Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
sampai matipun



bab 156


.


.


.


Seorang wanita paruh baya berambut pendek ikal dengan riasan menor dan pakaian seksi didampingi dua bodyguardnya menghampiri Wanda.


Wanita itu menelisik seluruh tubuh Wanda dan kemudian beralih pada Denis. hingga tawa kecil terdengar dari mulut wanita itu.


Wanda meneguk ludahnya dengan kasar. Mucikari itu ternyata telah bebas. padahal Tio telah memenjarakannya dulu sewaktu membebeskan Wanda dalam naungannya.


" Dia priamu ?? Kau sekarang penyuka daun muda kah ??" tanya Miss Ayla penuh ejekan.


" Bagus sekali sekarang penampilanmu, lebih sopan dan elegan. aku sampai tidak mengenalimu loh.." lagi ejekan keluar dari mulut Miss Ayla.


" Tanpa berdosa kau pergi dari tempatku ??!! kau membiarkan aku dipenjara ?? apa kau lupa siapa dulu yang memungutmu dari jalanan dan menjadikanmu seorang princes untuk kalangan pria matang ?? bahkan kau dulu yang mengemis meminta pekerjaan padaku kan ???" Lagi dan lagi Hinaan dilontarkan Miss Ayla.


Wanda masih diam. sementara dua bodyguard miss Ayla tersenyum penuh hinaan kearah wanda.


" Anda siapa ??" Tanya Denis dengan penuh selidik.


" Tuan.. kita langsung pergi saja."Wanda berusaha mengajak Denis menghindari Miss Ayla.


" Eh.. kau mau pergi kemana ?? kau harus ganti rugi padaku ya ?!!! gara-gara kau dan teman sialanmu itu, aku jadi dipenjara dan gedungku dirobohkan !!!" Ucap miss Ayla dengan emosinya. sebab Wanda hendak pergi.


" Miss..Yang memenjarakanmu tuan Tio bukan aku. dan lagi, aku sudah tidak terikat kontrak atau apapun denganmu, jadi kita tidak punya urusan lagi."Wanda dengan berani melawan.


" Oh.. kau sudah berani berkata keras padaku ya !!? apa karna ada pria muda ini ???" tunjuk Miss Ayla pada Denis.


" Jangan libatkan dia !!? dia tidak ada hubungannya dengan kita berdua."Timpal Wanda dengam tegas.


" Baiklah.. jika kau tidak mau melibatkan dia, kau harus ikut denganku lagi. Menjadi mata uangku. melayani nafsu pria-pria yang haus akan belaian." ucap Miss Ayla.


" Sampai matipun aku tidak akan pernah kembali kelembah hitam seperti itu !!" Tegas Wanda.


" dasar wanita munafik !! bahkan dulu kau sendiri yang mengemis meminta pekerjaan itu dariku !!"


Miss Ayla mengepalkan kedua tangannya. " Munafik !!! Seret dia !!!" Perintah Miss Ayla pada dua bodyguardnya.


Segera dua pria kekar itu meraih tangan wanda yang satu sisi.


Melihat Hal itu denis tak lagi bisa diam. ia segera memberi tendangan pada pria kekar suruhan Miss Ayla.


daggg !!!


" aakhhh !!!" pekik pria itu.


perkelahian didalam Cafe tak terelakkan. denis yang memang tak begitu bisa bela diri berusah melawan sebisa mungkin. meski ia harus mendapat beberapa kali pukulan bogeman dan tendangan seakan tak mengurangi semangatnya melindungi Wanda.


Miss Ayla marah bukan main melihat dua anak buahnya terkapar tak berdaya. " Sialan !!! ayo pergi !! kalian sangat memalukan !!!" bentak Miss Ayla. yang langsung pergi tanpa menunggu dua body guardnya.


Nafas Denis memburu saat perkelahiannya telah usai. ia bahkan tak sadar, wajahnya benar-benar terluka tapi hanya lebam dan sudut bibirnya berdarah.


bahkan kacing baju Kemeja yang denis pakai terlepas entah kemana. hingga dadanya bisa terlihat oleh Wanda yang begitu kawatir.


" Ya Tuhan.. Tuan.. anda terluka.."


" tidak. aku tidak apa-apa."Balas Denis yang belum sadar kacing bajunya ada yang terlepas.


Wanda mendekatkan tangan memegangi pipi Denis. "Ini benar luka Tuan.. mari saya bersihkan.." Ajak wanda


Denis hanya bisa tersenyum. tak sia-sia ia menghajar pria body guard misa Ayla, jika ia malah langsung mendapat perhatian


wanda hendak mengajak denis duduk guna mengobati luka diwajah Denia. namun secepat mungkin denis berkomentar. "Kita kekantor saja. disini tidak enak dilihat banyak tamu."


Patuh. karna rasa kawatir yang tinggi wanda tanpa sadar segera menggangguk dan membantu denis meninggalkan cafe.


.


.


.