
Bab 193
.
.
.
Lambaian tangan mengiringi kepergian mobil Tio dan Denis, setelah drama mengharukan itu, Tio mengajak semua keluarganya untuk pulang. Sekarang sudah tidak ada lagi perselisihan ataupun rasa bersalah.
"are you ok baby ??" tanya mamanya Celine.
"Mama kenapa malah menangis ??" tanya Celine balik.
"Kau kuat sekali sayang.. Oh.. Babyku.."Mamanya Celine langsung memeluk putrinya.
"Aku belajar dari tuan D ma..dan ternyata benar, Mengiklaskan dan melupakan jauh lebih membuat kita tenang."ucap Celine.
"Pria itu pasti banyak mengajarimu kemandirian kan ??" tanya mamanya Celine.
"Betul sekali ma.. Hah.. entah kapan aku bisa bertemu dia lagi.."Ucap Celine seraya menatap jauh kelangit.
"Apa kau tidak menyimpan nomer ponselnya ??" tanya pak Burhan.
Celine menggeleng pelan.
"Perlu papa carikan ??"Canda pak burhan.
"Papa.. Kenapa suka sekali menggodaku !!?"
Pak burhan tertawa diikuti Celine dan juga mamanya Celine.
"Ma.. Pa.. Lusa aku mau kembali keLondon saja." ucap Celine.
"Why sayang ?? Dirumah saja. Kau bisa kerja dikantor papa kan ??" Tanya mamanya Celine.
"Aku mau mandiri ma.. Bolehkan ??"
"no.. Mama melarangnya.."balas mamanya Celine.
"Ah.. Mama, dulu saja aku boleh kuliah disana !!?" Protes Celine.
"Sekali tidak ya tidak !! Kau tidak kasihan pada kami apa ??!!"
" Sudah.. Sudah.. Ayo masuk dulu.. Kita bicarakan nanti masalah itu."Pak burhan menggiring dua wanita kesayangannya untuk masuk kedalam rumah.
.
.
.
Namun tidak dengan wanda. Ia masih terlihat murung.
"Apa lagi yang kau fikirkan ??" Tanya Denis.
"Dia cantik sekali ya.."Ucap wanda lirih.
"Kau juga cantik.."balas Denis.
" dia masih muda.. Dia memiliki hati yang sangat baik, dia juga pemaaf."
"kenapa kau malah memilihku ??" Tanya Wanda seraya menatap sendu Denis.
"Berapa kali aku katakan. Ini masalah hati, aku tidak tau kenapa, tapi yang jelas aku memilihmu."Jawab Denis.
"Apa hatimu akan berubah seperti ini lagi kelak ??" tanya Wanda lagi.
"Kenapa bicara begitu ??" Denis menautkan kedua alisnya.
"Kau dan Celine menjalin hubungan cukup lama. hanya hitungan hari kau bisa beralih hati dan malah memilihku yang hanya seorang wanita biasa dan Hina. Apa mungkin, kelak kau akan beralih hati lagi jika berada bersama wanita yang cocok denganmu selain aku ??" Wanda mengutarakan kegundahannya.
Denis menghentikan laju mobilnya dan menatap intens Wanda. "Kau ragu padaku ??"
wanda terlihat mengangguk.
"Kau fikir aku bisa semudah itu mencintai seseorang ?? Karna kesalahanku ini ??"
"Kau minta bukti apa supaya membuatmu yakin, aku sudah melabuhkan hati padamu saja ??" tanya Denis lagi.
Wanda masih nampak diam.
"Aku sudah melakukan kesalahan kemarin. Dan itu akan aku jadikan pelajaran, bukan.untuk diulang.."Ucap Denis lagi.
"please wanda.. Berhenti berfikir hal yang seperti itu.. Semua pemikiranmu malah membuatku takut.."Denis merengkuh tubuh wanda dalam dekapannya.
"Please aku mohon.. Kita mulai semua dari awal ya ?? Jangan seperti ini ??" Denis menangkupkan kedua pipi Wanda seraya terus menghujani wajah wanda dengan ciuman. Hingga guna menenangkan hati Wanda, Denis menyambar bibir wanda dan mmeberikan kecupan kasih sayang yang benar-benar tulus dari dalam hatinya.
.
.
D yang tengah mengawasi barang datang dipelabuhan hanya bisa melamun memikirkan Celine terus-terusan.
"Kau sedang apa ?? Apa kau baik-baik saja ??" Gumam D sendiri. Bahkan.beberapa anak buah yang melaporkan jumblah barang yang datang hanya dibiarkan saja olehnya.
.
.
.