
.
.
" Dia siapa ??" tanya Attalah yang segera membuka kaca matanya. sebab sejak tadi mata Tio terus tertuju pada Wanita yang keluar dari Restorannya itu.
Tio masih diam. ia sama sekali tidak melihat raut wajah kesedihan pada Dania saat keluar tadi. "kenapa dia tidak berusaha membujukku!!? wanita itu tetap keras kepala !!" batin Tio dengan kesal. harapan yang sejak tadi melintasi kepalanya sirna dengan Dania yang diam saja saat dipecat begitu saja.
" Tio !!!" Attalah menepuk keras pundak Tio hingga membuat Tio sedikit terperajak.
" aku tidak tuli Atta !!!" protes Tio
" aku bertanya sejak tadi kau diam saja !!!" balas Attalah tak mau kalah.
Tio mendegus dan memilih menyalakan mesin mobil lalu pergi dari restorannya.
" apa kau mengenal wanita tadi ?? kau sejak tadi mengajak pulang tapi kau malah menyuruhku diam dan menunggu dia keluar, ?!!" tanya Attalah kembali.
Tio menatap Attalah yang memberondong dirinya dengan ribuan pertanyaan.
" Aku tidak menyangka bisa bertemu dia lagi setelah sekian lama." gumam Tio lirih
Alis Attalah bertaut begitu saja. "dia mantanmu ??"
" lebih dari itu."balas Tio dengan cepat.
" dia cintamu semasa SMA ??!!" Attalah merubah posisi duduknya sedikit menghadap Tio.
" jangan selebai itu kenapa !!?" balas Tio yang tak habis fikir dengan temannya yang kini sudah berubah drastis setelah bisa bersama kembali dengan kekasih dan Putrinya.
" siapa namanya ?? dan aku tidak menyangka kau masih menyimpan rasa kepadanya ??!!" Attalah tak memperdulikan ucapan Tio, ia memilih terus bertanya.
" Dania." kata Tio dengan jelas.
" bukannya kau bilang dia sudah menikah ??"
" aku tidak tau pasti. dia sulit ditemui."
" dan kenapa kau mendekati dia lagi ??"
" kami tidak sengaja bertemu Atta !!!"
" benarkah ??!!" goda Attalah.
Tio berdecak kesal, sembari.mengedarkan matanya. meneliti kemana arah perginya Dania.
" kemana dia ??" gumam Tio yang terus melajukan mobil.
" hey kita mau kemana ???!! kantor kesana Tio !!" protes Attalah yang melihat Tio membelokkan mobil kearah yang berlawanan dari kantor.
" sebantar saja !!" balas Tio.tanpa.peduli Attalah, senyum tipis terbit saat mata Tio menangkap Wanita bersepeda motor didepannya yang ia yakini adalah Dania.
" kau akan kemana Dania.." gumam Tio sendiri yang mulai mengurangi kecepatan mobilnya agar Dania tidak menyadari jika sedang diikuti.
"iya. diam saja sebentar. aku hanya ingin tau dimana dia tinggal."balas Tio dengan singkat.
" aku menyesal membiarkanmu memimpin perusahaan Alm.Hans, seharusnya kau tetap asistenku, agar kau tidak berani memerintahku begini !!!" gerutu Attalah seraya merogoh ponselnya.
tak ingin berdebat, Attalah memilih menghubungi istri tercintanya.
.
.
Sementara Dania yang tidak tau mau kemana memilih untuk kembali saja kekontrakannya. perjalanan yang cukup jauh harus ia tempuh, dalam hati Dania terus merutuki Sikap Tio yang baginya sangat semena-mena.
" apa dia fikir jika aku sungguh sudah menikah ?? makanya dia seenaknya.begitu !!?" Dania bicara sendiri dalam laju motornya.
" hampir 7 tahun, tapi ternyata dia tidak pernah berubah !! tidak mau disalahkan !! dasar !!!" umpat Dania lagi.
Beberapa kali Dania memukul kepala motornya seolah melampiaskan kekesalannya. terlalu fokus dengan fikiran yang menerka-nerka membuat Dania tak sadar jika tengah diikuti.
Sementara Tio tetap setia menjaga jarak agar tidak terlalu dekat.
"kenapa jauh sekali rumahnya ??!! aku berfikir dia ini sedang bingung !" ujar Attalah saat sudah selesai berbincang mesra dengan istrinya dalam sambungan telfon.
"jangan sok tau ?!" balas Tio.
" kau lihat saja, dia sejak tadi tidak berhenti !!" timpal Attalah tak mau kalah.
" haish...kau bawel sekali sih Attalah wirnawan !!!" jawab Tio dengan wajah nampak.frustasi.
Attalah memanyunkan bibirnya. Keseriusan Dari wajah Tio membuat Attalah yakin jika wanita itu sangatlah spesial bagi Tio.
" dia masuk gang !!?" tunjuk Attalah.
" aku melihatnya Atta !! kecilkan suaramu !!?" balas Tio.
" iya..iya."
Tio menghentikan mobilnya. dan segera turun.
" tunggu disini ya ?? aku sebentar." tanpa mendengar jawaban Attalah, Tio langsung berlari memasuki gang kecil yang hanya bisa dilewati Motor.
Cukup jauh Tio.berjalan hingga Gang itu berakhir. dan perhatiannya fokus pada Anak laki-laki yang tengah mengamuk dan sedang didekap Dania dengan erat.
" siapa anak itu ??"tanya Tio sembari menyembunyikan tubuhnya.
.
.
.