
Bab 198
.
.
.
Tanpa diduga pula, D malam itu juga tengah berkunjung kerumah Celine. Dan sesuatu yang membuat Celine sangat terkejut bercampur bahagia, D meminta restu kedua orangtua Celine untuk menikahi Celine.
Kedua orangtua Celine begitu bahagia karna ternyata Putrinya sudah menemukan pria pengganti kesakitannya.
"Nak D. Niat baik Nak D pasti akan saya terima. Saya benar-benar bahagia sekali ternyata masih ada pria yang serius mencintai putri saya. Tapi anda pasti akan dibuat kesulitan dengan tingkah manja Celine Nak D." Tutur pak burhan.
"Saya sangat suka kesulitan tuan. Dan karna usia saya yang memang sudah tidak muda lagi, saya tidak mau mengulur waktu terlalu lama untuk segera menikahi Celine."Ucap D dengan lantang dan jelas.
Mama Celine tak melunturkan senyumnya sedikitpun.
"Semua keputusan ada ditangan Celine Nak D. Sebagai orangtua kami hanya bisa mendukung."balas pak Burhan.
Semua mata menatap Celine yang sejak tadi memperhatikan D yang tanpa ragu dan Grogi berkata serius begitu.
"Sayang.. Bagaimana ?? Tuan D mu melamarmu malam ini ??" Tegur mamanya Celine seraya memegangi tangan Celine.
Celine tertunduk dan mengatur nafasnya. jujur dihati ia begitu bahagia, namun kenapa sangat sulit mengungkapkannya.
D terus menatap Celine. Jujur saja, Jantung D sudah tak karuan sekali sejak masuk kerumah Celine. Namun wajahnya yang Datar menutupi semua rasa grogi yang menderanya. D amat takut jika Celine menolaknya.
"Celine.. Kau berhak menjawab Nak. Jika hatimu masih ragu dan trauma, jangan sungkan bicara. Papa yakin tuan D akan menerimanya."Nasehat Pak Burhan. Seraya menatap D yang dengan cepat dibalas anggukan oleh D.
Celine mengatur nafasnya lalu memberanikan diri menatap D. "Iya. Aku siap menikah denganmu tuan D." balas Celine dengan jelas.
D melongo dengan apa yang didengar.
"Kau yakin sayang ?? Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, yang harus kau jaga. Kau sudah siap dengan semua suka dukanya ??" Tanya mamanya Celine.
Celine mengembangkan senyum seraya menggangguk. "Iya ma.. Celine sudah siap. Perkenalan kami memang singkat, Tapi pelajaran yang aku dapatkan sudah lebih dari cukup. Aku akan menerima Tuan D menjadi suamiku suka dan dukanya akan aku lalui."
"Tapi aku tidak bisa menjanjikan kemewahan untukmu.." Ucap D
Pak Burhan dan mamanya Celine diam dan hanya menjadi pendengar setia saja. Entah mengapa kedua orangtua itu sangat percaya dan Yakin D bisa membuat putrinya bahagia.
"Aku menikah denganmu bukan meminta kemewahan, Aku hanya mau kau setia saja padaku. Aku sudah merasakan dihianati sepihak, dan rasanya membuat hatiku seolah mati rasa. Tidak masalah hidup sederhana, asal jangan selalu disakiti saja."terang Celine dengan pasti.
D mengembangkan senyum seraya membalas tatapan Celine. Keduanya berbalas senyum karna saling menerima kekurangan masing-masing.
"Jadi.. kita akan langsung menikah ??" Tanya Celine seketika.
Mamanya Celine terkekeh lirih begitupun dengan pak Burhan.
"tentu saja Celine.. Tuan D tidak mau lama-lama."Ucap Pak Burhan.
"Lalu bagaimana dengan tiketku keLondon ?? Aku sudah memesannya kemarin ??" Celine baru teringat.
"Mama kan sudah bilang, kau tidak boleh kesana. Dasar ngeyel !!?" Balas sang mama.
"Lagian apa kau bisa tenang jika kau disana sedangkan tuan D disini ??" goda pak Burhan.
"Papa.." Celine menundukkan wajahnya yang memerah karna malu. Tawa pun terdengar diruang tengah dimana mereka berkumpul.
D turut tertunduk Malu. Ternyata Keluarga Celine amatlah hangat menyambutnya.
"Nak D, jadi kapan waktu yang Nak D inginkan untuk melangsungkan pernikahan ??" Tanya mamanya Celine.
"Akhir minggu ini Nyonya."Jawab D dengan jelas.
Sontak saja Celine menengadah kembali dengan mata melotot.
.
.
.