
bab 166
.
.
Seakan hendak mencurahkan semuanya. Wanda terus menangis terisak dalam dada Denis. dada bidang yang begitu penuh ketenangan dan kehangatan.
" menangislah.. aku akan berusaha menjadi pendengar tanpa berkomentar. tapi setelah ini kau dilarang menangisi masa lalu lagi." Ucap Denis.
Wanda menengadah menatap Denis dengan matanya yang masih terlihat basah, Dengan penuh kelembutan Denis mengusap pipi Wanda. menghilangkan sisa air mata yang terus menerus menetes.
"Kenapa kau bisa sehebat ini diusiamu sekarang ??"
pertanyaan wanda barusan membuat Denis terkekeh.
" Kau lebih hebat karna bisa bertahan sendiri menungguku dewasa."Canda denis.
Wanda turut tertawa dalam tangisnya. Hingga denis kembali membawa tubuh Wanda kedalam dekapannnya.
"Apa kau tidak akan malu,memiliki kekasih yang usianya lebih tua darimu..??" wanda kembali menengadah menatap Denis.
"Tentu saja tidak. dan harus kau ingat, kau bukan kekasihku, melainkan calon istriku." Balas Denis seraya menerbitkan senyumnya.
wanda turut kembali tersenyum. "Tapi kau akan mendapat hujatan karna pekerjaanku dulu..Aku bekas banyak..-mmmppttt..."
Sesuatu yang mengejutkan, Denis memilih menyambar bibir Wanda hingga wanda hanya bisa membulatkan matanya saat dua benda kenyal itu saling beradu.
"Jika kau bicara lagi aku akan memperdalam ciumanku ini." Ucap Denis saat menyudahi ciumannya.
Wanda memgerjapkan kedua matanya. serasa mimpi, pria muda dihadapannya ternyata begitu agresif.
" Kenapa ?? mau lagi ??" Goda Denis seraya mengangkat dagu Wanda.
wajah Wanda memerah akibat godaan denis barusan.
" Berhenti menggodaku.." protes Wanda yang menepis pelan tangan Denis.
Denis pun terkekeh melihat tingkah Wanda. Saking Bahagianya, Denis kembali memeluk tubuh Wanda lagi menghujani pucuk kepala wanda dengan kecupan penuh kasih sayang. " terima kasih.. terima kasih atas jawabannya.." Ucap denis lirih.
wanda hanya menggangguk pelan dalam dekapan Denis. ternyata jujur dengan perasaannya jauh lebih lega dari pada memedamnya.
.
.
Riana dan willy tiba didepan sebuah rumah minimalis yang nampak sepi sekali.
" ini rumah temanmu ??" Tanya Riana kala turun dari mobil.
" Iya. Nona pulang saja. saya sudah tidak apa-apa."Jawab Willy.
"Kau mengusirku ?!!!" Riana meninggikan suaranya.
pria itu menatap penuh selidik pada Riana, lalu beralih pada Willy.
" will.. kau kenapa ??" Tanya Pria itu dengan segera menghampiri Willy.
" hanya luka kecil kak.."Jawab Willy.
Pria itu terlihat kebingungan.lalu menatap Riana.
" Dia Nona Riana. Pegawai kantor Tuan Tio."Willy memperkenalkan.
" Anda siapanya Willy ??" Riana melayangkan pertanyaan pada pria berrambut panjang itu.
" Dia kak D Nona. kakak angkat saya juga. dia juga bekerja dengan tuan Tio."Willy yang menjawab.
" Hey willy aku tidak bertanya denganmu ya ?!!!" Balas Riana dengan berkacak pinggang
" Lalu anda minta jawaban apa Nona ???" Tanya D.
"Aku mau kejelasan. willy itu suka sekali berkata aneh dan berputar-putar. kau benar kakak angkatnya !!??" Celoteh Riana.
" Iya."jawab D dengan singkat.
"Jawabannya tidak menyenangkan !!" Gerutu Riana.
"Nona silahkan pergi.. terima kasih sudah mengatar adik saya." Ucap D.
" Wajah dan ucapan sama saja. datar dan tidak bervolume !!" Gerutu Riana lagi.
"Baiklah. karna kalian sudah mengusirku, aku akan pergi !!" Ucap riana dengan kesal. lalu beralih menatap Willy.
" Segera obati lukamu !! Davi membutuhkan penjagaanmu !! Jangan melakukan hal aneh lagi, Sembuh dulu baru melakukan sesuatu. sakit itu tidak enak kau tau itu !!" Pesan Riana pada Willy.
" Iya Nona. terima kasih.." willy menunduk
Riana segera berlalu meninggalkan Willy dan juga D.
" Nona !!" panggil D.
Riana membalikkan tubuhnya. " Ada apa ??"
"Anda bawa saja mobilnya Willy. nanti saya antar willy jika hendak mau kerumah tuan Tio."Tutur D.
Riana menatap Willy yang terlihat menggangguk.
" Baiklah. aku juga malas pesan taksi."Riana berjalan lagi dan segera masuk kedalam mobil. berlalu dari hadapan Willy dan juga D.
.
.
.