Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Saling pandang



bab 87


.


.


.


Pagi hari telah tiba kembali. Dania juga telah selesai membersihkan diri begitupun dengam Tio. senyum bahagia bahkan tak lepas dari dua anak manusia itu. apalagi saat teringat mereka juga baru saja mengulang penyatuan dikamar mandi disalam buth up, Sungguh sangat menggelikan jika diingat.


Tio memeluk Dania yang masih duduk dimeja rias. "Kenapa kau bangun pagi sekali ??" tanya Tio.


" Apa kau tidak lelah ??" tambah Tio.


" Aku mana bisa bangun siang. lagian aku kefikiran Davi. Hari ini jadwal dia terapy lagi kan." balas Dania.


Tio hampir melupakan jadwal kontrol putranya. " ya ampun. aku lupa sayang.. ayo.." Ajak Tio yang begitu kawatir juga.


" iya. ayo.." Dania dan Tio saling menautkan jemari dan segera mencari putra mereka. tujuan utama Dania dan Tio adalah kamar Denis, sebab semalam Tio menitipkan Davi pada Denis.


Masih dilorong hotel mereka tak sengaja bertemu mama Hilda.


" mama.. sedang apa disini ??" tanya Dania.


" mencari adikmu. Dia tidak pernah terlambat bangun. kenapa dia kesiangan begini.." tutur mama Hilda.


" Kami juga mau kekamar denis ma, Biar kami saja yang menemuinya. mama segeralah turun lalu sarapan ya ??" ucap Tio.


" Kalian yakin ??" Balas mama Hilda.


" Iya. ma.. nanti kita makan sama-sama." Tambah Dania seraya tersenyum menatap sang mama.


" Baiklah. mama tunggu dibawah ya..?" ucap mama Hilda.


anggukan dari Tio dan Dania menjadi jawaban ajakan mama Hilda.


Setelah mama Hilda masuk kedalam lift, Tio dan Dania melanjutkan langkah menuju Kamar Denis.


Tanpa menunggu apapun, Dania segera mengetuk pintu kamar Denis.


" Davi pasti kelelahan, jam segini belum bangun." ucap Tio.


" Iya. aku hanya takut Davi menangis.." balas Dania.


Hening ketukan tak ada jawaban, dan membuat Dania berusaha mengetuk lagi. Namun saat Lengan dania tak sengaja mendorong daun pintu kamar Denis perlahan terbuka.


segera Tio membuka pintu kamar itu dan netra kedua orang itu membulat sempurna saat melihat Kearah Tempat tidur.


" Oh no..Benarkah yang kita lihat ini ??" Gumam Tio.


" Apa mereka sudah saling mengenal ??" Gumam Dania juga.


Nampak Davi yang berada diantara Denis dan riana yang terlelap diatas ranjang mengeliat mulai terbangun.


saking terkejutnya, Dania dan Tio sampai tak berkata apapun, mereka berdua hanya mematung dengan mata tertuju pada Denis dan Riana yang terlelap bersama Diatas tempat tidur dengan davi Diantara mereka.


" Denis..." panggil Dania pelan dan ragu.


" Ibu.." Davi yang mulai bangun memanggil Ibunya.


Dania pun tersadar dan segera mendekati davi.


" eh.. sayang.. jangan.." cegah Tio namun sudah tak bisa, Dania sudah mendekat kearah ranjang.


" Davi sayang.." sapa Dania.


Davi mengusap matanya beberapa kali hingga senyum segera terbit disudut bibirnya apa lagi saat melihat Ibu dan Ayahnya berada disana.


" Ayah.. Ibu.." Davi pun segera beranjak hendak bangun. Goncangan karna Davi yang mau turun membuat Riana dan Denis mulai terbangun juga.


mereka berdua mengerjapkan mata dan mulai membuka mata.


posisi saling pandang yang pertama kali dilihat Denis Dan Riana. Bahkan keduanya langsung memejamkan mata dan berteriak histeris saat benar adanya, mereka berdua tidur diranjang yang sama.


" Aaaahhhh !!!" teriak Denis dan Riana bersamaan.


Sontak mereka langsung bangun dan keterkejutan mereka bertambah lagi saat melihat Dania dan Tio berdiri disana.


" Dania.." Panggil Riana memastikan.


" Kakak.." gumam Denis yang masih nampak syok dari matanya.


.


.


.