
bab 132
.
.
Senyum penuh ejekan dan hinaan dilayangkan Jako dan Kill saat melihat benar wanda yang ada dihadapannya. bukan sebagai wanita malam dengan pakaian seksi yang biasa mereka berdua lihat, melainkan dengan setelan rapi seorang karyawan pengusaha ternama.
" Silahkan duduk tuan Tio dan Tuan Denis.." Jako mempersilahkan Tio dan Denis. namun sesekali tatapan liar terarah pada Wanda.
Tio pun bisa.melihat itu semua
bahkan wanda terlihat tak nyaman dengan semua itu.
" Saya tidak menyangka anda memiliki seorang sekretaris baru yang sangat saya kenal.." Ucap Jako
Denis menautkan kedua alisnya. "Anda mengenal nona wanda ??"
" Tentu saja." Jako menatap lekat wanda seakan hendak melahap habis wanda yang tertunduk dengan meremas jemarinya.
" Kami sangat mengenal.betul wanita disamping anda itu tuan denis." Tambah Kill.
" Kita langsung saja pada bahan pertemuan. Saya masih harus menemui beberapa klien lagi setelah ini." Sanggah Tio yang faham.maksud dua klien barunya itu.
" Wah.. anda sepertinya sangat melindungi sekretaris anda ya tuan Tio..apa jangan-jangan anda menjadikan dia simpanan ?? mengingat status wanita itu yang seorang..-"
" Cukup tuan jako ?!! yang hendak anda bahas kerja sama kita atau yang lain !!! jika anda tidak berniat kerja sama.dengan kami, kami tidak akan bermasalah. waktu kami hanya sedikit, dan kami tidak mau mengulurnya terlalu lama seperti ini !!" gertak Tio dengan tegas.
" Tenang-tenang tuan Tio..anda mudah sekali marah ya..Saya hanya heran, apa didunia ini sudah kehabisan wanita baik sehingga anda harus mempekerjakan seorang Wanita seperti dia ?? nama anda bisa tercoreng loh tuan. banyak pengusaha kaya yang sudah menjadi tamunya. termasuk kami.." Jako dan Kill nampak tertawa penuh ejekan.
Sumpah demi apapun, Wanda tak berani mengangkat wajahnya. Sepanjang hidupnya baru kali ini ia merasakan sakit dihina meski memang kenyataannya dia pernah menjadi seorang wanita malam.
" Itu semua urusan saya. anda tidak perlu ikut campur. jadi atau tidak kerja sama kita kali ini ??!! jika tidak kami akan pergi." ucap Tio dengan jelas
" Tentu saja jadi tuan. saya akan bersemangat karna akan sering bertemu dengan dia.." Balas Kill dengan cepat seraya menatap nakal kearah wanda.
" Sudah lama saya tidak memakai dia" tambah Kill
Sebuah kata yang begitu menjatuhkan wanda.
" Tuan Kill bukannya anda seorang pengusaha yang ternama ?? apa anda tidak memiliki sopan santun dalam berbicara ?? sejak tadi saya dengarkan, anda hanya membahas nona wanda saja, ada masalah apa anda dengan nona wanda ??" Tegur Denis yang sudah tak tahan.melihat mata liar dua pria dihadapannya.
" Dia itu.. wanita..-"
Brakkk !!!
Tio menggebrak meja dan langsung berdiri. sementara Wanda yang tak sanggup duduk disana memilih berlari menghindar.
" Nona wanda !!" panggil Denis. yang segera mengejar wanda.
" Tidak ada kerja sama antara kita !! Saya permisi" Tio hendak melangkahkan kakinya.
" Tuan Tio jika anda tidak mau bekerja sama dengan kami, kami bisa menyebarkan skandal jika anda memiliki simpanan seorang pelacur dengan menjadikannya seorang sekretaris." Ancam.Jako yang turut berdiri
Bukannya takut Tio malah menyeringai dengan tajam. "Silahkan lakukan apapun. saya juga tidak mau bekerja sama dengan pria menjijikkan seperti kalian !!!" Tio langsung melenggang pergi meninggalkan Dua kliennya yang nampak sangat geram.
.
.
.