat jelek saja aku tidak punya ?!!" protes Denis.


"Diamlah dan pulang sana !!! Cari solusi supaya wanda tidak merasa bersalah lagi !! Kau yang membuat keadaan kacau, kau yang harus menyelesaikannya !!!" Sentak Riana. Yang dengan segera membangunkan Wanda.


"Wan.. Wanda.. Bangunlah.. Kau sudah dirumah ??"


Wanda terlihat mengerjapkan kedua matanya. "Benarkah ?? Oh..sorry..aku ketiduran.."


"Ayo turun. Istirahat dirumah.."Ajak Riana.


Wanda nampak menggangguk dan mengumpulkan semua nyawanya.


"Aku masuk dulu.." pamit Wanda.


Denis hanya menggangguk seraya menatap nanar Wanda yang langsung masuk bersama Riana.


Denis mendesah kasar, Ia pun mengusap wajahnya beberapa kali. Masalah yang ia hadapi lebih rumit dari masalah kantor yang sering ia temui.


.


.


Celine yang kelelahan menangis, akhirnya tertidur dengan posisi terus memeluk D. Dan ternyata D pun tak merasa keberatan, entah mengapa hati D selalu tergelitik untuk ada disisi Celine dan tak mau jika wanita muda itu bersedih apa lagi menangis.


Ponsel D berdering membuyarkan lamunannya. Buru-buru D meraihnya dan melihat siapa yang menghubunginya malam-malam.


Setelah menyisihkan kepala Celine yang ada dipangkuannya, D buru-buru keluar, ia tak mau mengganggu tidur Celine.


"Halo tuan. Ada apa ??" D menerima panggilan yang ternyata dari bos besarnya.


"Kau dimana ?? Dimarkas tidak ada ??" Tanya Tio.


"Apa tuan dimarkas ??" Tanya D balik.


"Iya. Dan kau malah tidak ada."jawab Tio dengan ketus.


"Maaf tuan saya ada kepentingan pribadi."terang D beralasan.


"Sok sibuk !! Aku ada tugas untukmu. Diluar bisnis kita."Ucap Tio.


"Apa tuan ??"


"Kau tidak bisa kemarkas dulu ??!!"


"Maaf tuan saya tidak bisa."


"Huh.. Kau sibuk apa sih ??!!"


"Ini urusan pribadi tuan."


"Baiklah !! Baiklah !! Baru kali ini kau membangkang D." Tio berkata dengan kesal.


"aku akan kirim gambar seorang wanita. Dia hilang sejak 3 hari yang lalu. Kau harus berusaha menemukannya, retas semua area, aku sibuk dikantor jadi tidak bisa melakukannya."Perintah Tio.


"Baik tuan."Balas D.


"Singkat sekali.." gerutu Tio.


"Ya sudah. Lanjutkan kepentinganmu itu !! Sia-sia aku kemarkas ?!" tambah Tio yang langsung mengakhiri panggilan.


D pun juga langsung mematikan panggilannya, ia membuka pesan gambar dari sang bos besar.


Gambar masih terlihat buram dan lama kelamaan terlihat jelas. Hingga ...


"Celine..." gumam D dengan amat terkejut.


.


.


.