
bab 26
.
.
.
Satu bulan sudah Dania bekerja direstoran. hari itu Semua karyawan pelayan Restoran tengah menunggu gajian mereka. Terutama Dania, Ia sangat butuh sekali uang untuk Membeli obat Davi, karna memang stok obat davi sudah hampir habis.
Nampak meneger Restoran mulai membagikan amplop kepada satu persatu karyawan.
" Saya harap kalian bisa lebih kompeten lagi dalam bekerja. bos besar akan memberikan bonus kepada siapa saja yang bekerja dengan giat dan rajin." ucap meneger itu.
" Huh.. terlalu banyak bicara" gumam Dania. Riana tersenyum tipis saat mendengar gumaman Dania.
" sabarlah.. biasa kita akan diceramahi hampir satu jam. kau harus banyak-banyak bersabar." bisik Riana.
" Riana !!! kau tidak mendengarkan aku ??!!" tegur meneger itu.
" maaf pak." balas Riana yang langsung tertunduk.
" maaf pak, bisa tidak langsung saja ?? kami harus segera pulang." usul Dania. semua mata karyawan tertuju pada Dania yang sangat berani menyela ucapan Meneger restoran itu.
Meneger itu menatap Dania, sebuah suara peringatan terdengar ditelinga pria meneger itu dari hasfree.
"turuti kemauan dia. jangan membantah apa katanya."
" baiklah. kita langsung saja." ucap meneger itu.
Semua pun nampak keheranan, hanya satu kali teguran dari Dania, meneger itu langsung menurut, tidak seperti biasa, ia akan marah dan mengurangi gaji siapa saja yang menyela ucapannya.
amplop pun mulai dibagikan,
" silahkan.. ini untuk anda. spesial." ucap meneger Restoran itu.
Dania menatap amplop teman-temannya yang lebih kecil darinya.
" kenapa punya saya lebih besar ??" tanya Dania.
" em.. itu sepadan dengan kerja anda nona."jawab meneger itu.
" semua boleh bubar. besok kembali lebih awal, sebab kita akan kedatangan tamu spesial besok pagi." ucap sang meneger. yang kemudian Langsung pergi begitu saja.
Dania masih terus menatap amplop ditangannya.
" ayo pulang . apa lagi yang kau tunggu ??!" ajak Riana.
" Ri..kenapa perasaanku tidak enak yya ??" tanya Dania
Riana tersenyum manis. "kenapa ?? karna amplopmu lebih besar dari kami ?? kan tidak tau isinya Dan, sudahlah, anggap saja selama sebulan ini kau sudah bekerja dengan baik. makanya kau bisa dapat bonus."
" apa memang begitu jika ada yang bekerja dengan baik ??" tanya dania lagi.
" iya. makanya aku tidak heran."balas Riana.
" tapi kenapa mereka berbisik tentang aku ??" Tanya Dania lagi seraya menunjuk beberapa karyawan yang keluar dan masih menatap Dania seperti tengah menggunjingnya.
" abaikan mereka. asal kita tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan," Terang Riana yang kemudian menarik Dania agar segera pulang. waktu sudah cukup malam. akhirnya Dania hanya mengekor pada Riana. melewati beberapa teman karyawan Restoran yang terus memperhatikan mereka.
"Aku sangat yakin. karyawan baru itu pasti merayu pak Burhan. lihatlah. yang dia bawa lebih banyak dari kita."ucap salah satu wanita.
"biarkan saja. nanti aku akan laporkan pada istrinya pak Burhan. biar dia dilabrak." tanggap yang lain lagi.
mereka kemudian segera ikut pulang, karna memang restoran sudah tutup malam itu.
.
.
Setelah membersihkan diri Dania yang sangat penasaran dengan isi amplop gajinya segera membukanya.
Netra Dania membulat sangat sempurna.saat uang didalam Amplop itu ternyata bernilai pantastis. buru-buru Dania menghitungnya, jika lebih tidak mungkin sampai sebanyak itu.
" ini tidak benar..kenapa sampai 10 juta. ?? ada apa ini ??" gumam Dania dengan sisa keterkejutannya.
.
.
.